SinarHarapan.id- PT Mikatasa Agung, pemilik merek Lem Rajawali, secara resmi mengumumkan transformasi besar-besaran pada identitas dan strategi bisnisnya, Rabu (2/4). Langkah bertajuk “Level Selanjutnya” ini diambil untuk merespons dinamika industri perekat yang kian kompetitif sekaligus menjawab kebutuhan solusi modern di sektor kreatif dan manufaktur.
Transformasi tidak sekadar mengubah tampilan visual. Logo baru dengan wajah burung rajawali menghadap ke kanan menjadi simbol visi progresif perusahaan. Direktur Pelaksana PT Mikatasa Agung, Martin Hendriadi, menegaskan bahwa perubahan ini merupakan wujud adaptasi terhadap percepatan pembangunan nasional.

“Dengan transformasi ini, kita ingin bersama-sama maju, menyongsong masa depan dengan wajah baru, semangat baru, dan tetap nomor satu,” ujar Martin dalam acara gala partner awal tahun ini.
Sepanjang 2025, penjualan Lem Rajawali tercatat naik 35 persen dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan membidik pertumbuhan 50 persen pada semester pertama 2026, ditopang oleh transformasi merek dan penguatan riset. Martin menyebutkan, penguatan kapabilitas penelitian dan pengembangan (R&D) menjadi tulang punggung untuk menghadirkan produk yang mampu menjawab tantangan teknis global sekaligus ekspektasi mitra usaha dalam negeri.
Untuk mewujudkan target tersebut, Lem Rajawali mengalokasikan tambahan investasi hingga 60 persen pasca-transformasi. Dana itu difokuskan pada pengembangan produk inovatif dan perluasan pasar. Perusahaan juga berencana memperkuat ekspansi ke luar Pulau Jawa, terutama di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Dalam kurun tiga hingga lima tahun ke depan, wilayah timur Indonesia serta pasar ekspor menjadi prioritas pertumbuhan bisnis.
Langkah strategis ini dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan daya saing industri dalam negeri. Dengan tata kelola perusahaan yang lebih optimal dan proses produksi yang terus dimodernisasi, Lem Rajawali berkomitmen memberikan nilai nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Transformasi identitas memastikan merek tersebut tetap relevan bagi generasi pelaku industri baru, tanpa meninggalkan nilai kepercayaan yang dibangun selama lebih dari empat dekade.
“Kami ingin memainkan peran strategis perekat sebagai bagian tak terpisahkan dari rantai nasional,” tegas Martin. Lem Rajawali membuktikan bahwa menjadi pemimpin pasar berarti harus berani berubah untuk tetap menjadi pilar pendukung utama bagi kemajuan industri nasional.



