Gaya Hidup

Film “Takkan Kubiarkan Kau Menangis” Resmi Dirilis, Drama Keluarga Mengangkat Kisah emosional Ibu dan Anak Lewat Bahasa Musik

×

Film “Takkan Kubiarkan Kau Menangis” Resmi Dirilis, Drama Keluarga Mengangkat Kisah emosional Ibu dan Anak Lewat Bahasa Musik

Sebarkan artikel ini

Film ini memadukan unsur family drama, dan musik dalam sebuah cerita yang dekat dengan realitas kehidupan banyak keluarga Indonesia.

Poster film Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Foto: Instagram

SinarHarapan.id- Langit Pictures Indonesia secara resmi memperkenalkan film terbarunya berjudul “Takkan Kubiarkan Kau Menangis”, sebuah drama keluarga yang mengangkat kisah emosional tentang hubungan ibu dan anak, pencarian jati diri, serta musik sebagai bahasa yang mampu menyampaikan perasaan yang selama ini sulit diungkapkan.

film ini menyoroti hubungan ibu dan anak yang diperankan Shanty dan Ari Irham.

Dalam film tersebut peran ibu menjadi sentral dalam cerita.

Shanty tidak menyangka akan menjadi pemeran utama dalam film ini. Ia sempat mengira Ari Irham cs yang menjadi fokus dalam film ini.

“Tapi memang setelah jalannya pengembangan skrip, emang tokoh ibunya ini jadi kunci. Bahwa anak-anak band ini selain struggling sama membuat karirnya di dunia musik, tapi juga struggling dengan meminta izin dari orang tua,” kata Shanty saat konferensi pers di Jakarta Timur pada Rabu, (10/6/2026).

Shanty sendiri merasa ia juga merasakan pengalaman karakter Dika karena pernah mendapat larangan dari orang tua untuk merintis sebagai penyanyi.
“Ini aku tuh jadi POV (sudut pandang) almarhumah mama. Ibu saya tuh dulu nggak ngijinin gitu. Jadi saya tuh ditahan, ditahan, ditahan terus sampai saya pertama kali menang AMI Awards sebagai Best New Singer, itu akhirnya baru ibu bilang, ‘Sok Neng, buktikan. Ya udah, terbang sana’.” cerita Shanty.

Ari Irham (kiri) dan Shanty (tengah) menjadi pemeran utama.

Ferly Halim, Sutradara sekaligus Produser “Takkan Kubiarkan Kau Menangis”, mengatakan:
“Film ini mengangkat realitas yang sering terjadi dalam hubungan ibu dan anak. Bukan karena keduanya tidak saling mencintai, melainkan karena adanya perbedaan cara berkomunikasi yang kerap menimbulkan kesalahpahaman. Terkadang, bahkan hal sesederhana intonasi atau cara penyampaian dapat membuat ibu dan anak salah memahami satu sama lain. Ibu merasa anaknya tidak patuh, sementara anak merasa ibunya tidak
menyayanginya, ” jelasnya.

Dengan latar Kota Semarang yang kaya akan nilai sejarah dan
budaya, film ini menghadirkan pengalaman sinematik yang hangat sekaligus menyentuh.
“Takkan Kubiarkan Kau Menangis” berkisah tentang Dika, seorang remaja yang tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup di mata ibunya, Dini, seorang ibu tunggal yang mencintai anaknya namun dibayangi trauma masa lalu.

Di tengah konflik dan
kesalahpahaman yang terus berkembang, Dika menemukan tempat untuk menjadi dirinya sendiri melalui musik bersama teman-temannya. Sebuah lagu kemudian menjadi jembatan yang mempertemukan kembali hati ibu dan anak.

Melalui film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly ingin menyampaikan bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menciptakan suasana rumah yang damai, hangat, dan harmonis.

Selain itu, film ini juga menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi jembatan yang menyatukan hubungan yang sempat merenggang.

Ferly juga mengajak masyarakat, khususnya para anak, untuk menormalisasi dan membiasakan diri mengekspresikan kasih sayang kepada ibu. Bentuknya tidak harus besar atau mewah; hal-hal sederhana seperti memberikan bunga, membelikan minuman favorit, atau meluangkan waktu untuk berbincang bersama dapat menjadi wujud cinta yang bermakna.

“Sebagai anak, kita sering kali menganggap kasih sayang kepada ibu sebagai sesuatu yang sudah dipahami tanpa perlu diungkapkan. Padahal, ibu juga perlu merasakan dan mendengar bentuk kasih sayang itu secara langsung. Melalui film ini, saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani menunjukkan cinta kepada ibu selagi masih memiliki kesempatan,” ujar Ferly Halim.

Tak hanya menjadi elemen penting dalam cerita, musik juga menjadi kekuatan emosional film ini. Takkan Kubiarkan Kau Menangis menghadirkan nuansa nostalgia melalui lagu-lagu legendaris Sheila On 7, seperti Dan, Kita, dan Hujan Turun, yang telah melekat di hati penikmat musik Indonesia.

Selain itu, film ini juga menghadirkan dua original soundtrack berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat, yang dibawakan oleh Keisha Alvaro bersama Sand Band.

Para Pemain, Sutradara dan Produser Film Takkan “Takkan Kubiarkan Kau Menangis”

Film ini dibintangi oleh Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, dan Didi Riyadi, yang menghadirkan interpretasi karakter yang kuat dan dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.

Film “Takkan Kubiarkan Kau Menangis” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026 dan diharapkan menjadi salah satu film drama keluarga yang mampu menyentuh berbagai generasi penonton.