SinarHarapan.id-PT Honda Prospect Motor (HPM) melakukan pergantian posisi puncak kepemimpinan. Masanao Kataoka resmi menjabat sebagai Presiden Direktur yang baru, menggantikan Shugo Watanabe dalam sebuah acara serah terima jabatan yang digelar di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Pergantian ini menandai babak baru bagi pabrikan asal Jepang tersebut di tengah persaingan industri otomotif nasional yang kian dinamis. Watanabe, yang memimpin Honda Indonesia selama beberapa tahun terakhir, secara resmi mengakhiri masa tugasnya setelah berkontribusi dalam sejumlah fondasi strategis perusahaan.
Ini Sosok Masanao Kataoka
Nama Masanao Kataoka bukanlah sosok baru di lingkungan Honda. Pria yang memulai kariernya di Honda pada tahun 2000 ini memiliki pengalaman lebih dari dua dekade, dengan lintasan karier yang melintasi sejumlah negara di Asia.
Kataoka pernah bertugas di bidang Marketing & Sales di Filipina dan Malaysia, sebelum kemudian memfokuskan diri pada Product Planning di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, ia bertanggung jawab dalam Life Cycle Business Planning serta Automobile Business Strategy—sebuah peran yang membawanya mendalami pengembangan portofolio produk yang selaras dengan perubahan kebutuhan konsumen global.
“Indonesia selalu menjadi salah satu pasar yang sangat penting bagi Honda secara global, dengan potensi yang besar serta lanskap industri otomotif yang sangat dinamis,” ujar Kataoka dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa dirinya ingin terus membawa Honda tumbuh bersama konsumen di Indonesia dengan menghadirkan pengalaman mobilitas yang menyenangkan, andal, dan relevan di setiap tahap kehidupan mereka.
Baca juga :Mudik Tenang Bareng Honda: 99 Dealer Siaga Tersebar, 3 di Antaranya Buka 24 Jam Selama Seminggu
Watanabe Tutup Masa Jabatan dengan Harapan Elektrifikasi
Di sisi lain, Honda menyampaikan apresiasi kepada Shugo Watanabe yang disebut telah berperan penting dalam memperkuat fondasi bisnis selama masa kepemimpinannya.
Watanabe dikenal sebagai figur yang mendorong penguatan jaringan dealer, peningkatan kualitas layanan purna jual, serta menjadi arsitek di balik langkah awal Honda menghadapi era elektrifikasi. Salah satu pencapaian yang disorot adalah peluncuran produk hybrid yang lebih massal di Indonesia.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari perjalanan Honda di Indonesia. Saya sangat bangga dengan pencapaian yang telah diraih bersama seluruh tim Honda Indonesia, serta dukungan dari para konsumen dan mitra kami,” ujar Watanabe.
Ia optimistis bahwa Honda akan terus berkembang dan menghadirkan nilai yang lebih besar bagi konsumen Tanah Air ke depannya.
Dua Strategi Utama di Era Kepemimpinan Baru
Ke depan, Honda menyiapkan dua pendekatan utama dalam menjalankan roda bisnis di Indonesia. Pertama, strategi produk yang lebih terstruktur. Kedua, penguatan jaringan dealer dan layanan purna jual.
Melalui strategi ini, Honda ingin memastikan setiap model dalam portofolio produknya memiliki peran yang jelas dalam mendukung perjalanan mobilitas konsumen di berbagai tahap kehidupan.
Kepemimpinan Kataoka diyakini akan membawa perspektif segar, mengingat pengalamannya di sejumlah pasar Asia Tenggara dinilai memberikan pemahaman mendalam mengenai karakter pasar serta ekspektasi konsumen di kawasan ASEAN.
Indonesia sendiri disebut sebagai salah satu pasar penting bagi Honda secara global, dengan potensi pertumbuhan besar serta karakter pasar yang terus berkembang.
