Rahman Yakob (Tengah) Salah Satu Tim Kurasi Penghargaan IKJ III, di Teater Luwes, Kampus IKJ, Rabu (12/6/24).

SinarHarapan.id – Para seniman dan artis menyambut antusias ajang Penghargaan IKJ ke IlI yang akan dilaksanakan pada 19 Juni 2024, pukul 19:00 WIB.

Sebelumnya, Penghargaan IKJ ke I dilaksanakan tanggal 18 April 2012 dan Penghargaan IKJ ke II dilaksanakan pada 30 Mei 2014.

Kedua penghargaan terdahulu sama-sama di gelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.

Penghargaan IKJ ke III akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.

Team Kurasi Penghargaan IKJ memperhatikan bahwa pertumbuhan insan seni peran tidak lahir secara periodik.

Maka, bagi Penerima Penghargaan IKJ patut berbangga dan dapat menjadi motivator bagi generasi.

Penghargaan IKJ diberikan kepada mereka yang telah berjasa memberi nilai tambah yang signifikan terhadap Seni Peran di Indonesia.

Nilai tambah tersebut dapat berupa kekaryaan atau kontribusi yang menginspirasi daya kreatif, penentu kecenderungan, ketauladanan, keilmuan, maupun kebijakan yang dapat meningkatkan mutu hidup manusia.

Maka penghargaan diberikan kepada beberapa kategori berikut diantaranya Aktor, Aktris, Sutradara, Penulis Cerita/Skenario, Lifetime Echievmen, Pengamat, Media, Organisasi/yayasan, dan Pejabat Publik.

Ada dua syarat penerima penghargaan IKJ bidang Seni Peran, antara lain ;
1. belum pernah kuliah di IKJ,
2. Belum pernah memperoleh penghargaan IKJ.

Konsideran yang melatarbelakangi Penghargaan IKJ ke III, antara lain:

1. Bahwa Seni Peran mampu menggugah dan memperdalam kesadaran manusia akan keindahan lahir dan batin.
2. Bahwa untuk menjaga, mengembangkan, meningkatkan, memajukan Seni Peran di Indonesia dibutuhkan ekosistem dan kerjasama yang kondusif diantara para seniman maupun segenap pemangku kepentingan secara berkesinambungan.
3. Bahwa untuk menghargai Karya Seni Peran diberikan Penghargaan IKJ kepada Seniman dan/atau Kontributor Seni Peran yang berjasa mensukseskannya.
4. Mekanisme penetapan penerima penghargaan ditempuh melalui musyawarah untuk mufakat atau pemungutan suara.

Jika musyawarah tidak tercapai, ditempuhlah melalui pemungutan suara.

Namun, Jika terjadi pemungutan suara, Ketua Kurator Rahman Yakob, S.Sn., M.Sn., M.Ikom. tidak mau turut memilih.

Hanya jika perolehan suara seimbang, maka Rahman Yakob wajib memilih untuk menentukan pemenang. FGD dihadiri oleh sekitar 30 Anggota Tim Kurasi. Dr. Sudibyo, S.Sn., M.Sn. selaku Wakil Ketua Kurator menawarkan Pola Perhitungan Mutu Penerima Penghargaan IKJ.

Pola tersebut berguna untuk mengukur kapasitas dan kapabilitas kandidat penerima Penghargaan IKJ.
“Kami sudah merencanakan menggelar penghargaan IKJ 3 di tahun 2016 tapi tiba-tiba ada pemugaran Taman Ismail Marzuki secara besar-besaran,” tutur Rahman Yakob, Ketua Tim Kurasi Penghargaan IKJ 3 di TIM Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2024).
“Untuk itu kami tidak gelar, rencana berikutnya tahun 2019, giliran Covid 19 melanda Indonesia dan setelah lima tahun baru benar-benar redan, makanya tahu 2024 ini Penghargaan IKJ 3 bisa kami gelar,” tambahnya.

Ada 10 kriteria calon peraih penghargaan IKJ 3 Aktor, Aktris, Sutradara, Penulis Cerita/Skenario, Lifetime Echievmen, Pengamat, Media, Organisasi/yayasan, dan Pejabat Publik.

“Ada dua syarat penerima penghargaan IKJ bidang Seni Peran, yang pertama belum pernah kuliah di IKJ, yang kedua belum pernah memperoleh penghargaan IKJ,” ungkap Rahman Yakob.

Dari ajang Penghargaan IKJ ke 3 akan lahir seniman yang berprestasi dan memiliki integritas.
“Untuk itu tim kurasinya pelaku seni yang berkompeten dan memiliki integritas tinggi. Jadi hasil penilaiannya berkualitas dan memiliki bobot yang bisa dipertanggungjawabkan,” tandas Jose Rizal Manua, salah satu tim kurasi.

Para Seniman dan Kurator yang terlibat di Penghargaan IKJ III
Foto: Rudolf Adji

Prosedur kerja Pola Perhitungan Mutu Penerima Penghargaan IKJ tersebut, dimulai dari:
1. Menghimpun kapasitas dan kapabilitas kandidat yang diusulkan oleh peserta FGD. Pada tahap ini diperoleh lima nama yang dinominasikan dari masing-masing kategori.
2. Kapasitas dan kapabilitas tersebut dinilai sesuai variabel pada instrumen yang telah ditentukan.
3. Mendiskusikan, menganalisis, dan membandingkan potensi diantara kandidat yang diusulkan.
4. Menyimpulkan hasil temuan diskusi. Pada tahap keempat diperoleh satu kandidat terkuat pada tiap-tiap kategori.
5. Dilakukan verifikasi pilihan dan penetapan nama Penerima Penghargaan IKJ ke III. Kelima tahapan tersebut dilaksanakan secara terstuktur dan tidak boleh dibolak-balik.

Hasil penetapan pun dilengkapi dengan Surat Kepuasan (SK) dan Piagam Penghargaan. Temuan kegiatan Penghargaan IKI, berupa tinjauan objektif atau kritik. Temuan ini tentu sangat berguna bagi lembaga pendidikan seni seperti Institut Kesenian Jakarta Semoga Penghargaan IKJ bidang seni Peran ini bukan hanya berguna bagi IKI semata, melainkan dapat menginspirasi manusia untuk meningkatkan mutu hidup bagi peradaban bangsa

Berikut Anggota Tim Kurasi Penghargaan IKJ 2024 ;
Rahman Yakob, Cok Simbara, Gandung Bondowoso, Yosef Ginting, Dwi Yan, Herdin Hidayat, Matias Muchus, Sigit Hardadi, Jose Rizal Manua, Derry Drajat, Sudibyo JS, Ayu Basir Nurdin, Isdaryanto, Irwan Siregar, Rudi Witanto, Zak Sorga, Elizabeth Lutters, Robinsar Simanjuntak, Rudi Aryanto, Siti Artati, Oding Siregar, Berjodoh Soelaktono, Ade Puspa Jayanti, Hesti Wreda, Ungke Kaumbar, Zoel Dayak, Sinyo Rudi Puilngala, Linda Djanika, Lala Nurlaela, Epoy Pradipta, Master Ruliat, Riyanto. (atp)