SinarHarapan.id-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengakselerasi langkah menuju status kota global berkelas dunia. Salah satu strategi teranyar adalah dengan menggandeng institusi pendidikan elite asal Amerika Serikat, Georgetown University, melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta dan Yayasan Georgetown Asia Pacific, Senin (9/3/2026) di Jakarta.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset kebijakan pembangunan yang akan menjadi fondasi bagi agenda pembangunan jangka panjang Jakarta. Dengan dukungan akademis dari Georgetown University yang berbasis di Washington D.C., diharapkan berbagai kebijakan strategis ibu kota dapat dirumuskan berbasis data dan analisis mendalam, selaras dengan standar internasional.
Kepala Bappeda DKI Jakarta, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mentransformasi Jakarta tidak hanya sebagai pusat ekonomi nasional, tetapi juga sebagai pemain kunci di kancah global.
“Jakarta memiliki ambisi besar untuk menembus jajaran 50 kota top dunia. Untuk mencapai itu, kita tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh perspektif global, metodologi riset mutakhir, dan jejaring internasional. Georgetown University adalah mitra yang tepat untuk mengisi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Yayasan Georgetown Asia Pacific, yang menaungi Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP) di Jakarta, merupakan entitas lokal dari sekolah bergengsi School of Foreign Service milik Georgetown University. Kehadiran mereka di Jakarta selama ini telah menjadi jembatan antara Indonesia dan komunitas akademik global.
Direktur Eksekutif Yayasan Georgetown Asia Pacific menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, Jakarta adalah kota dengan dinamika luar biasa yang layak dikaji sebagai model urban development di Asia Tenggara.
“Kami bangga dapat berkontribusi pada pengembangan Jakarta. Melalui riset kebijakan yang kolaboratif, kami ingin membantu pemerintah daerah merumuskan solusi inovatif untuk tantangan perkotaan, mulai dari transportasi, tata ruang, hingga keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai bidang, antara lain penelitian bersama, penyelenggaraan seminar dan lokakarya kebijakan, pertukaran data dan informasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Hasil riset nantinya diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan dokumen perencanaan seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
Langkah ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai Global City yang tidak hanya unggul dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam kualitas hidup, tata kelola, dan daya saing global. Dengan menggandeng Georgetown, Jakarta menunjukkan keseriusannya untuk belajar dari praktik terbaik dunia sambil tetap mengakomodasi kearifan dan kebutuhan lokal.
Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak awal bagi serangkaian program kolaboratif yang akan berjalan dalam beberapa tahun ke depan. Kedua belah pihak optimistis, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi akademik global ini akan mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota yang semakin layak huni, berdaya saing, dan diperhitungkan di panggung dunia.




