Ekonomi

Yayasan Astra – YDBA Dampingi Dendeng Ksatria Perluas Pasar

×

Yayasan Astra – YDBA Dampingi Dendeng Ksatria Perluas Pasar

Sebarkan artikel ini

Berkat pendampingan Yayasan Astra–YDBA, Tri Rahayu mengembangkan Dendeng Ksatria, menerapkan budaya kerja 5R, dan memperluas pasar melalui pemasaran digital.

SinarHarapan.id - Seorang pekerja menjemur dendeng sapi produksi Dendeng Ksatria milik Tri Rahayu Amperawati di Jagalan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). Usaha binaan Yayasan Astra melalui YDBA ini terus mengembangkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran. Foto: SHID/Ruht Semiono.

SinarHarapan.id – Di bawah terik matahari, seorang pekerja menata lembaran dendeng sapi di tempat penjemuran Dendeng Ksatria, Jagalan, Jebres, Solo, Jawa Tengah. Daging sapi yang telah dibumbui dijemur sebelum melalui proses berikutnya hingga siap dipasarkan. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari keseharian usaha milik Tri Rahayu Amperawati yang telah dirintis sejak 1999.

Berawal dari menjual abon dan dendeng buatan ibunya, Tri kini mengembangkan usaha kuliner keluarga dengan melibatkan diri langsung dalam proses produksi sejak 2001. Di balik proses pembuatan dendeng, Tri menjalani perjalanan panjang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan usahanya.

Berbagai tantangan menjadi bagian dari proses yang membentuk pengalamannya sebagai pelaku UMKM. Ia tidak hanya berfokus pada cita rasa produk, tetapi juga mulai memperhatikan pengelolaan usaha dan kualitas proses produksi. Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar dan mencari cara agar Dendeng Ksatria mampu berkembang di tengah persaingan bisnis kuliner.

Upaya pembenahan itu salah satunya dilakukan melalui program pembinaan Yayasan Astra – YDBA. Tri mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari basic mentality, pendampingan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), hingga personal branding.

Seiring pembenahan proses produksi, Tri juga memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pemasaran. Sejak 2020, ia mulai memasarkan produknya secara online melalui berbagai platform, Strategi tersebut membuka peluang bagi Dendeng Ksatria untuk menjangkau konsumen di luar Solo. Kini, sekitar 60 persen pelanggan usahanya berasal dari penjualan digital, dengan pasar yang tersebar di Jabodetabek, Kalimantan, Sumatra, hingga Bali.

Melalui pendampingan Yayasan Astra–YDBA, Tri memperoleh bekal untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya. Dari tempat produksi sederhana di Jagalan, dendeng khas Solo kini menjangkau pasar yang lebih luas, membawa cita rasa lokal melalui kerja keras dan kemauan untuk terus berkembang.