Ketua Dewan Pengurus Pusat IWAPI, Ir Nita Yudi, MBA, menyatakan bahwa di usia organisasi yang semakin matang, transformasi digital adalah keniscayaan. “Kita mendorong perempuan-perempuan untuk terus bertransformasi ke digital,” tegasnya dalam sambutan.
Menurut Nita, digitalisasi saja tidak cukup. Untuk naik kelas dan berdaya saing global, diperlukan kolaborasi lintas sektor. “Tema ini kami godok sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kolaborasi ekonomi inklusif, transformasi digital, dan daya saing,” ujarnya.
Nita menyoroti dua program utama: akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbaru yang lebih dipermudah, dan kemudahan perizinan melalui Nomor Induk Berusaha (NIB). IWAPI sendiri pernah menjadi mitra strategis pemerintah dalam sosialisasi NIB hingga ke Papua, NTB, dan Jawa Timur. “Sekarang ada pembaruan regulasi agar NIB lebih tertib, sehingga perlu lagi sosialisasi,” tambahnya.
Organisasi telah membentuk IWAPI Digital dengan empat pilar: penguatan organisasi, marketplace, edukasi online, dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM. “Kami terus melatih dari daerah ke daerah supaya perempuan pengusaha melek digital. Jangan sampai ada yang tertinggal. No one left behind,” tegas Nita. IWAPI juga mendorong kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk profesionalisme usaha.
Perayaan HUT ke-51 ini digelar pada Selasa, 10 Februari 2026, dan dibuka secara resmi oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman serta disambut Wakil Menteri Investasi/BKPM Todotua Pasaribu.
Acara ini tidak hanya seremonial, tetapi juga praktis. Terdapat pasar produk anggota, helpdesk sertifikasi halal, helpdesk NIB dari BKPM, layanan cek kesehatan, serta edukasi dari perbankan seperti BSI dan BRI mengenai akses KUR. Langkah konkret ini menunjukkan upaya IWAPI untuk langsung menyentuh kebutuhan riil pengusaha perempuan di akar rumput, memadukan semangat hari jadi dengan aksi nyata memperkuat fondasi ekonomi digital mereka.