Mengusung semangat kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat, United Tractors merangkai kegiatan HGN 2026 dengan berbagai agenda. Puncak acara diisi dengan Wisuda Balita Intervensi Gizi, penyerahan simbolis alat antropometri Smart Posyandu, seminar edukasi gizi, serta pengumuman pemenang sejumlah lomba dalam rangka peringatan HGN 2026.
Data yang dipaparkan dalam acara tersebut menunjukkan hasil positif dari program pendampingan yang dilakukan UT. Dari total 53 balita yang mengikuti program intervensi gizi, sebanyak 28 balita dinyatakan lulus dari masalah gizi. Selain itu, 14 balita lainnya mengalami peningkatan status gizi, sementara 11 balita berada dalam kategori sehat. Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas program kolaboratif yang melibatkan tenaga kesehatan dan kader posyandu di lapangan.
“Persoalan gizi merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan sektor swasta, UT terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” demikian pernyataan manajemen United Tractors dalam siaran pers yang diterima, Jumat (13/2/2026).
Baca juga : United Tractors Borong Penghargaan Lingkungan dari Pemkot Jaktim
Selain wisuda balita, UT juga menyerahkan bantuan alat antropometri Smart Posyandu secara simbolis. Alat ini dirancang untuk meningkatkan akurasi pengukuran tinggi dan berat badan balita, sehingga deteksi dini risiko stunting dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Seminar edukasi gizi yang digelar secara hybrid turut melibatkan tenaga ahli untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak.
Rangkaian lomba dalam peringatan HGN 2026 juga diumumkan pemenangnya, menambah semarak acara yang bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya gizi. Melalui inisiatif ini, United Tractors berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dalam upaya penurunan angka stunting di Indonesia.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data, program intervensi gizi yang dijalankan UT diharapkan dapat menjadi model bagi kontribusi sektor swasta dalam mendukung prioritas nasional, sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting menuju generasi emas 2045.