SinarHarapan.id-Pemerintah meresmikan fasilitas manufaktur BYD di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Peresmian ini menjadi tonggak bersejarah bagi industri kendaraan energi baru di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan memimpin langsung prosesi peresmian. Turut hadir Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kehadiran pabrik ini menandai babak baru perjalanan BYD di Indonesia. Setelah menghadirkan kendaraan energi baru bagi konsumen, kini BYD memperkuat kapasitas manufaktur dan keterlibatan dalam ekosistem industri dalam negeri.

Liu Xueliang, Vice President BYD, menyebut Indonesia sebagai mitra strategis dalam transisi energi. “Kami membangun industri berkelanjutan yang menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam sambutan peresmian.(3/9)
Menteri Perindustrian menegaskan peresmian ini bukan sekadar pembukaan pabrik baru. “Ini simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri,” tegas Agus Gumiwang Kartasasmita di hadapan para tamu undangan.
Momen bersejarah ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Menteri Agus Gumiwang. Prosesi dilanjutkan dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 yang diproduksi secara lokal di Indonesia.
Menteri Agus dan Luhut turut membubuhkan tanda tangan pada kap BYD M6 DM. Tindakan simbolis ini menjadi harapan agar produksi lokal dapat menjadi awal perjalanan panjang menghadirkan kendaraan energi baru buatan Indonesia.

Lebih dari 500 tamu hadir dalam momentum bersejarah ini. Mereka merepresentasikan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, jaringan diler, pemasok, hingga komunitas pengguna BEYOND Community.
Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya pembangunan ekosistem industri baru. “Dari Subang kita tidak hanya memproduksi kendaraan untuk Indonesia, tetapi juga membawa produk buatan Indonesia ke dunia,” ujar Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Fasilitas manufaktur ini merupakan pabrik BYD ke-13 secara global. Berdiri di lahan 126 hektare dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun, pabrik dibangun dalam waktu sekitar 20 bulan sejak dimulainya pembangunan.
BYD kini melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan 5.000 lapangan kerja lokal. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 ketika pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.
Pemerintah terus memperkuat dukungan terhadap industri kendaraan energi nasional. Kajian skema insentif berbasis peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri menjadi fokus untuk memperkuat rantai pasok dan kapasitas manufaktur.
Target TKDN sebesar 60 persen pada Januari 2027 sedang dipersiapkan BYD. Perkembangan ini membuka ruang bagi keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia dalam rantai nilai kendaraan energi baru.
Pangsa kendaraan energi baru di Indonesia meningkat dari satu persen pada 2022 menjadi 23 persen pada Juli 2026. Pertumbuhan ini memperkuat landasan bagi pengembangan kapasitas produksi dan industri pendukung di dalam negeri.
BYD mencatat penjualan 32.800 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pangsa pasar sekitar 35 persen dengan pengiriman lebih dari 100.000 kendaraan kepada konsumen Indonesia melalui jaringan di lebih dari 100 lokasi.

Teknologi Dual Mode yang diperkenalkan Mei 2026 melengkapi strategi BYD. BYD M6 DM mencatatkan kontribusi terbesar di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut, memimpin penjualan kendaraan energi baru di Indonesia.
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan. “Dengan menjadikan Indonesia sebagai bagian dari jaringan manufaktur BYD, kami ingin memastikan pertumbuhan BYD menciptakan nilai besar bagi Indonesia,” ujarnya.
Pabrik Subang dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi dan sistem produksi cerdas terintegrasi. BYD menghadirkan teknologi manufaktur yang diyakini sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia dan menjadi investasi terbesar di Kabupaten Subang.
Para tamu dan media berkesempatan mengikuti factory tour melihat proses manufaktur. Tiga rangkaian utama diperkenalkan: Welding, Painting, dan Final Assembly yang saling terhubung dalam satu proses produksi terintegrasi.
Area Welding menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model. Kombinasi teknologi otomatisasi dan robotik membantu menjaga presisi dan konsistensi selama pembentukan bodi kendaraan secara bertahap hingga menjadi kerangka utuh.
Proses Painting memberikan perlindungan terhadap bodi kendaraan dengan sistem quality control terintegrasi. Teknologi dan keterampilan karyawan berjalan berdampingan dalam menjaga standar produksi dan kualitas permukaan eksterior kendaraan.
Final Assembly memperlihatkan tahap perakitan berbagai komponen menjadi kendaraan siap pakai. Setiap unit melalui pemeriksaan menyeluruh, penyetelan, hingga pemeriksaan akhir sebelum meninggalkan fasilitas untuk dikirim kepada pelanggan.
Subang menjadi bagian dari perjalanan panjang BYD menghubungkan pengalaman global dengan kemampuan lokal Indonesia. Babak baru “Made in Indonesia” telah terbuka untuk menjangkau pasar dunia melalui fasilitas manufaktur canggih ini.
