Fauzi Arfan, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), menyampaikan sambutan pembukaan SIIF 2026. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi global dan penguatan ekosistem industri asuransi syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah.
SinarHarapan.id – Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyelenggarakan Sharia Insurance International Forum (SIIF) 2026 di Menara Syariah, PIK 2, Tangerang, pada Selasa, 22 September 2026. Mengusung tema “Strengthening the Sharia Insurance Industry Through Global Insight and Collaboration”, forum internasional ini menjadi wadah pertukaran wawasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengembangan industri asuransi syariah.
SIIF 2026 menghadirkan regulator, pemimpin industri, akademisi, serta praktisi asuransi syariah dari Indonesia, Inggris, Filipina, Dubai dan Malaysia untuk membahas strategi penguatan penetrasi takaful, pengembangan investasi syariah, peningkatan profesionalisme tenaga pemasar, serta penguatan kapasitas reasuransi syariah.
Melalui forum ini, AASI mendorong kolaborasi lintas negara sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem asuransi syariah yang semakin adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Foto: SHID/Istimewa.
Firdaus Djaelani, Ketua Dewan Penasihat AASI, menyampaikan pentingnya belajar dari pengalaman negara lain dalam mendorong industri asuransi syariah agar semakin inovatif, adaptif, dan inklusif. Beliau menekankan, penguatan penetrasi tidak dapat hanya berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah, tetapi juga bagaimana industri mampu menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dan bernilai bagi kebutuhan masyarakat.
Iwan Pasila, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otorias Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan keynote speech pada SIIF 2026. Kehadiran regulator menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah, regulator, dan industri dalam mendukung perkembangan sektor asuransi syariah nasional.
Sumarjono – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Datuk Amer Bukvić – Islamic Development Bank (IsDB), Encik Mohd Azman Bin Sulaiman – Takaful Malaysia membahas strategi mempercepat penetrasi pasar takaful melalui penguatan ekosistem industri, pengembangan kanal distribusi, serta pembelajaran dari pengalaman internasional dalam meningkatkan inklusi dan kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah.
Clint Bilal Lloren – Takaful Philippines, Mohd Radzuan Mohamed – Malaysian Takaful Association (MTA), Yusaini Binti Yusof – Prudential BSN Takaful Berhad (PruBSN), membahas penguatan distribusi takaful melalui pengembangan tenaga pemasar yang profesional, kompeten, dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi.
Sudirman Hamzah – Malaysian Insurance and Takaful Brokers Association (MITBA), Hassanal Bukhari Abdullah – Retakaful Labuan Reinsurance, Tati Febriyanti – PT Reasuransi Syariah Indonesia, Zubair Miah JENOA Insurance & Risk membahas penguatan kapasitas reasuransi syariah (retakaful) melalui peningkatan kemampuan pengelolaan risiko, optimalisasi penyebaran risiko, serta penguatan kerja sama antar pelaku industri.