Ekonomi

IWBIF 2026: Ketika Pengusaha Perempuan Indonesia Mendunia

×

IWBIF 2026: Ketika Pengusaha Perempuan Indonesia Mendunia

Sebarkan artikel ini
51 Tahun IWAPI: Membangun Jembatan Bisnis Perempuan ke Panggung Global.(Doc : Red)
51 Tahun IWAPI: Membangun Jembatan Bisnis Perempuan ke Panggung Global.(Doc : Red)

SinarHarapan.id-Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menggelar International Women Business & Investment Forum (IWBIF) 2026 selama dua hari, 15-16 Oktober 2026. Forum ini menandai langkah strategis pengusaha perempuan menembus rantai pasok global yang selama ini didominasi pelaku usaha besar.

Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA, menegaskan bahwa IWBIF 2026 bukan sekadar pertemuan biasa. Forum internasional perdana ini lahir dari kerja sama IWAPI dengan Association Women Entrepreneur Conference (AWEC) dari China dan BRICS Women’s Business Alliance (WBA) yang diketuai Anna Nesterova dari Rusia. Kolaborasi lintas benua ini menjadi fondasi kuat bagi pengusaha perempuan Indonesia untuk go global.(16/10) 

“Melalui forum ini, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi pengusaha perempuan Indonesia untuk membangun jejaring internasional, menjalin kemitraan bisnis, serta memperkenalkan produk unggulan Indonesia ke pasar global,” ujar Nita. Harapan besar itu kini menjadi kenyataan yang terwujud dalam forum bersejarah tersebut.

Kolaborasi Lintas Negara, IWAPI Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Internasional.(Doc : Red)
Kolaborasi Lintas Negara, IWAPI Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Internasional.(Doc : Red)

Forum ini diikuti delegasi dari China, Malaysia, Rusia, dan Indonesia. Hadir pula Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. IWBIF 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor berjalan selaras.

Baca juga :IWAPI Usia 51 Tahun, Transformasi Digital Jadi Motor Dorong Pengusaha Perempuan ke Pasar Global

Rangkaian kegiatan forum dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis. Konferensi, diskusi bisnis, business matching, jejaring usaha, jamuan makan malam, serta pameran produk dengan 45 stan tersaji selama dua hari. Setiap sesi diskusi menghadirkan narasumber kompeten yang membahas peluang pasar, investasi, dan strategi menembus jaringan distribusi lintas negara.

Sejumlah peluang perdagangan konkret mulai dijajaki dalam forum ini. Komoditas ubi jalar, cengkeh, dan kopi menjadi primadona. Rusia disebut memiliki potensi besar untuk pengembangan perdagangan kopi Indonesia. Sementara itu, penjajakan kerja sama produk pangan organik dilakukan bersama mitra dari Spanyol yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk alami Indonesia.

Sebelum forum utama, para delegasi mengikuti pemaparan peluang investasi dari Kementerian Investasi/BKPM dan Kementerian Perdagangan. Mereka juga mengunjungi pameran Trade Expo Indonesia untuk melihat produk unggulan nasional. Kunjungan ke kawasan PIK 2 dan Dreamville melengkapi rangkaian acara, memperkenalkan potensi kawasan kepada delegasi internasional. Semua dirancang untuk memberi pengalaman komprehensif tentang Indonesia.

IWAPI memiliki lebih dari 40.000 anggota tersebar di 38 provinsi dan 389 kabupaten/kota. Organisasi yang telah berdiri 51 tahun ini mencatat 98 persen anggotanya merupakan pelaku UMKM. Jaringan luas ini menjadi modal berharga untuk mendorong pengusaha perempuan meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan membangun kemitraan berkelanjutan yang saling menguntungkan.

Di tingkat internasional, IWAPI dipercaya menjadi focal point dalam ASEAN Women Entrepreneurs Network (AWEN) dan bagian dari BRICS Women’s Business Alliance. Keterlibatan dalam jaringan tersebut memperluas kesempatan anggota untuk bertukar pengalaman dan menjajaki peluang bisnis di negara mitra. Dua anggota IWAPI, Sago Lesius dan Arsilia, mendapat pengakuan sebagai bagian dari 1.000 peserta UMKM unggulan dalam forum bergengsi tersebut.

IWAPI berharap IWBIF dapat menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan bergiliran di negara-negara mitra. Melalui forum ini, jalan bagi pengusaha perempuan Indonesia untuk memperluas kemitraan internasional semakin terbuka lebar. Dengan dukungan jaringan bisnis yang luas dan peningkatan kapasitas usaha, UMKM perempuan diharapkan mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok internasional.