26 February 2024

Para Pemain, Sutradara dan Produser film Indonesia Dari Timur saat jumpa pers Foto; Rudolf Adji

SinarHarapan.id – Rumah produksi Alenia Pictures bekerja sama dengan Bhinneka Multi Media melahirkan sebuah film berjudul Indonesia Dari Timur.

Alenia singkatan dari Ale (Ari Sihasale) dan Nia Zulkarnaen merupakan pasangan suami istri.

Pada film itu, Nia Zulkarnaen menjadi produser, sedangkan Ari Sihasale sebagai sutradara.

Indonesia Dari Timur adalah film yg diangkat dari kisah nyata dari pulau ujung timur Indonesia yaitu Papua.
Film ini terinspirasi dari putri dan putra sepak bola Papua yang mencetak kemenangan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kita tahu sepak bola adalah olahraga yang sangat diminati bukan hanya di tanah Papua tapi di seluruh dunia. Sepak bola itu pemersatu bangsa. Kami ingin memberikan semangat persatuan. Berikan semangat yang terbaik untuk Indonesia,” ungkap produser Nia Zulkarnaen Sihasale saat jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12/23).

Nia Zulkarnaen Sihasale Produser dari film Indonesia Dari Timur. 

Nia mengatakan film tersebut tercetus ketika dirinya menghadiri perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021.
Nia dan Ari hadir menyaksikan perhelatan tersebut, kemudian mereka bertemu dengan Eduard Ivakdalam yang menjadi pelatih tim Sepak Bola Papua untuk membahas penggarapan film yang mengangkat tentang sepak bola di Papua.
“Kami melihat cabang olahraga sepak bola dimenangkan tim dari Papua baik ketagori pria dan wanita, sehingga tercetus pemikiran, bagaimana kita angkat tentang itu kedalam sebuah film,” ucap Nia.
“Langsung lah kami bertemu dengan Eduard Ivakdalam. Kami membahas ceritanya selama dua tahun lah,” timpal Ari Sihasale.

Ari baru memulai produksi pada akhir Desember 2022 dan selesai pada Februari 2023.

Butuh Waktu lama untuk dirinya melakukan proses syuting di Papua, karena melibatkan banyak tempat dalam pengambilan gambar.
“Kami menggunakan banyak daerah di tiga provinsi di Papua. Tentu saja sangat berat syuting disana, dari satu kota ke kota lain itu jaraknya sangat jauh, bisa dibayangkan membawa rombongan besar harus cepat berpindah, itu hal yang sangat sulit,” jelas Ari Sihasale.

“Tapi dengan semangat yang besar dari tim maka akhirnya proses syuting cepat selesai,” sambungnya
Diketahui Ari Sihasale juga berperan sebagai sosok Eduard dalam film Indonesia Dari Timur.

Dalam film ini mengajak beberapa bintang muda sepak bola asli Papua untuk main di film tersebut, mereka lah yang berperan sebagai atlet sepak bola Papua di film ini.

Para pemain yang asli dari Papua
Foto: Istimewa

“Banyak konsultasi dengan coach Edu, banyak berdiskusi. Kami berharap adegan pertandingan sepak bola tidak terlalu banyak tapi itu real bukan kaleng-kaleng,”ujar Ari Sihasale.

Ari Sihasale bersyukur ia dengan warga lokal Papua sangat dekat sejak 2016. Saat itu ia memproduseri film Denias, Senandung di Atas Awan yang berlatar di Papua. Ari mengatakan, Arswendy Beningswara Nasution pernah melatih akting bintang-bintang sepak bola Papua ini untuk berakting.

“Iya kebetulan kami sudah sering melakukan kegiatan dengan adik-adik di Papua sejak 2016 ketika Denias, Senandung di Atas Awan ada bang Arswendy Nasution. Dia melatih adik-adik asli Papua yang bukan aktor untuk akting dengan baik,” kata Ari. “Di pagi hari mereka berlatih sepak bola dengan kakak Edu. Kalau sore latihan dengan kakak Arswendy. Tapi saya percaya semua anak punya bakat bila di kasih kesempatan” lanjut Ari.

Ari bersyukur semua bintang sepak bola Papua ini bisa berakting dengan baik. Terbukti, ia sangat puas dengan akting para bintang sepak bola Papua ini di film Indonesia Dari Timur.

“Film Indonesia Dari Timur adalah bentuk karya untuk mengobarkan semangat persatuan, karena kitorang Manyala!” tutur Ari.

Ari Sihasale sebagai pelatih dan sekaligus Sutradara di Film Indonesia Dari Timur. Foto: Istimewa

Sebagai informasi produksi film Indonesia Dari Timur dilakukan di Wamena, Timika, dan Jayapura. Indonesia Dari Timur mengisahkan tentang Edu seorang pilot senior yang melayani rute-rute perintis di Papua, mendapatkan tugas dari Simon, pemilik perusahaan penerbangan untuk membangun sebuah tim sepakbola yang dipersiapkan untuk bertanding dalam sebuah turnamen bergengsi.

Edu yang semula enggan menyetujui tugas tersebut, namun akhirnya berubah. Edu dijanjikan akan memimpin sebuah anak perusahaan yang akan didirikan Simon, dengan satu syarat bahwa ia harus bisa mendirikan sebuah klub sepak bola remaja yang akan disponsori oleh perusahaan mereka.

Mereka juga merekrut bakat-bakat muda Papua yang tercerai-berai tanpa pembinaan.

Meskipun tim mereka baru saja memenangkan pertandingan nasional belum lama ini. Anak perusahaan itu akan mengibarkan kebanggaan tim sepakbola tersebut, dan menjadi satu-satunya pihak yang sanggup merawat simbol harga diri masyarakat Papua.

Usaha Edu terbentur oleh kekecewaan para pemain sepak bola tim binaan coach John karena hadiah yang dijanjikan tidak diberikan sponsor saat kemenangan turnamen sebelumnya. Hal itu menyebabkan mereka berpencar pulang entah kemana.

Film Indonesia Dari Timur akan segera tayang di bioskop Indonesia. Namun, pihak rumah produksi belum mengumumkan jadwal resmi tayangnya. (atp)