SinarHarapan.id-Nestlé Indonesia bersama Pemprov DKI Jakarta dan WWF Indonesia meresmikan TPS3R Sinergi Bersih di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Fasilitas seluas 1.571 m² ini mereka rancang sebagai model berkelanjutan untuk optimalkan penampungan dan kelola sampah warga. Kolaborasi ini menargetkan pengurangan 80% timbunan sampah yang selama ini mengalir ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) membeberkan fakta memprihatinkan. Timbulan sampah Indonesia pada 2023 mencapai 56,63 juta ton. Namun, hanya 39,01 persen atau 22,09 juta ton yang berhasil terkelola dengan layak. Sebagian besar sisanya masih memenuhi TPA dengan sistem open dumping yang mencemari lingkungan.
Nestlé menjawab tantangan ini melalui pilar ‘Good for the Planet’. Perusahaan berkomitmen berkontribusi mengatasi isu polusi plastik dan pengelolaan sampah. Strategi ini menjadi bagian penting dari upaya pertumbuhan berkelanjutan mereka untuk memastikan bisnis tetap melayani generasi mendatang.
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Georgios Badaro menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Nestlé mengusung filosofi ‘Force for Good’ dalam kerja sama dengan DLH DKI dan WWF Indonesia ini. Ia berharap inisiatif ini mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2029.
Wakil Menteri LHK Diaz Hendropriyono menyambut baik kolaborasi multipihak ini. Ia menyebut TPS3R Sinergi Bersih sebagai contoh baik yang sangat membantu menyelesaikan masalah sampah. Pemerintah berharap model serupa dapat segera meluas ke wilayah lain di provinsi ini.
Direktur Kemitraan WWF-Indonesia Rusyda Deli menjelaskan dukungan mereka melalui program Plastic Smart Cities. Investasi WWF mencakup perencanaan, pembangunan sarana prasarana, dan penyediaan hanggar pengolahan sampah. Ia meyakini pendekatan lintas sektor ini akan mempercepat pengurangan sampah plastik.
WWF-Indonesia mendorong kota-kota menerapkan pengurangan plastik sekali pakai serta meningkatkan daur ulang. Rusyda menambahkan, kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk mendukung ekonomi sirkular. Setiap program WWF mereka dasarkan pada data dan riset untuk solusi jangka panjang.
Founder & CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas pendampingan teknis. Timnya menyusun SOP dan melatih petugas operasional TPS3R Sinergi Bersih. Program ini juga membuka peluang ekonomi baru dan mendorong perubahan perilaku masyarakat.
TPS3R Sinergi Bersih kini memiliki kapasitas pengelolaan hingga 42 ton sampah per hari. Sampah rumah tangga akan melewati proses penimbangan dan pemilahan di conveyor. Operator memilahnya menjadi tiga kategori: sampah bernilai ekonomis, bubur organik untuk maggot, dan material RDF.
Melalui kolaborasi erat pemerintah, swasta, dan organisasi lingkungan, TPS3R Sinergi Bersih diharapkan menjadi model yang menginspirasi. Fasilitas ini mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Jakarta, sekaligus mengurangi beban TPA.



