Gaya Hidup

RS Pondok Indah Perkenalkan Robotic Knee Surgery, Pasien Bisa Jalan 24 Jam pasca Operasi

×

RS Pondok Indah Perkenalkan Robotic Knee Surgery, Pasien Bisa Jalan 24 Jam pasca Operasi

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Nyeri lutut saat berjalan, berdiri, atau naik tangga sering dianggap hal biasa bagi orang berusia lanjut. Padahal, kondisi ini bisa menjadi gejala osteoarthritis yang perlu penanganan serius.

Osteoarthritis atau pengapuran sendi adalah kerusakan tulang rawan secara bertahap. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan antar sendi. Jika rusak, nyeri hebat pun muncul dan membatasi mobilitas penderitanya.

Penyebab osteoarthritis terbagi dua. Primer karena faktor usia degeneratif. Sekunder akibat cedera sendi dari aktivitas fisik atau olahraga yang membahayakan. Keduanya mempercepat penipisan tulang rawan.

Ada kesalahpahaman di masyarakat. Osteoarthritis bukan karena “oli sendi kering” atau “penimbunan zat kapur”. Kondisi ini juga berbeda dengan osteoporosis yang merupakan pengeroposan tulang.

Diagnosis osteoarthritis ditegakkan melalui rontgen. Sedangkan osteoporosis diperiksa lewat Bone Mineral Density (BMD). Gejala utama osteoarthritis adalah nyeri lutut saat beraktivitas, lutut bengkak, kaku, dan berbunyi.

Faktor Risiko dan Gejala yang Sering Diabaikan

Usia di atas 50 tahun menjadi faktor risiko utama. Wanita lebih berisiko karena struktur anatomi dan perubahan hormon setelah menopause. Obesitas juga mempercepat penipisan tulang rawan.

Kelainan bentuk kaki seperti ‘O’ atau ‘X’ membuat beban tidak merata. Riwayat cedera lutut yang tidak tertangani baik juga memicu pengapuran. Semua faktor ini harus dikenali sejak dini.

Baca juga :RS Pondok Indah Group Raih Lima Penghargaan Internasional di 2025

Gejala osteoarthritis berkembang perlahan. Nyeri muncul terus-menerus hingga mengganggu tidur. Lutut sulit ditekuk maksimal. Jika dibiarkan, kualitas hidup pasien menurun drastis.

Penting bagi masyarakat mengenali gejala osteoarthritis sejak dini. Segera konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi konsultan knee and sports medicine untuk penanganan tepat.

Penanganan Bertahap Sesuai Tingkat Keparahan

Penanganan osteoarthritis bertujuan mengurangi nyeri dan memperlambat kerusakan. Perubahan gaya hidup menjadi langkah awal. Menjaga berat badan ideal mengurangi tekanan pada lutut.

Olahraga low impact seperti berjalan kaki, bersepeda, dan berenang sangat disarankan. Hindari sepatu hak tinggi dan terlalu sering naik-turun tangga. Fisioterapi membantu mengurangi peradangan dan memperkuat otot.

Terapi pengobatan diberikan dokter berupa antiradang dan pereda nyeri. Namun, semua upaya ini hanya mengelola kondisi agar tidak memburuk, bukan mengembalikan sendi yang rusak.

Pada kondisi lanjut, pembedahan perlu dipertimbangkan. Kondisi osteoarthritis dinilai dengan Skala Kellgren-Lawrence, dari Grade 0 hingga Grade 4 yang paling parah.

Robotic Knee Surgery: Akurasi Tinggi, Pemulihan Cepat

Pasien osteoarthritis Grade 4 umumnya direkomendasikan menjalani total knee replacement. Operasi konvensional membutuhkan pemulihan panjang dan rasa sakit mengganggu. Kini, teknologi robotik hadir sebagai solusi.

Robotic knee surgery membantu dokter memetakan anatomi lutut secara presisi. Robot bukan menggantikan dokter, tetapi membantu membuat peta 3D dan mengenali kerusakan secara realtime.

Dokter dapat membuang hanya tulang rawan yang rusak tanpa merusak jaringan sehat. Akurasi tinggi ini membuat tindakan lebih aman dan efektif dibandingkan metode konvensional.

Keunggulan robotic total knee replacement antara lain hasil lebih presisi, pemulihan lebih singkat, nyeri berkurang, dan risiko komplikasi lebih rendah. Pasien dapat berjalan satu hari pasca operasi.

Kisah Pasien: Dari Nyeri Hebat ke Langkah Baru

Ibu Tini Suhartini, pasien osteoarthritis grade 4, merasakan manfaat robotic knee surgery. Ia menjalani operasi pada kedua lutut secara simultan atau bilateral knee replacement.

Sebelum operasi, nyeri hebat membatasi aktivitas sehari-hari. Setelah menjalani tindakan robotik, pemulihannya jauh lebih cepat. Ia kembali aktif bergerak dan menikmati kualitas hidup lebih baik.

“Prosesnya sangat mudah dan saya merasa diperlakukan sebagai manusia yang membutuhkan bantuan,” ujar Tini. Pengalaman ini menjadi bukti nyata keunggulan teknologi robotik.

Dr. dr. L. Andre Pontoh, Sp.OT(K), dokter spesialis ortopedi konsultan knee and sports medicine RS Pondok Indah, memiliki pengalaman 30 tahun menangani masalah lutut.

Beliau menggunakan teknologi arthroscopy dan robotic knee surgery untuk memberikan hasil terbaik. “Robot membantu dokter bekerja lebih presisi, bukan menggantikan peran dokter,” tegas Andre.

Menuju Kualitas Hidup Lebih Baik di Usia Lanjut

Osteoarthritis tidak dapat pulih sendiri, tetapi perkembangannya bisa dikelola. Perubahan gaya hidup dan terapi tepat menjadi kunci. Untuk grade tinggi, robotic total knee replacement adalah solusi efektif.

Teknologi ini memungkinkan pasien kembali beraktivitas ringan dalam hitungan minggu. Dengan fisioterapi yang baik, mayoritas pasien pulih sepenuhnya dalam beberapa bulan.

Menyambut World Arthritis Day pada 12 Oktober 2026, RS Pondok Indah Group mengajak masyarakat lebih peduli pada kesehatan sendi. Deteksi dini dan penanganan tepat sangat menentukan.

Robotic knee surgery menjadi standar baru penanganan osteoarthritis stadium lanjut. Inovasi ini menghadirkan harapan bagi jutaan penderita di Indonesia untuk kembali bergerak tanpa nyeri.