Kla Project, (Katon, Lilo, Adi) Meluncurkan Vinyl (Piringan Hitam) Album live konser KLakustik. Foto: Rudolf Adji

SinarHarapan.id – Grup band legend KLA Project merilis kembali album KLakustik dalam bentuk piringan hitam atau vinyl.

Album yang rilis perdana pada tahun 1996 tersebut berisikan 16 lagu terbaik band yang beranggotakan Katon Bagaskara (vokal, gitar), Lilo (vokal, gitar), dan Adi Adrian (piano) tersebut. KLakustik, di bawah naungan Pro Sound–pelopor label musik yang membawa genre pop kreatif di Indonesia.

Adi Adrian selaku pemain piano KLA Project membeberkan alasan album KLakustik dipilih dirilis ulang dalam bentuk vinyl.
“KLakustik ini merupakan momentum bersejarah bagi KLA Project. Waktu itu KLakustik itu membawakan lagu-lagu akustik dari KLA Porject lalu direkam secara live. Dan kami ingin waktu itu merilis fisik agar bisa diperdengarkan lagi saat itu,” kata Adi dalam jumpa pers di daerah Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/24).

Menurut Katon, vinyl merupakan sebuah kemasan yang prestisius.
“Jika suka dengan band-nya, belilah juga albumnya dan belajarlah menjadi kolektor. Pilih band yang kita suka dan koleksi, karena audio dari vinyl itu sangat hangat seakan penyanyinya ada di hadapan kita,” ungkap Katon Bagaskara

“Banyak sekali permintaan untuk kembali merilis album “KLakustik” dalam bentuk vinyl. Album tersebut juga berisikan lagu-lagu terbaik KLa Project yang dibawakan langsung secara live. Suatu kehormatan bagi kami dapat memberikan yang terbaik untuk para penggemar setia kami lewat rilisan vinyl ini. Semoga “KLakustik” dalam bentuk vinyl bisa memuaskan telinga para penikmat musik dan bernostalgia, suatu kehormatan bagi kami dan Pro Sound untuk merilis “KLakustik” dalam bentuk vinyl. ” Ungkap Katon, Lilo, dan Adi.

Adi Nugroho, Produser Pro Sound dan KLa Project.

Adi Nugroho, selaku Produser Pro Sound menambahkan,
“Saat pertama kali mengetahui banyaknya permintaan untuk merilis album ini, kami sangat bahagia dan dengan senang hati mengiyakan. Karena, album ini berisikan karya-karya KLa Project yang sangat disukai banyak orang. Menurut kami, KLa Project layak menghadirkan vinyl dari album “KLakustik” sebagai bukti perjalanan KLa Project di dunia musik sejak dulu,”ungkapnya.

Album ini merupakan double album yang secara total berisikan 16 buah lagu dari album terdahulu yang diaransemen menjadi format akustik. Tidak hanya membawakan Kembali lagu-lagu lama KLa Project juga merekam lagu baru yaitu “Gerimis” (KLakustik #1) dan “Salamku Sahabat” (KLakustik #2).

Klakustik yang merupakan proyek dari KLA Project, Prosound, dan ANTV menjadi momentum bersejarah untuk KLA Project dan industri musik dengan dicetak terbatas hanya 1.000 buah.

Kla Project tidak hanya sekadar dirilis secara audio, namun juga menggunakan VCD. Karenanya, proyek Klakustik ini sangat langka dan membanggakan. Bahkan, menjadi salah satu album dengan penjualan terbaik.

Pada masanya, tidak banyak musisi Indonesia yang berani melakukan live record karena zaman dahulu masih berupa analog–presisinya harus sempurna sebab tidak bisa dilakukan berulang kali. Salah satu yang bisa adalah KLA dengan merekam secara live di Gedung Kesenian Jakarta pada 11 Maret 1966, di mana saat itu dihadiri oleh 400 undangan

Adapun, tantangan dalam proses produksi album ini direkam dengan perangkat akustik.
Adi yang biasanya menggunakan synthesizer, di sini hanya menggunakan grand piano. Sementara, Lilo hanya menggunakan gitar akustik, dari yang biasanya menggunakan gitar elektrik.

Pembuatan album ini dilakukan tanpa retake dan proses latihannya memakan waktu selama 2 bulan, yakni sekitar Januari s/d Februari, di mana Ady, Katon, dan Lilo karantina untuk mempersiapkannya sampai benar-benar matang. Menariknya lagi, di tanggal 17 Februari tercipta lagu baru “Gerimis”, bersamaan dengan anaknya Lilo yang baru lahir.

Double album vinyl “KLakustik” dibanderol seharga Rp888.000,- dan sudah bisa didapatkan di PHR Senayan dan Atlas. Bagi 20 pembeli pertama di masing-masing toko mendapatkan kesempatan untuk bertemu KLa Project dan legalisir vinyl pada 3 Juli 2024 di TreeAngelo Coffee, Jakarta Selatan. (atp)