Kesra

Dari Noken untuk Indonesia, Pelajar Paniai Suarakan Pancasila dan Persatuan

×

Dari Noken untuk Indonesia, Pelajar Paniai Suarakan Pancasila dan Persatuan

Sebarkan artikel ini

SMA Negeri 1 Paniai Timur memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 melalui lomba pidato bertema Noken dan Pancasila untuk merajut persatuan dan kebhinekaan.

SinarHarapan.id – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, berlangsung dengan cara yang berbeda dan penuh makna. Para pelajar SMA Negeri 1 Paniai Timur tidak hanya memperingatinya melalui kegiatan seremonial, tetapi menjadikan momentum 1 Oktober 2026 sebagai ruang untuk berbicara tentang Pancasila, budaya Papua, persatuan, dan masa depan generasi muda.

Melalui Lomba Pidato Hari Kesaktian Pancasila antar kelas, para pelajar mengangkat tema “Noken dan Pancasila: Merajut Persatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika.” Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dalam menyongsong Hari Ulang Tahun SMA Negeri 1 Paniai ke-32.

Tema itu membawa pesan yang sederhana namun kuat. Noken, yang lekat dengan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Papua, ditempatkan bukan sekadar sebagai benda budaya, tetapi sebagai simbol kebersamaan, kekeluargaan dan kehidupan sosial. Sementara Pancasila menjadi titik temu yang mempersatukan keberagaman masyarakat Indonesia.

Para peserta yang merupakan perwakilan kelas X, XI dan XII tampil menyampaikan gagasan mereka di hadapan Kepala Sekolah, dewan guru dan warga sekolah. Dari podium sederhana di lingkungan sekolah, para pelajar berbicara mengenai pentingnya menjaga persatuan tanpa kehilangan kebanggaan terhadap identitas dan budaya Papua.

Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda Paniai untuk belajar menyampaikan pendapat secara terbuka dan bertanggung jawab. Mereka dilatih untuk berani berbicara di depan umum, berpikir kritis, membangun rasa percaya diri serta memahami bahwa perbedaan suku, agama, bahasa dan budaya merupakan bagian dari kehidupan bersama yang harus dihargai.

Kepala SMA Negeri 1 Paniai Timur, Marcelina Mote, S.Pd., M.M., berharap kegiatan tersebut dapat mendorong peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, memiliki wawasan kebangsaan serta mampu menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Bagi sekolah, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui pelajaran di dalam kelas. Nilai Pancasila dapat dibuat lebih dekat dengan kehidupan siswa ketika dikaitkan dengan budaya dan pengalaman yang mereka kenal sehari-hari.

Semangat tersebut terlihat dari penampilan para peserta. Mereka tidak hanya berlomba untuk menjadi juara, tetapi membawa pemikiran tentang bagaimana generasi muda Papua dapat menjaga budayanya, menghargai sesama dan mengambil bagian dalam membangun masa depan daerahnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Ria Korina Nawipa dari Kelas X 7 berhasil meraih Juara I. Kesia Kayame dari Kelas XII A1 meraih Juara II, sementara Westing Bunai dari Kelas XI A4 meraih Juara III.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa budaya lokal dan pendidikan kebangsaan dapat berjalan berdampingan. Anak-anak Papua dapat tumbuh dengan kebanggaan terhadap identitas dan tanah kelahirannya sekaligus mempelajari nilai kebersamaan yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dari Paniai, pesan itu disampaikan melalui suara generasi muda:

“Noken mengajarkan kita tentang kebersamaan, Pancasila mengajarkan kita tentang persatuan. Dari Papua untuk Indonesia, kita rajut keberagaman dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.”

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar sebuah tanggal dalam kalender sekolah. Ia menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbicara tentang siapa mereka, budaya yang mereka banggakan, serta kehidupan bersama yang ingin mereka bangun di masa depan.