Nasional

JLM Pasang Backbone Bawah Laut “INSIGHT” 30 Tbps

×

JLM Pasang Backbone Bawah Laut “INSIGHT” 30 Tbps

Sebarkan artikel ini
INSIGHT: Ketika Data Indonesia Menembus Laut Menuju Singapura.(Doc : Red)
INSIGHT: Ketika Data Indonesia Menembus Laut Menuju Singapura.(Doc : Red)

SinarHarapan.id-Di bawah Selat Malaka, sebuah kabel sepanjang 1.123 kilometer membentang diam-diam. Ia tidak terlihat mata, namun denyutnya menentukan nasib jutaan transaksi digital Indonesia setiap detik. Kabel itu bernama INSIGHT.

PT Jala Lintas Media (JLM) resmi memperkenalkan INSIGHT, backbone kabel laut yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura. Kapasitasnya mencapai 30 Tbps, menjadikannya salah satu jalur bawah laut terbesar yang dimiliki perusahaan swasta nasional. Langkah ini menandai transformasi JLM dari pemain domestik menjadi pemain regional.

Singapura adalah pusat data center, cloud, dan layanan digital terbesar di Asia Tenggara. Indonesia, dengan ekonomi digitalnya yang tumbuh cepat, membutuhkan jalur langsung ke sana. INSIGHT hadir sebagai jembatan yang tidak sekadar menghubungkan dua titik, melainkan dua ekosistem digital yang saling membutuhkan.

CEO PT Jala Lintas Media, Victor Irianto, menyebut INSIGHT sebagai milestone penting. Perusahaan yang berdiri sejak 2009 itu kini melangkah dari penyedia infrastruktur domestik menjadi pemain dengan jangkauan internasional. “Kami menghadirkan tambahan kapasitas dan jalur konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura,” ujarnya.(8/10)

Baca juga : JLM Resmi Buka Kantor Baru di Halim, Bidik Konektivitas Data di Ibu Kota

Pertumbuhan AI, cloud computing, dan hyperscale data center meledakkan kebutuhan bandwidth. Data tidak lagi mengalir seperti sungai, tetapi seperti banjir. INSIGHT dirancang untuk menjawab lonjakan itu dengan kapasitas besar, latensi rendah, dan redundansi yang kuat. Tanpa infrastruktur seperti ini, ambisi digital Indonesia akan tersendat.

INSIGHT menawarkan International Private Leased Circuit dan IP Transit bagi operator telekomunikasi, ISP, dan penyedia cloud. Layanan ini memungkinkan mereka mengalirkan data lintas negara dengan lebih stabil. Rute Jakarta-Batam-Singapura memberi route diversity yang memperkuat ketahanan jaringan ketika jalur lain bermasalah.

INSIGHT dan Masa Depan Konektivitas Indonesia yang Tak Lagi Rapuh.(Doc : Red)
INSIGHT dan Masa Depan Konektivitas Indonesia yang Tak Lagi Rapuh.(Doc : Red)

JLM bukan pemain baru. Perusahaan ini telah mengoperasikan lebih dari 5.000 kilometer jaringan fiber optik, 89 points of presence, dan melayani lebih dari 200.000 pelanggan aktif. Portofolionya mencakup Bnetfit untuk broadband, NexByte untuk data center, serta Mahavira untuk managed services. INSIGHT melengkapi ekosistem itu ke ranah internasional.

Victor menegaskan bahwa INSIGHT bukan sekadar pembangunan infrastruktur baru. Ini adalah bagian dari transformasi JLM Group dalam memperluas peran di ekosistem konektivitas regional. “Kami ingin memberikan pilihan konektivitas yang lebih beragam bagi pelanggan wholesale,” ujarnya.

Momentumnya tidak bisa lebih tepat. Pemerintah Indonesia dan Singapura baru saja meresmikan kabel Nongsa-Changi berkapasitas 1,6 Pbps pada Juli 2026. Jalur Batam-Singapura kini menjadi salah satu koridor digital paling strategis di Asia Tenggara. INSIGHT memperkuat posisi JLM di koridor yang sama dengan pendekatan berbeda.

Perjalanan JLM dari penyedia internet lokal menjadi pemilik backbone bawah laut internasional bukan cerita semalam. Butuh 16 tahun, lebih dari 500 karyawan, dan keberanian mengambil risiko besar. INSIGHT adalah bukti bahwa perusahaan nasional mampu bersaing di infrastruktur yang selama ini didominasi pemain global.

Di bawah laut, kabel itu terus bekerja tanpa henti. Ia tidak butuh sorotan, hanya keandalan. Dan dari sana, ketenangan digital Indonesia dibangun, satu paket data demi satu paket data, melintasi 1.123 kilometer yang tak terlihat namun terasa dampaknya.