Pohon berkonsep desa ini menjadi magnet utama. Desain multilayernya memadukan imajinasi, arsitektur dekoratif, dan storytelling. Bagian bawahnya menampilkan deretan rumah-rumah kecil bergaya cottage Eropa nan menawan.
Setiap rumah cottage pada pohon itu memiliki bentuk berbeda-beda. Detailnya sangat lengkap, mulai jendela mungil, balkon mini, hingga pintu kecil. Pintu itu seolah mengajak pengunjung masuk ke dalam dunia ajaib.
Porch unik menyerupai teras rumah musim dingin menjadi ciri khas instalasi. Area ini langsung menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto. Desainnya menghadirkan kesan nyata seperti di desa bersalju.
Porch tersebut menampilkan detail tekstur kayu dan bingkai lampu. Dekorasi wreath semakin memperkuat nuansa liburan. Setiap elemennya terasa sangat hidup dan memanjakan mata.
Saat malam tiba, ratusan lampu dekorasi langsung menyinari seluruh sudut pohon. Permainan cahaya berlapis menciptakan transformasi visual sempurna. Pohon itu pun tampak benar-benar hidup dan magis.
Cahaya hangat memancar dari jendela cottage-cottage mungil. Iluminasi vertikal kemudian mengarahkan pandangan ke puncak pohon. Efeknya menghadirkan sensasi hangatnya musim dingin di Eropa.
Instalasi ini sengaja menempati titik strategis di Central Garden. Pengunjung dapat mengelilinginya 360 derajat. Setiap sudut menawarkan perspektif dan pengalaman visual yang berbeda.
Manajemen One Satrio menyatakan konsep ini sebagai wujud komitmen mereka. Mereka ingin menghadirkan ruang publik kreatif dan inspiratif. Tujuannya, menyentuh emosi pengunjung selama musim liburan.
Christmas Village ini menjadi bagian dari Festive Season Series. One Satrio juga menggelar beragam aktivitas pendukung. Mereka memastikan pengalaman liburan pengunjung terasa lebih imersif dan berkesan.