Kesra

Berbagi Cahaya Ramadan dari Jalur Energi

×

Berbagi Cahaya Ramadan dari Jalur Energi

Sebarkan artikel ini

PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi Subholding Gas Pertamina, menyalurkan santunan kepada yayasan yatim dan dhuafa sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) pada bulan Ramadan 1447 H.

SinarHarapan.id –  Di tengah bulan Ramadan yang sarat makna, PT Pertamina Gas (Pertagas) datang membawa sesuatu yang lebih dari sekadar bantuan. Perusahaan penyalur energi itu menyalurkan santunan bagi puluhan yayasan yatim dan dhuafa di berbagai daerah Indonesia.

Program berbagi tersebut menjangkau 39 yayasan yatim dan dhuafa di 19 kota dan kabupaten di Indonesia.

Menyambung Kepedulian di Bulan Suci

Bagi Pertagas, Ramadan bukan sekadar momentum religius. Bulan ini juga menjadi ruang refleksi tentang arti kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.

Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, perusahaan ingin memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi juga membawa manfaat sosial bagi lingkungan sekitar.

“Tahun 2026 ini, santunan diberikan kepada yayasan yatim dan dhuafa di 19 kota dan kabupaten,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/3).

Bantuan tersebut diberikan kepada yayasan yang berada di sekitar area operasi perusahaan.

Dengan demikian, hubungan antara perusahaan dan masyarakat tidak hanya terbangun melalui kegiatan industri, tetapi juga melalui kepedulian sosial.

Safari Ramadan dari Kota ke Kota

Penyaluran santunan menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan 1447 H yang digelar perusahaan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran direksi dan komisaris Pertagas menyerahkan santunan secara simbolis kepada perwakilan yayasan.

Acara berlangsung di delapan wilayah operasional perusahaan.

Setelah seremoni simbolis, bantuan kemudian disalurkan secara bertahap ke berbagai lokasi selama bulan Ramadan.

Bagi banyak anak yatim, kunjungan seperti ini bukan sekadar acara seremonial.

Kehadiran para pimpinan perusahaan memberi pesan bahwa mereka tidak dilupakan.

Beberapa anak bahkan terlihat antusias menyambut para tamu yang datang dari jauh.

Di sela kegiatan, para pengurus yayasan berbagi cerita tentang keseharian anak-anak yang mereka asuh. Ada yang bercita-cita menjadi dokter.
Ada pula yang ingin menjadi guru.

Ramadan seolah menjadi ruang untuk mengingatkan kembali bahwa harapan selalu tumbuh di tempat sederhana.

Menjaga Energi, Menjaga Kepedulian

Dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, manajemen Pertagas juga melakukan Management Walkthrough (MWT).

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas operasional perusahaan.

Terutama menjelang meningkatnya kebutuhan energi pada periode mudik dan Idulfitri.

Direksi, komisaris, dan manajemen meninjau berbagai fasilitas penting yang mendukung distribusi energi.

Langkah ini dilakukan agar penyaluran energi tetap berjalan aman dan andal.

Bagi Pertagas, keandalan operasional merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

Sulthani mengatakan, momentum berbagi pada Ramadan juga menjadi bentuk rasa syukur perusahaan atas kelancaran kegiatan operasional.

Di balik jaringan pipa yang panjang dan fasilitas industri yang kompleks, perusahaan ingin tetap menjaga nilai kemanusiaan.

Jaringan Energi yang Menghubungkan Nusantara

Saat ini Pertagas mengelola jaringan energi yang membentang luas.

Perusahaan mengoperasikan sekitar 2.930 kilometer pipa transportasi gas bumi.

Selain itu, Pertagas juga mengelola 605 kilometer pipa transportasi minyak bumi.

Jaringan tersebut menjadi tulang punggung distribusi energi di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui infrastruktur itu, gas bumi dan minyak mengalir dari sumber produksi menuju industri, pembangkit listrik, hingga kebutuhan masyarakat.

Energi yang mengalir melalui pipa-pipa itu tidak hanya menggerakkan ekonomi.

Ia juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Energi yang Mengalir Bersama Harapan

Melalui program sosial seperti santunan Ramadan, Pertagas berusaha menyeimbangkan antara operasi industri dan tanggung jawab sosial.

Perusahaan ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur energi juga membawa manfaat bagi masyarakat.

Terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar wilayah operasi.

Ramadan menghadirkan pengingat sederhana.

Bahwa di balik pipa-pipa baja yang membentang ribuan kilometer, ada manusia yang hidup berdampingan dengan industri energi.

Dan pada bulan suci ini, kepedulian itu mengalir—seperti energi—menyentuh mereka yang membutuhkan.