Nasional

Bukan Sekadar Kompetisi: Sampoerna Academy & ALMI Padukan Pendidikan dengan Riset Ilmiah

×

Bukan Sekadar Kompetisi: Sampoerna Academy & ALMI Padukan Pendidikan dengan Riset Ilmiah

Sebarkan artikel ini
Inventing Tomorrow: 123 Karya Inovasi Pelajar Indonesia Berlomba Ciptakan Solusi Masa Depan.(Doc)
Inventing Tomorrow: 123 Karya Inovasi Pelajar Indonesia Berlomba Ciptakan Solusi Masa Depan.(Doc)

SinarHarapan.id-Semangat inovasi menggelora di Sampoerna Academy L’Avenue, Jakarta. Ratusan pelajar dari berbagai penjuru Nusantara unjuk kebolehan dalam ajang STEAM Inter-School Competition 2026 yang mengusung tema “Inventing Tomorrow”. Kompetisi bergengsi di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia siap menjadi pencipta solusi, bukan sekadar pengguna teknologi.

Digelar sebagai bagian dari rangkaian STEAM Expo 2026, kompetisi antar sekolah ini menerima 123 karya inovatif dari berbagai daerah. Setelah melalui kurasi ketat, 31 finalis terbaik berhasil melaju ke babak akhir, berasal dari wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Pekanbaru, Sidoarjo, Malang, hingga Palembang.

Yang membuat ajang tahun ini berbeda adalah kolaborasi strategis dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Keterlibatan para ilmuwan muda Indonesia sebagai mitra dan dewan juri memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan para siswa tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan tantangan riset dan kebutuhan masyarakat.

Piero Botha, Principal of Sampoerna Academy L’Avenue, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk melampaui batas pembelajaran konvensional.

“Kami ingin mendorong siswa untuk tidak hanya menjadi pembelajar, tetapi juga pencipta solusi. Tema ‘Inventing Tomorrow’ mencerminkan komitmen kami menumbuhkan generasi yang berani bereksperimen, berpikir kritis, dan menghadirkan inovasi yang relevan bagi masa depan Indonesia. Kolaborasi bersama ALMI menghadirkan perspektif ilmiah yang autentik bagi para siswa, sehingga mereka bisa melihat langsung bagaimana sains bekerja di dunia nyata,” ujar Piero.

Menjembatani Pendidikan dan Riset Nasional

Hadirnya ALMI dalam kompetisi ini menjadi nilai tambah yang signifikan. Prasanti Widyasih Sarli, perwakilan ALMI, menekankan pentingnya ekosistem yang mendukung tumbuhnya talenta sains sejak dini.

Baca juga : TEDxSampoerna University Ajak Gen Z Mengulik Nilai Diri yang Tersisa

“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang yang mampu menghadirkan sains dan teknologi secara menarik, kontekstual, dan relevan bagi generasi muda. Kolaborasi lintas institusi seperti ini menjadi kunci agar talenta sains dapat berkembang dalam lingkungan yang suportif dan berkelanjutan. ALMI siap berperan sebagai mitra dalam memperkuat jejaring, menghadirkan inspirasi dari para ilmuwan muda, serta mendorong integrasi antara pendidikan, riset, dan kebutuhan masyarakat,” tegas Prasanti.

Kompetisi ini terbagi dalam tiga jenjang pendidikan: Primary School (Grade 5–6), Middle School (Grade 7–9), dan High School (Grade 10–12). Para finalis mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari para ahli dan akademisi.

Deretan Pemenang dengan Inovasi yang Menjanjikan

Dari puluhan karya yang tampil, dewan juri akhirnya memilih tiga pemenang terbaik di setiap kategori. Mereka berhak membawa pulang medali, sertifikat, dan hadiah uang tunai sebagai apresiasi atas dedikasi dan kreativitasnya.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang STEAM Inter-School Competition 2026:

Kategori Primary School (Grade 5–6):

Juara I: Amphibious Vehicle – Sampoerna Academy Medan

Juara II: Rain Sensor – Sampoerna Academy L’Avenue

Juara III: Bio-C Brawijaya Smart Bio-Chamber Activating Soil Microbes to Reduce Plastic Strength for a Sustainable Tomorrow – SD Brawijaya Smart School

Kategori Middle School (Grade 7–9):

Juara I: Power Mats – Sampoerna Academy Surabaya

Juara II: Solar Powered Weather Monitor – Sekolah Victory Plus

Juara III: Eco Sort: Trash Bin for Automatic Waste Sorting – Sekolah Bogor Raya

Kategori High School (Grade 10–12):

Juara I: Effectiveness of Essential Oil from Orange Peel (Citrus Sinensis) Against One of the Beef Spoiling Bacteria (Pseudomonas Aeruginosa) – SMA Bumi Cendekia Yogyakarta

Juara II: *KD-01: Portable Kidney Failure Detector Device Through Ammonia, Acetone from the Breath, and Tongue Imagery Using Machine Learning* – SMA 1 Bogor

Juara III: *Development of Minrva AI as a MediaPipe-YOLOv8-Based Computer Vision System for Real-Time Learning Concentration Monitoring* – SMAK 1 BPK Penabur Bandung

Nama-nama proyek yang rumit dan solusi yang ditawarkan membuktikan bahwa daya pikir kritis pelajar Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari pemanfaatan kulit jeruk untuk menghambat bakteri pembusuk daging, hingga alat pendeteksi gagal ginjal portabel berbasis machine learning, para pelajar ini telah menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkarya.

Piero Botha menutup dengan pesan optimis. “Kami bangga melihat semangat inovasi yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi generasi muda kita sangat besar. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka memiliki akses, bimbingan, dan ekosistem yang tepat untuk terus berkembang. Kami percaya, ketika siswa diberi kesempatan untuk bereksplorasi dan diuji dengan standar tinggi, mereka akan tumbuh menjadi inovator yang siap menjawab tantangan masa depan, dan membawa Indonesia menjadi bangsa yang unggul di bidang sains dan teknologi.”