SinarHarapan.id- Hari Gajah Sedunia 2025 jadi momen spesial. Permata Bank bareng WWF-Indonesia dan KITE Entertainment rilis film dokumenter “Berbagi Ruang untuk Bukit Tigapuluh”.
Bukan film biasa. Dokumenter ini ngajak kita lihat langsung gimana manusia dan gajah Sumatra bisa hidup berdampingan tanpa saling ganggu. Lokasinya? Lanskap Bukit Tigapuluh, Jambi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni hadir langsung. “Edukasi itu kunci. Apa yang dilakukan Permata Bank ini patut diapresiasi,” tegasnya.(12/8?)
Film ini dibintangi Chicco Jerikho sebagai narator. Dia bawa kita nyemplung ke cerita perjuangan jaga koridor pergerakan gajah, yang sering bentrok sama aktivitas manusia gara-gara alih fungsi lahan.
Gajah Sumatra sendiri statusnya kritis di daftar merah IUCN. Data KLHK 2020 nyebut populasinya tinggal 924–1.359 ekor di 22 kantong habitat.
Nggak heran konflik sering terjadi kalau ruang gerak mereka makin sempit.
Katharine Grace, Chief of Corporate Affairs & Sustainability Permata Bank, bilang pelestarian lingkungan nggak bisa kerja sendiri. “Butuh semua pihak, dari korporasi sampai warga,” ujarnya.
WWF-Indonesia pun angkat topi. “Kerja sama ini nggak cuma buat gajah, tapi juga bikin ekonomi warga sekitar naik,” kata CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda.
Dokumenter ini bisa ditonton gratis di YouTube Permata Bank mulai 13 Agustus 2025.
Selain footage alam yang megah, ada juga cerita soal reforestasi, adopsi pohon, sampai pembuatan kotak sarang lebah untuk warga lokal.
Buat Chicco, ini bukan sekadar proyek. “Saya punya tanggung jawab moral buat nyuarain kondisi satwa liar kita. Hutan bukan cuma milik manusia,” tegasnya.
Lewat inisiatif #DenganHati, Permata Bank udah tanam 3.600 bibit pohon, bikin 27 kotak lebah madu, dan renovasi sekolah untuk suku Talang Mamak.
Tahun ini, mereka buka program Adopt a Tree biar semua orang bisa ikut nanam.
Jadi, kalau mau tahu gimana rasanya berbagi rumah sama Datuk Gedang—sebutan warga untuk gajah Sumatra—langsung aja tonton dokumenternya. Dijamin bikin merinding sekaligus bangga.







