SinarHarapan.id-Fenomena digital yang selama ini menggerakkan imajinasi jutaan pengguna media sosial akhirnya menjelma menjadi sebuah karya sinematik berkelas. WeTV Indonesia secara resmi mengumumkan perilisan serial drama orisinal terbaru mereka, *12 IPA 4*.
Serial ini merupakan adaptasi dari kisah Alternate Universe (AU) viral yang telah mengumpulkan lebih dari 35,8 juta tayangan dan 1,3 juta tanda suka di platform TikTok.
Dengan mengusung tema berani “Menolak untuk Didefinisikan,” *12 IPA 4* hadir untuk mematahkan stereotip drama sekolah pada umumnya. Cerita berfokus pada sekelompok siswa yang terpinggirkan dan dicap sebagai penghuni “kelas sampah” di sebuah sekolah menengah atas bergengsi. Alih-alih meromantisasi kehidupan sekolah, serial ini justru mengupas tuntas perjuangan mereka untuk mendapatkan pengakuan di tengah tekanan sosial dan keluarga.
Salah satu daya tarik utama serial ini terletak pada penampilan ganda Nayla D. Purnama yang memerankan karakter Hanin dan Hana. Dalam sebuah aksi penyamaran yang berbahaya, Hanin bertekad menepati janji terakhir untuk menyatukan kembali keluarganya yang retak.
Konflik semakin memanas dengan kehadiran Junior Roberts sebagai Jarvis, figur populer yang memimpin gerakan perlawanan di sekolah. Sementara itu, Sandy Pradana berperan sebagai Joan, seorang musisi misterius yang menjadi pusat perhatian di hati Hanin.
Di bawah arahan sutradara Dinna Jasanti, serial delapan episode ini menjanjikan pengalaman emosional yang intens. Mulai dari persaingan ketat di klub dansa, pengkhianatan, hingga pencarian jati diri yang sangat relevan dengan kondisi psikologis generasi muda saat ini.
Dalam pemutaran episode pertama, para undangan dan awak media larut dalam alur cerita. Adegan-adegan emosional berhasil menyentuh perasaan, sementara sisipan komedi segar dari perilaku khas remaja justru mengundang tawa di tengah studio.
Febriamy Hutapea, selaku Kepala Negara WeTV Indonesia dan Produser Eksekutif dari Big Vision, menjelaskan bahwa serial ini adalah jawaban atas kerinduan audiens terhadap cerita remaja yang jujur dan dekat dengan realitas.
“Kekuatan utama serial ini bukan sekadar pada romantisme sekolah, melainkan pada dinamika persahabatan dan keberanian para siswa di kelas ‘buangan’ dalam menghadapi stigma. Namun, lebih dari sekadar drama remaja, serial ini membawa pesan krusial bagi para orang tua. Kita diperlihatkan bagaimana ekspektasi dan ego orang tua sering kali menjadi beban berat yang memengaruhi kesehatan mental anak,” ujar Febriamy.
Ia menambahkan, harapan besar dari produksi ini adalah agar serial tersebut dapat menjadi ruang refleksi sekaligus membuka pintu komunikasi yang lebih jujur antara anak dan orang tua di rumah.
Proses produksi yang panjang menjadi sorotan lainnya. Oswin Bonifanz selaku Produser dari Unlimited Production mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah menerjemahkan imajinasi pembaca AU ke dalam visual yang dapat diterima penonton. Proses casting disebut sebagai tahapan paling krusial mengingat serial ini memiliki pemeran terbanyak yang harus sesuai dengan ekspektasi penggemar.
“Kami melihat profil asli pemain dan bagaimana mereka membawakan karakter di dalam series ini dengan sangat matang agar imajinasi pembaca dapat diterjemahkan dengan baik ke layar kaca,” jelas Oswin.
Mewakili para pemeran, Nayla dan Junior menyampaikan antusiasme mereka. Chemistry yang alami di antara pemain dan kru menciptakan suasana kerja yang nyaman. “Banyak sekali kejadian masa SMA yang diangkat ke dalam cerita ini, seperti momen bolos bareng yang kalau divisualisasikan menjadi sangat menarik,” ungkap Nayla penuh semangat.
WeTV Original *12 IPA 4* akan tayang perdana mulai 24 Juli 2026 dan dapat disaksikan secara eksklusif hanya di platform WeTV.

