Ayesha (Dok)

SinarHarapan.id – Sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, seorang anak 13 tahun yang berdomisilli di Bekasi, mengalami perundungan di sekolahnya karena memakai kacamata tebal.

Sedih dan bingung, itulah perasaan yang dirasakan ibu, Sri Utami, orang tua Ayesha saat tahu anak sulungnya mengalami mata minus tinggi. Ia juga baru mengetahuinya saat pertama kali memeriksakan mata anaknya ke optik, saat itu anaknya duduk di kelas 1 Sekolah Dasar.

“Waktu itu sakit hati banget, Ayesha pernah nangis-nangis karena ada teman sebayanya mengejek kondisi mata Ayesha yang pakai kacamata tebal,” kata Sri Utami, orang tua Ayesha, kepada media beberapa waktu lalu.

“Pertama kali periksa mata, Minusnya sudah 6,” kata Sri. Air matanya terjatuh dan tak terbendung, melihat kenyataan bahwa sang anak harus menggunakan kacamata tebal sepanjang hidupnya.

Sejak pertama kali periksa mata ini, sebagai seorang ibu tentu tidak diam saja untuk terus berjuang mendapatkan pengobatan demi menurunkan mata minus anaknya. Menurut pengakuan ibunya, mereka sudah melakukan berbagai macam metode seperti vitamin madu, obat herbal, kacamata khusus, dan masih banyak lagi, namun tidak kunjung membuahkan hasil.

“Akhir-akhir ini, Ayesha selalu mengeluhkan kalau matanya makin buram. Kacamata yang Ayesha gunakan makin tidak nyaman. Gimana saya tidak khawatir? Jujur saya takut banget kalau mata minusnya Ayesha semakin tinggi,” kata Sri.

Ayesha bercerita bahwa dirinya takut mendengar ukuran mata minusnya kalau ia melakukan pemeriksaan mata lagi, tak jarang ia juga menangis di pelukan ibunya, karena tidak bisa menerima kenyataan bahwa mata minusnya terus bertambah besar.

Masih harus berjuang untuk kesembuhan mata minus tinggi anaknya, ia juga harus selalu menerima sang anak pulang sekolah dalam kondisi menangis, karena terus diejek teman-teman sekolahnya

“Ya dibilang kacamata botol lah, kok bisa sih minus tinggi, kok bisa sih kacamatanya begitu…siapa sih yang mau kayak begini, punya mata minus setinggi ini, saya pengen anak saya sembuh…perasaan saya hancur sekali setiap melihat dia menangis,” kata Sri lagi.

Sampai sekarang pun Ayesha dan Ibunya masih berusaha mencari solusi untuk mengatasi mata minus tingginya, berharap ada keajaiban yang muncul untuk membantu masalah mereka. Karena tentu saja hal ini bisa mengancam masa depan dan mental anaknya.

 

Terapi Ortho K

Setelah berita viralnya tersebut, akhirnya Ayesha mendapat kesempatan untuk melihat harapannya lepas dari kacamata, dengan menggunakan Orthokeratology atau yang lebih dikenal dengan Ortho K. Layanan Ortho K yang bisa menurunkan mata minus dan silinder tanpa harus operasi di VIO Optical Clinic.

Terapi Ortho K adalah terapi pembentukan ulang kornea mata yang bertujuan untuk menghambat dan menurunkan pertumbuhan miopi atau mata minus tanpa proses pembedahan atau operasi. Metodenya menggunakan lensa kontak berbahan Rigid Gas Permeable (RGP) yang digunakan pasien saat tidur minimal 8 jam per hari.

Perubahan signifikan ini tidak hanya memperbaiki penglihatannya tetapi juga memberikan dorongan besar pada kepercayaan diri dan kualitas hidupnya.

Layanan Ortho K di VIO Optical Clinic. (Dok)

“Waktu pertama kali datang ke VIO rasanya degdegan ya. Anak saya, Ayesha, juga sampai nangis karena setakut itu melihat hasil pemeriksaannya. Dan ternyata benar aja, minusnya tinggi sampai -11.00 Namun yang bikin sedikit tenang, Dokter Mata yang menangani menginfokan bahwa minusnya Ayesha bisa turun dengan Ortho K,” kata Sri.

“Setelah satu minggu memakai Ortho K ini, rasanya tuh kaget banget karena Ayesha udah merasa penglihatannya makin jelas dan Ayesha mulai terbiasa beraktivitas tanpa kacamata,” ungkap haru Sri Utami.

Andri Agus Syah, OD. FPCO. FAAO, founder sekaligus Dokter Optometri di VIO Optical Clinic, mengungkapkan, “Mata minus yang tinggi yang dialami Ayesha ini menjadi isu yang cukup serius karena kondisi ini bisa berujung pada komplikasi seperti retina lepas, glaukoma, mata malas, katarak, dan penyakit mata lainnya yang bisa menurunkan kualitas hidup anak serta berpengaruh pada mental mereka.”

Andri Agus Syah, OD. FPCO. FAAO, founder sekaligus Dokter Optometri di VIO Optical Clinic. (Dok)

“Ortho K hadir untuk bisa menghambat laju pertumbuhan mata minus anak serta meminimalisir risiko komplikasi tersebut. Bahkan dengan adanya Ortho K, anak bisa bebas dari ketergantungan kacamata dan penglihatannya bisa lebih baik sehingga berpengaruh pada kualitas hidup mereka,” kata Andri.

VIO Optical Clinic yang berdiri sejak tahun 2013 dibawah naungan Dokter Optometri lulusan Cebu Doctor University Phillipine berpengalaman yang tersertifikasi dari Fellow American Academy of Optometry (FAAO) dan memiliki spesialisasi dibidang Vision Therapy (Terapi Penglihatan) berskala global Internasional.

Dokter Optometri VIO Optical Clinic bersinergi dengan Dokter Spesialis Mata yang siap membantu untuk menangani permasalahan mata pasien. Pelayanan Vision Therapy di VIO Optical Clinic didukung dengan peralatan pemeriksaan yang up to date dan lengkap yang sekaligus berfungsi untuk mendeteksi penyakit yang membahayakan kesehatan mata, serta ditangani oleh Eyecare Professional terlatih.