SinarHarapan.id-Sebanyak 300 kendaraan warga Surabaya mendapat servis gratis di Lapangan Ole-Ole, Ngagel, pada Sabtu (6/6). Tidak sekadar cuci mesin atau ganti oli, seluruh proses perawatan menggunakan perkakas standar bengkel dari Tekiro serta cairan pelumas Rexco. Puluhan mahasiswa anggota Lembaga Bengkel Mahasiswa Mesin (LBMM) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bertindak sebagai mekanik.
Angka itu bukan satu-satunya capaian. Sejak Mei 2026, Tekiro—brand perkakas milik PT Altama Surya Anugerah—juga menggelar pelatihan teknik dasar otomotif bagi 160 mahasiswa di kampus ITS. Rangkaian acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia industri dan akademisi di sektor otomotif.
Ketua LBMM ITS, Muhammad Fathan Firjatullah, menjelaskan bahwa kegiatan servis gratis menangani 275 sepeda motor dan 25 mobil. “Kami melakukan servis ringan, ganti busi, ganti oli mesin, dan oli gardan. Semua menggunakan peralatan Tekiro yang sudah terstandarisasi. Perkakas ini juga menjadi andalan operasional bengkel kami sehari-hari,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean kendaraan. Salah seorang warga Ngagel, Samsul (42), mengaku terbantu karena sudah dua bulan tidak sempat membawa motornya ke bengkel. “Servis gratis ini berkualitas. Motornya jadi halus lagi,” katanya.
Namun program ini tidak hanya berpihak pada masyarakat. Dari sisi pendidikan, pelatihan otomotif yang diikuti 160 mahasiswa dirancang sebagai jembatan antara teori akademik dan kebutuhan profesional. Peserta mendapat pembekalan materi perawatan kendaraan modern, lalu dipraktikkan langsung dengan bimbingan teknisi.
Novitasari, Brand Marketing Manager Tekiro, menegaskan bahwa kolaborasi dengan ITS adalah investasi jangka panjang. “Kami ingin teori di bangku kuliah selaras dengan realita lapangan. Melalui servis gratis, kami membantu masyarakat. Melalui pelatihan, kami membantu mahasiswa menjadi teknisi siap kerja,” ujarnya.
Baca juga : Dari 544 SMK Se-Indonesia, Tekiro Mechanic Competition 2026 Raih Penghargaan MURI
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan menggunakan produk dalam negeri. Perkakas Tekiro, cairan perawatan Rexco Lubricant, hingga peralatan pendukung lainnya dipastikan memenuhi standar bengkel profesional. Hal ini sekaligus menjadi kampanye tersembunyi untuk mendorong penggunaan alat produksi lokal di kalangan generasi muda.
Fathan menambahkan bahwa keberhasilan servis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mekanik, tetapi juga kualitas peralatan. “Tekiro membuat pekerjaan kami lebih rapi, cepat, dan efektif. Kegiatan seperti ini diharapkan memicu kesadaran warga Surabaya akan pentingnya perawatan rutin kendaraan,” tuturnya.
Dengan total 160 teknisi muda terlatih dan 300 kendaraan masyarakat yang kembali prima, kolaborasi Tekiro dan ITS Surabaya membuktikan bahwa sinergi industri–kampus tidak perlu muluk-muluk. Cukup dimulai dari servis gratis di lapangan terbuka dan pelatihan yang menyentuh langsung kebutuhan publik.


