SinarHarapan.id-Sebanyak lebih dari 1.000 komunitas dan organisasi pendidikan akan bertemu dalam satu ruang kolaborasi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 2 Mei 2026. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, festival Belajaraya Jakarta 2026 mengusung tema “Merayakan Kerja Barengan untuk Ekosistem Pendidikan”.
Acara yang digagas oleh jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) sejak 2016 ini hadir sebagai penutup rangkaian kegiatan di sembilan kota, termasuk Bali, Bandung, Makassar, dan Kupang. Perluasan ke wilayah baru menjadi sinyal bahwa gerakan pendidikan tidak lagi terpusat di kota besar.
“Upaya memajukan pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan bersama dari berbagai pihak,” ujar Marsya Nurmaranti, Ketua Umum SMSG, di Jakarta, Selasa (21/4).
Najelaa Shihab, pendidik sekaligus inisiator SMSG, menambahkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada cara pandang masyarakat yang kerap menyamakan pendidikan dengan persekolahan formal. Padahal, lebih dari seribu komunitas telah bergerak di berbagai klaster, mulai dari literasi, kepemudaan, pendidikan inklusif, hingga toleransi.
Belajaraya Jakarta akan menghadirkan sejumlah ruang publik, seperti Ngobrol Publik, Kelas Belajar, Booth Komunitas, Pameran Karya, hingga pertunjukan musik dari Andien, Dere, serta Endah n Rhesa. Tokoh lintas sektor yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar, pengawas Quraish Shihab bersama Najwa Shihab, artis Nikita Willy, serta Ryan Adriandhy.
Dalam sesi yang sama, Rizki Ameliah dari Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan pentingnya kolaborasi di tengah dinamika teknologi. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu bergerak bersama komunitas, swasta, dan akademisi, termasuk memanfaatkan AI secara melek,” katanya.
Sementara itu, Stefani Herlie (Canva Indonesia) dan Marthella Sirait (KONEKIN) menyoroti akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Menurut mereka, meski jumlah peserta didik di tingkat menengah meningkat, tantangan utama kini pada ketersediaan tools digital dan pelatihan yang benar-benar inklusif.
Bank Indonesia turut hadir dengan program “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” sebagai medium literasi keuangan. Fenty Tirtasari Ekarina, Asisten Direktur BI, menjelaskan bahwa edukasi tentang uang harus disesuaikan dengan setiap segmen masyarakat.
Belajaraya Jakarta 2026 terbuka untuk umum. Informasi tiket dapat diakses melalui laman resmi ticketing.belajaraya2026.com.


