Gaya Hidup

Musikal Absurd Kembali, Durasi Dua Kali Lipat dan Karakter Baru Hadir

×

Musikal Absurd Kembali, Durasi Dua Kali Lipat dan Karakter Baru Hadir

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Jakarta Doodle Fest kembali hadir untuk keempat kalinya dengan wajah baru. Tahun ini, festival yang digawangi TFR News itu bertransformasi dari ajang kreator market menjadi panggung pengalaman dan pertunjukan yang lebih imersif dan menggugah.

Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done diangkat sebagai program utama. Pertunjukan terinspirasi ilustrasi Sherchle ini dipersembahkan JDF bersama Indonesia Kaya dan diproduksi Jakarta Art House di Galeri Ciputra Artpreneur selama dua hari, 4-5 September 2026.

Christine Laifa, Co-founder JDF, menjelaskan alasan perubahan format mendasar ini. “Antusiasme terhadap show Musikal Absurd tahun lalu luar biasa. Kami merasa program ini layak dimajukan menjadi program utama,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat siang.

Yang tadinya sekadar stiker, poster, dan gantungan kunci, kini dihidupkan menjadi pengalaman baru. Karakter-karakter garapan Sherchle menjelma menjadi pertunjukan utuh yang menggabungkan musik, seni visual, dan emosi penonton dalam satu panggung.

Pementasan tahun ini mengalami pengembangan signifikan. Durasi diperpanjang dua kali lipat menjadi 90 menit, menghadirkan karakter baru Christuna Aguillera yang diperankan Ode Waode, serta sejumlah cast lama yang kembali meramaikan panggung Absurd.

Kisahnya masih berkutat pada Vina Panduanidup, gadis 29 tahun yang kehilangan makna hidup. Pekerja ibu kota itu menemukan dirinya berbincang dengan makhluk alam khayalan absurd, menelusuri memori demi menemukan kembali semangat dan alasan bertahan.

Para motor kreatif kembali bergabung. Sherchle sebagai kreator, Aulion sebagai sutradara, Palka Kojansow menulis naskah dan lirik, sementara Ammir Gita dan Achi Hardjakusumah melengkapi dengan lagu-lagu yang menghidupkan panggung Absurd.

Indonesia Kaya kembali terlibat sebagai mitra produksi. “Kami melihat potensi karya Sherchle untuk terus berkembang dan menemukan bentuk baru melalui musikal,” ujar Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, di lokasi acara.

Sherchle mengaku terharu dengan pengalaman kedua ini. “Di kali pertama rasanya seperti menang undian, kali kedua rasanya terharu. Teman-teman kolaborator ternyata sesuka itu dengan karya ini sampai mau bikin lagi,” ungkap ilustrator tersebut dengan mata berkaca-kaca.

Aulion menutup pernyataannya dengan filosofi sederhana. “Hidup kadang terlalu absurd untuk dipahami, jadi kita nyanyikan, kita tarikan, lalu kita tertawakan,” pungkas sutradara itu, mengajak penonton menikmati kegilaan yang telah dirancang selama berbulan-bulan.