Foto

Ikhtiar ASDP Memperkuat Konektivitas Laut Nasional melalui Dermaga Baru Tanjungkalian

×

Ikhtiar ASDP Memperkuat Konektivitas Laut Nasional melalui Dermaga Baru Tanjungkalian

Sebarkan artikel ini
SinarHarapan.id - Foto udara kapal fery KMP Belanak berlayar dari Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengikhtiarkan penguatan konektivitas laut nasional salahsatunya melalui pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, dengan investasi sekitar Rp60 miliar. Langkah strategis ini menjadi wujud komitmen ASDP dalam meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Bangka dengan Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan. Foto: SHID/Ruht Semiono

SinarHarapan.id – Konektivitas laut menjadi salah satu fondasi penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Kelancaran transportasi antarpulau tidak hanya menentukan mobilitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi distribusi barang, aktivitas perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Di Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, peran tersebut terlihat dari aktivitas Pelabuhan Tanjung Kalian yang menjadi pintu penghubung Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera. Melalui pelabuhan ini, kapal feri membawa penumpang, kendaraan, dan logistik yang menopang aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antardaerah.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Namun, meningkatnya kebutuhan perjalanan turut menghadirkan tantangan bagi pelayanan penyeberangan. Pada masa libur panjang, Lebaran, dan Natal serta Tahun Baru, lonjakan kendaraan dan penumpang berpotensi menimbulkan antrean panjang di pelabuhan. Situasi ini menegaskan bahwa konektivitas tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan kapal dan jalur penyeberangan. Infrastruktur dermaga yang memadai juga diperlukan agar proses naik-turun kapal berlangsung lebih lancar, waktu tunggu dapat ditekan, dan pengguna jasa memperoleh pelayanan yang lebih nyaman.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Menjawab kebutuhan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai merealisasikan pembangunan Dermaga II di Pelabuhan Tanjung Kalian pada April 2026. Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp60 miliar yang seluruhnya bersumber dari ASDP. Pembangunan tersebut direncanakan berlangsung sekitar delapan bulan, dengan target penyelesaian pada November 2026 agar dermaga dapat mendukung operasional pelabuhan pada awal 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas layanan penyeberangan pada salah satu jalur strategis penghubung Bangka dan Sumatera.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Pengembangan tidak berhenti pada penambahan dermaga. Pada 22 Juni 2026, ASDP juga menggelar peletakan batu pertama atau groundbreaking Dermaga II sekaligus peningkatan kapasitas Dermaga I. Berdasarkan informasi resmi perusahaan, Dermaga II dirancang untuk melayani kapal dengan kapasitas maksimal 1.000 gross tonnage (GT), dengan panjang 58 meter dan lebar 13 meter. Sementara itu, Dermaga I ditingkatkan kapasitasnya agar mampu melayani kapal hingga 2.000 GT, dengan panjang 70 meter dan lebar 15 meter. Kombinasi kedua fasilitas tersebut diharapkan membuat pengaturan sandar kapal lebih fleksibel dan mengoptimalkan operasional penyeberangan.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Dampak pengembangan infrastruktur tersebut dapat dilihat dari tingginya aktivitas lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan. ASDP mencatat, sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan ini telah melayani 76.875 penumpang dan 58.952 kendaraan. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi penyeberangan yang menghubungkan kedua wilayah. Dengan peningkatan kapasitas dermaga, ASDP berharap waktu tunggu sandar dapat ditekan dan perpindahan penumpang, kendaraan, serta logistik berlangsung lebih efisien.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Dari sisi operasional, keberadaan dua dermaga juga diharapkan memberikan ruang yang lebih leluasa bagi pengaturan kedatangan dan keberangkatan kapal. Layanan lintasan Tanjungk Kalian-Tanjung Api-Api selama ini didukung oleh kapal feri, termasuk KMP Madani, KMP Mutis, dan KMP Belanak. Peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kesiapan infrastruktur dengan kebutuhan armada dan pola perjalanan masyarakat. Meski demikian, kelancaran layanan tetap bergantung pada koordinasi operasional, kondisi cuaca, keselamatan pelayaran, dan pengelolaan arus kendaraan di kawasan pelabuhan.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Lebih jauh, manfaat pengembangan Pelabuhan Tanjung Kalian tidak hanya dirasakan oleh pengguna jasa penyeberangan. Kelancaran arus orang dan barang turut membuka peluang bagi kegiatan perdagangan, distribusi produk lokal, serta pergerakan sektor usaha di Bangka Barat dan wilayah sekitarnya. Pelabuhan yang semakin andal dapat membantu pelaku usaha menghubungkan produk dengan pasar yang lebih luas, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang membutuhkan transportasi antarpulau. Dalam konteks ini, investasi ASDP menjadi bagian dari penguatan infrastruktur yang menopang konektivitas sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.

Foto: SHID/Ruht Semiono

Pada akhirnya, pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I di Pelabuhan Tanjung Kalian memperlihatkan bahwa peran ASDP dalam memperkuat konektivitas laut nasional tidak hanya berkaitan dengan pengoperasian kapal feri, tetapi juga dengan pengembangan infrastruktur yang menjawab kebutuhan masyarakat. Keberhasilan proyek ini akan ditentukan oleh penyelesaian pembangunan sesuai standar keselamatan dan mutu, kesiapan operasional, serta peningkatan kualitas pelayanan setelah fasilitas digunakan. Dari Mentok, penguatan konektivitas tersebut diharapkan memperlancar hubungan Bangka dan Sumatera, memperkuat distribusi logistik, serta menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin andal bagi masyarakat Indonesia. Foto dan Teks: Ruht Semiono.