Kesra

Hari Mangrove Sedunia, Unicharm Indonesia dan DLHK Karawang Bersatu Pulihkan Ekosistem Pesisir

×

Hari Mangrove Sedunia, Unicharm Indonesia dan DLHK Karawang Bersatu Pulihkan Ekosistem Pesisir

Sebarkan artikel ini
Jaga Mangrove untuk Generasi Mendatang, Unicharm Indonesia Restorasi Pantai Karawang.(Doc : Unicharm)
Jaga Mangrove untuk Generasi Mendatang, Unicharm Indonesia Restorasi Pantai Karawang.(Doc : Unicharm)

SinarHarapan.id-Angin laut berhembus kencang di pesisir Pantai Jaya Bahari, Karawang. Di atas hamparan tanah berlumpur, ratusan tangan bergerak serempak menancapkan bibit mangrove ke dalam tanah. Aksi itu menjadi pemandangan penuh harapan bagi masa depan lingkungan pesisir Karawang.

Kegiatan bertajuk “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” ini digelar Unicharm Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang. Sebanyak 1.000 bibit pohon mangrove ditanam di kawasan Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan.

Penanaman ini menjadi momentum penting dalam menyambut Hari Mangrove Sedunia. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang vitalnya ekosistem mangrove bagi kehidupan manusia. Mangrove berperan sebagai penyerap karbon alami, pelindung garis pantai, sekaligus penahan erosi dan abrasi yang mengancam wilayah pesisir.

Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat Indonesia memiliki luas mangrove terbesar di dunia, mencapai 23 persen dari total global. Namun, kondisi mangrove nasional menghadapi tantangan serius. Alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran, hingga abrasi pantai menjadi ancaman nyata yang memerlukan tindakan restorasi segera.

Unicharm Indonesia, perusahaan yang telah beroperasi hampir 30 tahun di tanah air, merasa memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Perusahaan ini menggandeng DLHK Karawang menginisiasi penanaman 1.000 bibit pohon di sepanjang Pantai Jaya Bahari. Pemilihan lokasi didasarkan pada kondisi riil abrasi di Karawang.

Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang tahun 2020 mencatat lebih dari 23 kilometer garis pantai di Karawang mengalami abrasi buruk. Kondisi itu diperparah gelombang tinggi yang menggerus daratan. Mangrove hadir sebagai solusi alami untuk memperkuat pertahanan pesisir sekaligus memulihkan keseimbangan ekosistem.

Baca juga :“Target Nasional 2029: Unicharm Buktikan Tanggung Jawab Produsen dengan Drop Box dan Edukasi 3R”

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Karawang, Agus Mustaqim, memberikan apresiasi tinggi atas langkah tersebut. Menurutnya, mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pelindung daratan. Isu abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian.

“Kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karawang,” tutur Agus Mustaqim dalam sambutannya di lokasi penanaman. Ia berharap sinergi tersebut terus berlanjut demi masa depan pesisir Karawang yang lebih baik.

Direktur Unicharm Indonesia, Eiji Ito, menegaskan kepedulian lingkungan merupakan pilar fundamental bisnis korporasi. Dengan dua unit pabrik di Karawang, perusahaan memiliki tanggung jawab moral kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat. Hal itu sejalan dengan slogan perusahaan, Ethical Living for SDGs, yang menekankan keberlanjutan.

Sebelumnya, Unicharm Indonesia berkontribusi menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum pada 2021. Kini, perusahaan melanjutkan komitmennya melalui restorasi kawasan pesisir. Komitmen tidak berhenti pada penanaman. Pertumbuhan bibit mangrove akan dimonitor berkala untuk memastikan kelangsungan hidup tanaman secara optimal.

“Kami berharap upaya ini mampu mereduksi laju abrasi pantai, memulihkan keseimbangan ekosistem kelautan, memberikan rasa aman bagi warga sekitar, sekaligus menciptakan masa depan hijau bagi generasi mendatang,” tutur Eiji Ito. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi korporasi dan pemerintah mampu menghadirkan dampak positif bagi lingkungan.