Gaya Hidup

Sayatan Mini, Solusi Cepat: Operasi Hernia Anak dengan Laparoskopi

×

Sayatan Mini, Solusi Cepat: Operasi Hernia Anak dengan Laparoskopi

Sebarkan artikel ini

SinarHarapan.id-Orang tua wajib waspada jika menemukan benjolan hilang-timbul di lipatan paha atau pusar anak. Benjolan tanpa rasa nyeri itu bisa jadi pertanda hernia, kondisi yang sering terjadi pada anak. Dokter spesialis bedah anak menegaskan bahwa kondisi ini muncul akibat kelemahan dinding rongga tubuh.

Jenis hernia yang paling umum menyerang anak adalah hernia inguinal di selangkangan dan umbilikal di pusar. Hernia inguinal sering kali memerlukan tindakan operasi karena tidak bisa sembuh sendiri. Sementara hernia umbilikal pada bayi masih mungkin menutup dengan sendirinya hingga usia empat tahun.

Segera bawa anak ke dokter jika benjolan berubah warna menjadi kemerahan, terasa keras, dan tidak bisa didorong masuk. Gejala lain seperti anak rewel, muntah, atau sakit perut menandakan kondisi darurat. Hernia yang terjepit membutuhkan penanganan bedah secepatnya untuk mencegah kerusakan organ.

dr. Karmile, Sp.B.A., Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah menekankan pentingnya diagnosis tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan bertanya detail kepada orang tua. Mereka juga sering meminta foto atau video benjolan sebagai bahan pertimbangan diagnosis awal.

Penanganan hernia kini semakin maju dengan hadirnya teknik bedah laparoskopi. Metode minimal invasive ini hanya membutuhkan sayatan sangat kecil berukuran 0,5 hingga 1 sentimeter. Melalui sayatan mini di pusar, dokter memasukkan kamera kecil untuk melihat kondisi rongga perut dengan jelas.

Baca juga : RS Pondok Indah Group Raih Lima Penghargaan Internasional di 2025

Teknologi laparoskopi memungkinkan dokter mengidentifikasi dan memperbaiki hernia di kedua sisi tubuh melalui satu sayatan utama. Prosedur ini juga sekaligus menangani hernia umbilikal jika ditemukan. Operasi berlangsung lebih singkat dibandingkan metode bedah terbuka konvensional.

Pasien anak biasanya hanya perlu menjalani masa pemantauan selama 24 hingga 48 jam setelah operasi. Orang tua harus menjaga area luka operasi tetap kering dan bersih dengan balutan tahan air. Pemulihan yang cepat memungkinkan anak kembali beraktivitas normal dalam waktu singkat.

dr. Karmile mengingatkan orang tua untuk tidak pernah memijat atau menekan benjolan hernia. Penggunaan koin maupun plester penekan di pusar justru berisiko menyebabkan komplikasi. Satu-satunya penanganan yang tepat adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah anak.

Risiko komplikasi pasca operasi hernia tergolong sangat rendah, seperti infeksi atau kekambuhan di bawah satu persen. Persiapan pasien dalam kondisi sehat sebelum operasi dapat meminimalkan semua risiko tersebut. Tindakan yang tepat dan cepat akan menyelamatkan anak dari bahaya komplikasi serius.