Kesra

Refleksi Hijau Akhir Tahun, PPLI dan AJPLI Perkuat Peran Media dalam Isu Lingkungan

×

Refleksi Hijau Akhir Tahun, PPLI dan AJPLI Perkuat Peran Media dalam Isu Lingkungan

Sebarkan artikel ini

PPLI dan AJPLI gelar Ngopling 2025 di Tebet Eco Park untuk refleksi isu lingkungan dan perkuat kolaborasi jurnalis dalam mengawal pengelolaan limbah nasional.

Kegiatan Ngopling di Tebet Eco Park Jakarta dihadiri para jurnalis lingkungan dengan narasumber Arum Tri Pusposari selaku Public Relation & Legal Manager PPLI serta Fazri Rizkiya, Ketua Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI). Diskusi berlangsung hangat membahas refleksi isu lingkungan sepanjang 2025.

SinarHarapan.id – PT Prasadha Pemusnah Limbah Industri PPLi bersama Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia AJPLI menggelar diskusi bernama Ngopling Ngobrol Peduli Lingkungan di Taman Teras, di Tebet Eco Park Jakarta, Selasa 2 Desember 2025.

Forum yang berlangsung menjelang penutup tahun ini sekaligus menjadi momentum refleksi sinergi PPLi dengan insan media.

Dengan mengambil tema Refleksi Hijau Akhir Tahun Memandang Ulang Perjalanan Isu Lingkungan Bersama Media Nasional, kegiatan ini menghadirkan ruang evaluasi bersama mengenai dinamika isu lingkungan sepanjang 2025.

Kegiatan ini dihadiri para jurnalis lingkungan dengan narasumber Arum Tri Pusposari selaku Public Relation and Legal Manager PPLi dan Fazri Rizkiya selaku Ketua Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia AJPLI. Pertemuan tersebut menghadirkan diskusi seputar peran strategis media dalam menyuarakan persoalan ekologis serta menguatkan sinergi antara dunia industri dan insan pers.

Ketua AJPLI Fazri menegaskan bahwa jurnalis memiliki perspektif khusus dalam membaca fenomena kerusakan lingkungan mulai dari pencemaran, bencana ekologis, hingga isu limbah yang kian kompleks. Menurutnya forum semacam Ngopling menjadi wadah penting untuk membangun pemahaman bersama menjaga objektivitas pemberitaan serta mendorong ekosistem informasi publik yang lebih sehat.

“Refleksi akhir tahun ini penting agar kita memahami perjalanan isu lingkungan yang muncul sepanjang 2025 apa tantangannya bagaimana media mengawal dan sejauh mana industri bisa berkontribusi,” ujar Fazri.

Fazri yang juga produser salah satu media nasional tersebut mengapresiasi PPLi yang terus konsisten mengangkat isu pelestarian lingkungan dan memberikan dukungan untuk AJPLI dalam melakukan edukasi lingkungan kepada masyarakat dan dunia industri.

Dalam kesempatan tersebut PPLi kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pengelola limbah industri terbesar dan paling lengkap di Indonesia untuk terus mengawal proses sosialisasi dan edukasi terkait pelestarian lingkungan terutama akibat pencemaran limbah.

Sejak 1994 PPLi telah mengelola lebih dari 5 juta ton limbah dari berbagai sektor industri dengan standar teknis dan regulasi yang ketat.

Dengan area operasional sekitar 60 hektar PPLi menjadi satu satunya perusahaan dengan fasilitas landfill sedimen khusus insinerator terbesar yang ramah lingkungan fasilitas pengolahan abu pembakaran dan fasilitas pengelolaan limbah PCBs. Terkait insinerator perusahaan juga menerapkan Continuous Emission Monitoring System CEMS untuk memantau emisi secara real time memastikan seluruh proses pembakaran dengan kapasitas 50 ton per hari berjalan aman bagi lingkungan.

Sejumlah stakeholder baik pemerintah daerah DPRD menteri para penegak hukum mahasiswa hingga pelajar telah mengunjungi PPLI. PPLI menjadi rujukan berbagai stakeholder baik untuk meniru fasilitas yang ada untuk dibuat di wilayahnya masing masing atau untuk mempelajari pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar.

Sepanjang 2025 PPLi aktif mendukung agenda lingkungan pemerintah mulai dari penanaman pohon pembersihan sungai hingga pemusnahan limbah impor ilegal. Pada 15 November lalu PPLi memusnahkan limbah udang kering serta berbagai jenis limbah ilegal seperti pakaian bekas yang berpotensi menimbulkan penyakit dan merugikan industri dalam negeri. Seluruh proses dilakukan berdasarkan standar laboratorium termasuk pengukuran radioaktivitas oleh BRIN.

“PPLi memastikan bahwa setiap limbah dikelola berdasarkan karakteristik dan hasil uji ilmiah. Proses dilakukan transparan dan sesuai regulasi untuk menjamin keamanan lingkungan,” jelas Arum Tri Pusposari.

Dengan mengusung tema refleksi akhir tahun pertemuan Ngopling ini menjadi ruang untuk meninjau kembali perjalanan isu lingkungan sepanjang 2025 mulai dari tren pencemaran dinamika tata kelola limbah peningkatan kesadaran publik hingga tantangan industri dalam menjaga keberlanjutan.

AJPLI menekankan bahwa isu lingkungan sering kali dipandang sebelah mata padahal dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu kolaborasi dengan PPLi menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi publik dan meningkatkan kualitas pemberitaan lingkungan di media nasional.

“Ngopling akan terus menjadi ruang diskusi sehat. Media dan industri harus berjalan berdampingan memastikan kemajuan teknologi dapat dinetralkan melalui pengelolaan yang bertanggung jawab,” ujar Fajri.

Melalui kegiatan ini PPLi dan AJPLI memperkuat komitmen bersama untuk terus mengawal keberlanjutan lingkungan sekaligus menutup tahun dengan refleksi hijau yang memberikan arah lebih baik bagi pengelolaan isu lingkungan di tahun mendatang.

PPLi sendiri mengungkapkan selama 31 tahun berdiri sudah mampu mengolah lebih dari 5 juta ton limbah. Namun angka tersebut masih jauh lebih kecil daripada limbah yang dihasilkan kalangan industri dalam periode tahun yang sama.

Mekanisme layanan pengolahan limbah B3 di PPLI bersifat one stop service mulai dari uji sampel pengemasan limbah pengangkutan pengolahan hingga penimbunan akhir.

Fasilitas yang dimiliki PPLI di antaranya laboratorium limbah fasilitas pengolahan PCBs insinerator terbesar di Asia Tenggara berkapasitas 50 ton per hari vaparator water treatment hingga bukit penimbunan limbah landfill.

Rencana tahun 2029 PPLI akan memindahkan bukit penimbunan limbah ke Karawang. “Kondisi bukit limbah di Nambo saat ini sudah hampir penuh. Perkiraan 10 tahun lagi sudah closed” ujar Arum.

Saat ini PPLI telah memiliki lahan seluas 60 hektar lebih di Karawang yang siap dibangun. “Saat ini masih pengurusan dokumen kelengkapannya untuk bisa segera dilakukan pembangunan infrastrukturnya” jelas Arum.