SinarHarapan.id-Warga desa Dongi-dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah merasa terbantu dengan hadirnya puskesmas pembantu plus.

Pustu (Puskesmas pembantu plus) Dongi-dongi dibangun YTBN bersama AFC Healt Center dengan anggaran sekitar Rp 2 miliar dengan luas bangunan 450 meter persegi. Selain fasilitas, disiapkan juga perawat, bidan dan seorang dokter jaga. Founder AFC Health Center Ernest Prayuda juga akan menyiapkan satu unit ambulans untuk membantu pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit karena kondisi darurat atau tidak bisa ditangani di pustu.

Masih dalam rangkaian peresmian puskesmas ini digelar pemeriksaan gratis di Rumah Sakit Lapangan yang digelar Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) pada Sabtu (3/8).

150 warga sekitar memanfaatkan layanan cuma-cuma ini. Salah satu warga yang datang ke RS Lapangan, Muhammat Ilham mengapresiasi, apalagi selain dokter umum, disiapkan juga layanan gratis dari dokter spesialis mata, spesialis penyakit dalam dan spesialis anak. Ilham berharap nantinya keberadaan puskesmas pembantu plus bisa menyediakan fasilitas layanan kesehatan yang lengkap bagi warga sekitar.

Menteri kesehatan RI yang diwakili Direktur Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr Then Suyanti berharap masyarakat bisa memaksimalkan layanan kesehatan ini. “Adanya puskesmas pembantu plus ini bisa mendekatkan peningkatan pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat dan upaya memperkuat pemantauan wilayah setempat agar masyarakat jadi lebih sehat,” jelasnya.

Bupati Poso Verna Inkiriwang merasa terbantu dengan adanya puskesmas pembantu plus ini. Verna mengakui adanya pustu menjadi jawaban ditengah keterbatasan dana yang dimiliki Pemkab Poso. Bahkan, Verna mengaku fasilitas pustu ini jauh lebih baik daripada yang dibangun pemerintah daerah. “Jujur saja fasilitas dan bangunan pustu ini jauh lebih baik dari fasilitas kesehatan yang dibangun pemda,” kata Verna.

Selain itu, Verna juga berterimakasih kepada para relawan YTBN yang menyediakan layanan kesehatan gratis bagi warga, penyuluhan pertanian, hingga pelatihan dan motivasi bagi guru, siswa dan orangtua siswa.

Ketua YTBN dr Teguh Dwi Nugroho berharap layanan dan fasilitas di pustu bisa dimaksimalkan warga sekitar. Sehingga bisa meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. “Agar bisa menjadi solusi bagi warga yang kesulitan mendapatkan akses kesehatan dan bisa menolong mereka yang membutuhkan,” ujar Teguh.