Gaya Hidup

Cegah Kanker Lambung Sejak Dini, Siloam TB Simatupang Hadirkan UBT dan Endoskopi dengan Pendekatan Personal

×

Cegah Kanker Lambung Sejak Dini, Siloam TB Simatupang Hadirkan UBT dan Endoskopi dengan Pendekatan Personal

Sebarkan artikel ini
Infeksi H. Pylori Bisa Picu Kanker, Siloam TB Simatupang Siapkan Layanan Skrining dan Tindak Lanjut Komprehensif.(Doc: Siloam Hospitals TB Simatupang)
Infeksi H. Pylori Bisa Picu Kanker, Siloam TB Simatupang Siapkan Layanan Skrining dan Tindak Lanjut Komprehensif.(Doc: Siloam Hospitals TB Simatupang)

SinarHarapan.id-Siloam Hospitals TB Simatupang Hadirkan Layanan Komprehensif Deteksi Dini dan Bedah Kanker Lambung serta Saluran Cerna

Siloam Hospitals TB Simatupang resmi menghadirkan layanan terpadu untuk deteksi dini dan penanganan kanker lambung serta gangguan saluran pencernaan. Layanan ini mencakup pemeriksaan Urea Breath Test (UBT), endoskopi, hingga prosedur bedah digestif yang ditangani oleh subspesialis.

Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi rumah sakit dalam memperingati Hari Kanker Dunia 2026 yang mengusung tema “United by Unique”.

Tema tersebut menekankan pentingnya memahami perjalanan penyakit kanker secara personal dan melihat kebutuhan unik setiap pasien. Siloam Hospitals TB Simatupang meresponsnya dengan menghadirkan pendekatan diagnosis dan terapi yang disesuaikan dengan kondisi individu.

Deteksi Dini Infeksi H.Pylori Kunci Cegah Kanker Lambung
Salah satu fokus utama layanan ini adalah deteksi dini infeksi Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang diklasifikasikan sebagai karsinogen Kelas I oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (International Agency for Research on Cancer/IARC).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Subspesialis Gastroenterohepatologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa lebih dari separuh populasi dunia terinfeksi H. pylori. Bakteri ini hidup di mukosa lambung dan menghasilkan enzim urease yang memicu berbagai gangguan, mulai dari dispepsia, gastritis, ulkus lambung, hingga komplikasi berat seperti limfoma Malt dan kanker lambung.

Baca juga : Siloam TB Simatupang Jadi RS Swasta Pertama di Jakarta Pakai Alat Canggih TEG

“Diagnosis infeksi H. pylori dapat dilakukan secara non-invasif melalui UBT, atau secara invasif dengan endoskopi dan biopsi lambung. UBT menjadi pilihan utama karena memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Selain mendeteksi infeksi, UBT juga berperan mengevaluasi keberhasilan terapi eradikasi dan kemungkinan kekambuhan,” ujar dr. David.

Ia menambahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi H. pylori turut meningkatkan risiko terbentuknya polip usus besar, terutama jenis polip tertentu yang dapat menjadi cikal bakal kanker. “Deteksi dan pengobatan dini sangat penting karena dapat mencegah polip usus besar pada orang dewasa,” katanya.

Endoskopi dan Bedah Digestif untuk Penanganan Lanjutan
Bagi pasien dengan kondisi lanjut atau kasus khusus, Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan layanan endoskopi lengkap, meliputi gastroskopi, kolonoskopi, kapsul endoskopi tanpa bius, serta nasal endoskopi.

Penanganan bedah dilakukan oleh subspesialis bedah digestif. Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Digestif, dr. Mudatsir, M.Ked(Surg), SpB, Subsp.BD(K), Finacs, menjelaskan bahwa terapi kanker saluran cerna bersifat sangat individual. Strategi pengobatan ditentukan berdasarkan kondisi pasien, ukuran tumor, dan luas penyebarannya.

“Jika penyebaran belum meluas ke organ lain, operasi kuratif dapat dilakukan. Tindakan ini mencakup pengangkatan jaringan tumor beserta segmen usus yang terlibat dan cabang pembuluh darahnya untuk menekan risiko kekambuhan,” jelas dr. Mudatsir.

Ia juga menekankan pentingnya skrining. Pada kanker kolorektal, misalnya, deteksi dini dapat dimulai dari pemeriksaan darah samar pada feses dan penanda tumor CEA. Jika ditemukan kecurigaan keganasan, prosedur kolonoskopi akan membantu visualisasi kondisi saluran cerna secara utuh.

Solusi One-Stop dari Deteksi hingga Tindak Lanjut
Direktur Siloam Hospitals TB Simatupang, Dr. Dewi Wiguna, M.Sc, menegaskan bahwa ketersediaan layanan diagnostik dan kolaborasi multidisiplin menjadikan pihaknya sebagai solusi satu atap bagi penanganan penyakit pencernaan.

“Kami memadukan UBT, endoskopi, dan pemeriksaan penanda tumor saluran cerna seperti CEA dan CA 72-4 untuk kanker lambung dan kolorektal. Layanan ini juga menerima rujukan dari rumah sakit non-Siloam. Harapannya, semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang tepat dan personal,” ujar Dr. Dewi.

Persiapan Pasien Sebelum UBT dan Endoskopi
Pemeriksaan UBT terbilang mudah dan nyaman. Pasien hanya perlu berpuasa minimal empat jam sebelum prosedur. Konsumsi obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) seperti omeprazole dan lansoprazole harus dihentikan minimal 14 hari sebelumnya. Antibiotik anti-H. pylori dan terapi bismuth dihentikan minimal 30 hari sebelum pemeriksaan.

Prosedur diawali dengan meniup kantung sampel pertama, dilanjutkan mengonsumsi tablet urea, berbaring ke sisi kiri selama lima menit, duduk tegak 15 menit, lalu meniup kantung sampel kedua. Kedua sampel akan diperiksa di laboratorium. UBT di Siloam Hospitals TB Simatupang tersedia setiap hari pukul 07.00–20.00 WIB, dengan hasil keluar dalam waktu sekitar empat jam.

Untuk endoskopi, pasien perlu berdiskusi dengan dokter, menginformasikan alergi dan obat yang dikonsumsi, serta berpuasa delapan jam sebelum prosedur. Pasien juga disarankan mengenakan pakaian nyaman dan didampingi pengantar untuk pulang.