Gaya Hidup

Garuda Perkuat Green Airline melalui Upcycling Material Pesawat Bersama EIGER

×

Garuda Perkuat Green Airline melalui Upcycling Material Pesawat Bersama EIGER

Sebarkan artikel ini
Garuda dan EIGER Ubah Rompi Pelampung serta Kursi Pesawat Bekas Jadi Tas Fungsional.(Doc : EIGER)
Garuda dan EIGER Ubah Rompi Pelampung serta Kursi Pesawat Bekas Jadi Tas Fungsional.(Doc : EIGER)

SinarHarapan.id-Jakarta menjadi titik awal langkah Garuda Indonesia mengolah material pesawat yang habis masa operasional menjadi produk bernilai tambah. Maskapai nasional itu menggandeng EIGER untuk mengubah rompi pelampung dan pelapis kursi pesawat bekas menjadi pouch fungsional bagi pelanggan dalam upaya memperkuat praktik penerbangan berkelanjutan lebih hijau.

Material itu terdiri atas sekitar 60 kilogram rompi pelampung dan 30 kilogram pelapis kursi. Melalui pendekatan upcycling, kedua bahan diolah menjadi beberapa varian pouch, termasuk produk berbahan pelapis kursi berwarna hitam dan cokelat. Karakter asli material tetap dipertahankan agar setiap produk punya ciri khas kuat.

Produk kolaborasi diperkenalkan lewat showcase flight GA118 rute Jakarta–Kualanamu pada 6 Oktober 2026. Sebanyak 200 produk koleksi disiapkan untuk memperkenalkan inovasi kepada pelanggan. Langkah ini memperlihatkan material operasional yang selesai bertugas masih bisa hidup kembali sebagai barang fungsional dengan cerita perjalanan yang melekat sangat kuat.

Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro mengatakan komitmen green airline tidak hanya lewat efisiensi operasional penerbangan. Menurutnya, pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab juga menjadi bagian penting. Bersama EIGER, Garuda ingin menunjukkan material pesawat yang selesai beroperasi tetap dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai tambah.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026). Garuda menilai kolaborasi ini membuka ruang inovasi bersama brand lokal Indonesia. Nilai tambah produk tidak hanya berasal dari fungsi pouch, tetapi juga dari cerita keberlanjutan yang dibawa setiap tas kecil tersebut ke pasar konsumen yang lebih luas.

Baca juga : WALHI Jabar Apresiasi Keterbukaan EIGER Nature dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan

Inisiatif ini juga menjadi bagian keikutsertaan Garuda Indonesia dalam The Aviation Challenge 2026. Ajang internasional itu diselenggarakan SkyTeam dengan dukungan International Air Transport Association. Program tersebut mendorong inovasi dan penerapan praktik keberlanjutan di industri penerbangan, termasuk pengelolaan material operasional yang telah habis masa gunanya kembali. 

Material Pesawat Bekas Garuda Kini Hidup Kembali sebagai Tas Kecil Ber cerita.(Doc : EIGER)
Material Pesawat Bekas Garuda Kini Hidup Kembali sebagai Tas Kecil Ber cerita.(Doc : EIGER)

Bagi Garuda, langkah ini memperluas pemanfaatan material operasional yang telah habis masa gunanya menjadi produk bernilai tambah. Kolaborasi dengan EIGER membuka peluang inovasi bersama industri lokal. Garuda juga ingin memperkuat penerapan praktik penerbangan yang lebih berkelanjutan di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin sadar lingkungan luas.

Produk hasil kolaborasi membawa karakter material asli sehingga setiap pouch memiliki identitas berbeda. Selain berfungsi sebagai tempat menyimpan perlengkapan, tas kecil itu menyimpan cerita tentang perjalanan penerbangan Garuda Indonesia. Pendekatan upcycling membuat barang yang semula limbah operasional berubah menjadi koleksi bernilai dan layak digunakan kembali.

Langkah ini memperlihatkan kolaborasi maskapai dan merek lokal tidak berhenti pada kampanye. Garuda menyediakan material, sementara EIGER mengolahnya menjadi produk fungsional. Hasilnya, limbah operasional pesawat mendapat fungsi baru, sekaligus memperkuat pesan bahwa industri penerbangan dapat mengambil peran dalam ekonomi sirkular yang lebih konkret dan terukur.

Ke depan, Garuda Indonesia berharap kemitraan dengan EIGER terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak. Inovasi berbasis pemanfaatan kembali material pesawat diharapkan memperkuat citra green airline. Dengan begitu, setiap produk tidak hanya menjadi cenderamata perjalanan, tetapi juga simbol tanggung jawab lingkungan yang dibawa pulang pelanggan.