Nasional

BKKBN dan DPR RI Soroti Lonjakan Stunting di Sidoarjo, Tekankan Peran Keluarga

×

BKKBN dan DPR RI Soroti Lonjakan Stunting di Sidoarjo, Tekankan Peran Keluarga

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-BKKBN dan Komisi IX DPR RI kembali menggelar sosialisasi program Bangga Kencana di Kabupaten Sidoarjo. Acara ini bertujuan mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Mereka menggelar kegiatan di Gedung KPRI, Kecamatan Tarik, Jumat (21/11).

Beberapa tokoh kunci hadir memenuhi undangan. Mereka antara lain Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H. Suyarno dan Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati. Staf Ahli BKKBN Viktor Siburian dan Plh. Kepala Perwakilan Jatim Sukamto juga hadir. Kepala DP3AKB Sidoarjo Heni Kristiani turut hadir dalam sosialisasi itu.

Viktor Siburian menegaskan Indonesia Emas 2045 harus menjadi bangsa tangguh dan berdaya saing. Ia menyatakan keluarga sebagai komunitas terkecil merupakan fondasi utama. Menurutnya, para ibu memegang peran sebagai tiang keluarga yang sangat berpengaruh.

“Kita harus mempersiapkan anak-anak menjadi generasi berkualitas dengan gizi baik,” tegas Viktor. Ia menekankan pentingnya penerapan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Persiapan gizi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun menjadi kunci mutlak.

Viktor juga menyoroti peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Program Gerakan Teladan Ayah Indonesia (GATI) menegaskan keterlibatan ayah membentuk karakter anak. BKKBN pun berperan mengedukasi masyarakat dan bermitra dengan DPR RI.

“Pimpinan daerah harus sejalan dengan pemerintah pusat,” imbau Viktor. Dukungan masyarakat menjadi penentu keberhasilan seluruh program menuju Indonesia Emas. Tanpa dukungan itu, target bersama mustahil tercapai.

Baca juga : DPR RI dan BKKBN Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kepahiang

Sukamto menambahkan persoalan stunting tidak hanya berdampak pada fisik anak. Masalah ini juga mempengaruhi motorik dan perkembangan otak secara signifikan. Ia mengaitkan dispensasi kawin dengan potensi peningkatan angka stunting.

Keluarga berperan besar dalam pembentukan karakter anak, termasuk pengawasan penggunaan gawai. “Orang tua harus mengawasi anak dalam mengakses handphone,” pesan Sukamto. Pola asuh yang kurang baik menjadi penyebab utama stunting.

Pencegahan stunting memerlukan pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi seimbang. Pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu juga menjadi langkah krusial. Semua pihak harus terlibat aktif memerangi masalah ini.

Kepala DP3AKB Sidoarjo Heni Kristiani mengungkapkan capaian Indeks Keluarga Bangga masih berkembang. Ia menyatakan pembangunan keluarga masih perlu ditingkatkan lebih maksimal. “Stunting di Sidoarjo naik dari 8,4 menjadi 10,6,” ujarnya.

Heni menegaskan penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen. Tugas ini bukan hanya menjadi beban BKKBN semata. Semua pihak harus bergerak serentak menekan angka stunting demi generasi mendatang.