Internasional

Melodi Angklung Indonesia untuk Sekolah Tunanetra di Rumania

×

Melodi Angklung Indonesia untuk Sekolah Tunanetra di Rumania

Sebarkan artikel ini

KBRI Bucharest menyerahkan donasi 32 angklung kepada sekolah luar biasa di Rumania.

Dubes RI untuk Rumania Meidyatama Suryodiningrat menyerahkan angklung secara simbolis kepada Kepala Sekolah Cosmina Cazan pada seremoni donasi angklung Indonesia di Sekolah Menengah Pertama Khusus bagi Penyandang Disabilitas Penglihatan, Bucharest (Școala Gimnazială Specială pentru Deficienți de Vedere), Senin, (24/11). (Foto: KBRI Bucharest)

SinarHarapan.id – Deretan pipa bambu sederhana itu tergantung rapi di ruang serbaguna Școala Gimnazială Specială pentru Deficienți de Vedere atau Sekolah Menengah Pertama Khusus bagi Penyandang Disabilitas Penglihatan. Di hadapan instrumen-instrumen tersebut, sekitar 80 siswa duduk tenang, menantikan alunan alat musik yang pernah mereka pelajari.

Pada Senin (24/11/25), Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bucharest (KBRI Bucharest) menyerahkan donasi 32 angklung kepada sekolah luar biasa (SLB) tersebut. Donasi ini bertujuan mempromosikan angklung di Eropa Timur sekaligus mendukung pendidikan inklusif bagi anak-anak di Rumania.

Duta Besar RI untuk Rumania, Meidyatama Suryodiningrat, menyampaikan rasa bangganya saat menyerahkan donasi tersebut. “Angklung, warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, mengajarkan bahwa satu nada saja tidak cukup untuk menjadi melodi yang indah. Harmoni hanya tercipta ketika kita bermain bersama. Nilai kebersamaan itulah yang kami harap dapat menyatukan Indonesia, Uruguay, dan Rumania,” ujar Dubes Meidyatama.

Suasana seremoni donasi angklung di Sekolah Menengah Pertama Khusus bagi Penyandang Disabilitas Penglihatan, Bucharest (Școala Gimnazială Specială pentru Deficienți de Vedere), Senin, (24/11). (Foto: KBRI Bucharest)

Angklung sesungguhnya bukan hal baru bagi SLB ini. Dalam sambutannya, Dubes Meidyatama bercerita bahwa staf KBRI pernah menyaksikan pertunjukan angklung di sekolah tersebut, yang saat itu dibimbing oleh guru musik asal Uruguay, Carlos Blanco Fadol. Dari pengalaman itu, Duta Besar Indonesia dan Duta Besar Uruguay untuk Rumania, Alberto Antonio Rodriguez Goñi, kemudian berdiskusi mengenai cara memastikan pembelajaran angklung di sekolah dapat terus berlanjut.

Dubes Goñi, yang juga mewakili guru musik Uruguay, menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa Uruguay dan Indonesia dapat menemukan kesamaan: kemauan bekerja bersama dan berkontribusi bagi generasi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala sekolah, Cosmina Cazan, turut menyampaikan terima kasih. “Kami mengenali alat musik ini. Seorang guru musik dari Uruguay pernah meminjamkannya dan mengajari kami cara memainkannya. Bila dimainkan bersama, angklung menghasilkan suara yang indah,” katanya.

Usai seremoni penyerahan angklung, para siswa menikmati penampilan angklung modern oleh Manshur Angklung, yang membawakan lagu-lagu seperti Ode to Joy, Jingle Bells, dan Wonderful Life. KBRI Bucharest juga menyajikan kudapan khas Indonesia kepada para siswa, guru, staf sekolah, dan para tamu.

Berdiri sejak 1957, sekolah ini dikelola pemerintah Rumania dan melayani anak berusia 4—15 tahun dari berbagai daerah. Fasilitasnya mencakup ruang kelas terang, ruang terapi khusus (termasuk Braille dan orientasi mobilitas), perpustakaan dengan lebih dari 6.000 koleksi cetak, audio, dan Braille, ruang komputer dengan sintetis suara, ruang serbaguna, area olahraga, serta layanan medis dan fisioterapi yang mendukung kebutuhan siswa.

(Sumber: KBRI Bucharest)