SinarHarapan.id-Geliat industri pariwisata dan gaya hidup kuliner Indonesia yang kian bergairah turut mendongkrak budaya minum kekinian. Menjawab peluang tersebut, Polaris, merek minuman berkarbonasi halal dari Tempo Scan, sukses menggelar ajang Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 dengan skala lebih luas dan kualitas kompetisi berstandar internasional.
Kompetisi yang digelar di Bali pada Kamis (23/7) ini menjadi panggung talenta mixologist dari berbagai penjuru negeri. Babak grand final mempertemukan enam finalis terbaik dari hasil eliminasi di dua kota besar, Jakarta dan Bali. Mereka adalah Deden Supriyatna, Rexi Renaldy Lotong, dan Reza Nanda Firmansyah dari Jakarta, serta I Kadek Buwana, I Dewa Gede Pradana Adiputra, dan I Gusti Putu Ngurah Arjuna Bara dari Bali.
Dari hasil penjurian yang ketat, Deden Supriyatna keluar sebagai juara pertama, disusul I Gusti Putu Ngurah Arjuna Bara di posisi kedua, dan Rexi Renaldy Lotong sebagai juara ketiga. Deden berhasil membawa pulang hadiah utama senilai Rp25 juta, sementara juara kedua dan ketiga masing-masing menerima Rp10 juta dan Rp7,5 juta.
Penilaian tidak hanya terfokus pada teknik meracik dan cita rasa, tetapi juga aspek kreativitas, presentasi, hingga kemampuan bercerita (storytelling) di balik setiap kreasi. Dewan juri yang dipimpin Arey Barker, seorang head judge berpengalaman di kompetisi internasional, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas para finalis.
“Tahun ini kami melihat peningkatan kualitas peserta yang sangat signifikan. Banyak finalis berhasil mengolah kekayaan bahan lokal Indonesia dan memadukannya dengan produk-produk Polaris. Mereka tidak hanya unggul dari sisi teknik, tetapi juga memiliki karakter dan cita rasa yang kuat,” ujar Arey Barker.
Baca juga : Diageo Kembali Gelar Kompetisi Bergengsi Bartender “World Class Indonesia 2025”
Mengusung tema “Spark of Nusantara”, para finalis ditantang untuk mengeksplorasi kekayaan rempah dan bahan alami Indonesia. Kompetisi ini berhasil menjaring ratusan karya dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Maluku. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa potensi bahan baku lokal dan talenta muda Indonesia mampu melahirkan inovasi minuman yang autentik dan berdaya saing global.
Winny Yunitawati, Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT. Tempo Scan Pacific, Tbk., menjelaskan bahwa gelaran ini lebih dari sekadar ajang adu kemampuan. “Polaris Mixologist Competition hadir sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan talenta, pelaku industri, dan brand. Kami ingin mendorong inovasi minuman yang relevan dengan tren konsumen sekaligus mengangkat cita rasa lokal,” ungkapnya.
Menurut Winny, pertumbuhan sektor pariwisata yang mencapai 15,39 juta kunjungan sepanjang 2025, meningkat 10,80 persen dibanding tahun sebelumnya, turut menjadikan pengalaman bersantap dan minum sebagai bagian dari gaya hidup. Data BPS dan Kementerian Pariwisata tersebut menunjukkan bahwa industri beverage memiliki peluang besar untuk terus berkembang.
Selain kompetisi utama, Polaris juga memberikan apresiasi melalui Polaris People’s Choice Award. Penghargaan ini diberikan kepada dua peserta dengan konten kreasi minuman berbasis Polaris yang meraih engagement tertinggi di media sosial, dari total 40 peserta terbaik babak eliminasi.
Di sisi produk, Polaris terus berinovasi dengan menghadirkan varian yang sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Mulai dari Polaris Soda Water, Bitter Lemon, Ginger Ale, Sarsaparilla, Coffee Cream, hingga inovasi terbaru Polaris Sparkling Water dengan kandungan zero sugar, zero calorie, dan zero sodium. Seluruh produk dirancang untuk menjadi dasar berbagai kreasi minuman maupun dinikmati langsung, dengan harga terjangkau.
Dengan terselenggaranya kompetisi ini, Polaris menegaskan komitmennya menjadi enabler kreativitas minuman di Indonesia. Ke depannya, Perseroan berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi berbasis kekayaan lokal yang tidak hanya menggairahkan industri makanan dan minuman, tetapi juga sektor pariwisata dan perhotelan nasional.

