Kesra

DNIKS–BAKTI–BBPPKS Perkuat Literasi Digital untuk Disabilitas dan Prasejahtera

×

DNIKS–BAKTI–BBPPKS Perkuat Literasi Digital untuk Disabilitas dan Prasejahtera

Sebarkan artikel ini

Pelatihan TIK Inklusif di Banjarmasin Dorong Kemandirian Kelompok Rentan

SinarHarapan.id – Suasana hangat memenuhi aula Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial di Banjarmasin, Kamis (27/11). Sejak pagi, puluhan peserta, yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas dan warga prasejahtera, berkumpul untuk memulai perjalanan baru mereka di dunia digital.

Di hadapan mereka, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Dr. A. Effendy Choirie, menyampaikan harapannya. Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini, katanya, bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya besar untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia inklusif sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pelatihan ini adalah komitmen pemerataan pendidikan. Semua warga negara berhak menikmati perkembangan teknologi digital,” ujar pria yang akrab disapa Gus Choi itu.

Menggandeng Banyak Pihak untuk Satu Tujuan

Program pelatihan ini digelar melalui kerja sama DNIKS, BAKTI Kominfo, dan BBPPKS Kalimantan Selatan. Sejumlah tokoh hadir memberi dukungan, mulai dari Kepala BBPPKS Kalsel Yadi Muchtar, Direktur BAKTI Komdigi Wahyu Arvianto, hingga Wakil Ketua LKKS Kalimantan Selatan Hesly Junianto.

Loretta Kartikasari, Ketua Panitia sekaligus pengurus DNIKS, turut mendampingi. Hadir pula para pengurus DNIKS lainnya, termasuk Wakil Ketua Umum Rudi Andries, serta Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Rifky Hakim.

Kepada para peserta, Gus Choi kembali menegaskan manfaat praktis pelatihan ini, mulai dari pengenalan TIK dasar hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung kegiatan usaha. “Gunakan pelatihan ini untuk mendorong usaha yang sudah dijalankan. Banyak ilmu yang bisa langsung dipraktikkan,” ujarnya.

Konten Positif sebagai Jalan Baru Penghidupan

Di tengah meningkatnya peluang ekonomi digital, Gus Choi juga mendorong peserta untuk berani tampil, berkreasi, dan produktif menghasilkan konten. “Konten yang ditonton banyak orang bisa dimonetisasi. Pelan-pelan ini bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” katanya.

Ia menekankan pentingnya interaksi aktif antara peserta dan para pelatih. Sebagian besar trainer yang hadir telah memiliki sertifikat internasional dan pengalaman panjang di dunia digital. “Tanyakan sebanyak-banyaknya. Para pelatih ini punya prestasi dan kompetensi besar,” tambahnya.

Usai pembukaan, Gus Choi bersama para pejabat BBPPKS dan jajaran DNIKS meninjau ruang-ruang kelas tempat peserta mulai mengenal perangkat, aplikasi, dan platform digital secara langsung.

Peluang Baru bagi Kelompok Rentan

Di sisi lain, Kepala BBPPKS Kalsel, Yadi Muchtar, menilai kolaborasi ini sebagai langkah nyata memperluas literasi digital bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Ia menilai teknologi digital telah membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Banyak penyandang disabilitas kini menjadi content creator, penjual daring, bahkan trainer digital. Begitu pula keluarga prasejahtera yang berhasil meningkatkan pendapatan setelah belajar membuat konten produk atau memahami algoritma media sosial,” kata Yadi.

Ia berharap para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk terus mencoba hal baru. “Dunia digital itu luas. Pelatihan ini baru langkah pertama untuk masuk ke peluang besar di dalamnya.”

Menurut Yadi, teknologi telah membuktikan diri sebagai alat pemberdayaan. “Asal mau belajar, kita bisa berkembang. Harapannya, lahir individu-individu yang lebih percaya diri, mandiri secara ekonomi, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan komunitasnya.”