Otomotif

Toyota Tantang Veloz Hybrid EV Menaklukkan Tikungan dan Tanjakan Sulawesi

×

Toyota Tantang Veloz Hybrid EV Menaklukkan Tikungan dan Tanjakan Sulawesi

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi memulai perjalanan ekspedisi kedua dengan tajuk “Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi”. Satu unit Veloz Hybrid EV Q TSS Modellista akan melahap ribuan kilometer mengelilingi Pulau Sulawesi, mulai dari Kendari (Sulawesi Tenggara) hingga finish di Manado (Sulawesi Utara). Perjalanan nonstop ini diperkirakan berlangsung 40 hari dan dibagi dalam tujuh etape.

Mengapa Sulawesi dipilih? Karena medannya paling representatif untuk menguji klaim Quality, Durability, and Reliability (QDR) yang selama ini menjadi jargon Toyota. Rute yang dilalui mencakup jalan antar kota yang membelah pegunungan, menyisir pantai, serta tikungan tajam dan tanjakan ekstrem. Beberapa wilayah bahkan masih memiliki infrastruktur jalan yang tidak menentu.

Vice President Director TAM, Jap Ernando Demily, menjelaskan bahwa ekspedisi ini adalah kelanjutan dari kesuksesan Veloz Hybrid EV Lintas Nusa sebelumnya (2 Desember 2025 – 17 Januari 2026). “Sulawesi mampu merepresentasikan karakter jalan beragam dengan panorama indah sekaligus medan menantang. Kami ingin memperlihatkan bahwa teknologi Hybrid EV generasi terbaru ini andal di mana pun pelanggan berada,” ujarnya.

Veloz Hybrid EV sendiri pertama kali diperkenalkan secara world premiere di GJAW 2025. Mobil ini diproduksi di dalam negeri dan dalam enam bulan terakhir (hingga akhir Mei 2026) telah mencatatkan permintaan lebih dari 12.000 unit. Harga jualnya mulai Rp303 juta untuk tipe V (program Hybrid EV Untuk Semua) hingga Rp389 juta untuk tipe Q TSS Modellista (OTR Jakarta).

Yang menarik dari ekspedisi kali ini adalah keterlibatan media nasional dan lokal Sulawesi secara estafet. Mereka akan bergantian mengemudikan satu unit Veloz Hybrid EV melintasi 6 provinsi dengan rute: Kendari – Morowali – Palopo – Makassar – Tana Toraja – Palu – Luwuk – Ou – Tolitoli – Gorontalo – Manado. Toyota sengaja tidak menggunakan mobil cadangan atau tim mekanik pendamping yang berlebihan. Hal ini untuk membuktikan bahwa ekosistem layanan purnajual Toyota sudah tersebar luas hingga ke pelosok.

Marketing Director TAM, Bansar Maduma, menegaskan, “Ekspedisi ini menjawab pertanyaan sebagian orang tentang kemampuan teknologi Hybrid Toyota beradaptasi di lingkungan menantang. Hasil perjalanan akan tersampaikan secara organik, sejalan dengan pengalaman nyata pelanggan.”

Selain uji ketahanan, rombongan juga akan mengeksplorasi wisata alam, kuliner, serta kearifan lokal di setiap daerah yang disinggahi. Toyota ingin menunjukkan bahwa mobilitas dan pariwisata bisa berjalan beriringan, sekaligus membuktikan bahwa mobil hybrid tidak perlu takut kehabisan daya di tengah perjalanan jauh. Dengan tangki bensin standar dan teknologi self-charging, Veloz Hybrid EV tetap mengutamakan kenyamanan dan efisiensi tanpa mengubah kebiasaan pengguna.

Jika ekspedisi ini sukses, bukan tidak mungkin Toyota akan memperluas jangkauan produk hybridnya ke segmen yang lebih terjangkau lagi. Sebab, tantangan terbesar elektrifikasi di Indonesia bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kepercayaan konsumen bahwa mobil ramah lingkungan itu tangguh. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2.0 adalah jawaban di atas aspal.