SinarHarapan.id- Peta persaingan industri telekomunikasi tanah air kembali bergeser. Bnetfit, penyedia layanan internet yang berdiri sejak 2018, resmi melepas statusnya sebagai perusahaan konektivitas biasa.
Melalui acara “Bnetfit Media Connect: Iftar Gathering 2026” di Artotel Thamrin Jakarta, Jumat (27/2/2026), manajemen memperkenalkan wajah baru perusahaan: dari connectivity-centric provider menjadi National ICT & Digital Infrastructure Provider.
Transformasi ini bukan sekadar ganti kemasan. Dalam pemaparan roadmap 2026, tiga pimpinan puncak Bnetfit—Victor Irianto (Komisaris), Ade Tjendra (CEO), dan Galuh Kusumah (GM Pengembangan Bisnis)—menyampaikan ambisi membangun ekosistem digital nasional yang terukur, aman, dan berkelanjutan. Visi besarnya: “Dari penyedia konektivitas ke juara TIK nasional.”
“Kami tidak ingin sekadar menjadi penyedia internet. Kami ingin menjadi pilar bagi perkembangan dunia digital Indonesia,” tegas Ade Tjendra saat memaparkan strategi perusahaan.

Bnetfit tidak lagi hanya berbicara tentang kecepatan unduh atau stabilitas jaringan. Perusahaan ini mulai merambah lima layanan strategis yang saling terkait: kecerdasan buatan (AI) untuk otomatisasi industri, layanan cloud yang skalabel, sistem keamanan siber komprehensif, pusat data (data center) melalui Nexbyte, serta Internet of Things (IoT) untuk mendukung kota cerdas dan industri modern.
Baca juga : Dari Markas ke Lapangan: Bnetfit Resmi Jadi Partner Internet Andalan Bogor Hornbills
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kami ingin memastikan Bnetfit berada di garis terdepan,” ujar Victor Irianto.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai CEO ini kini beralih posisi menjadi Komisaris dengan fokus memperkuat positioning Bnetfit sebagai perusahaan yang berkontribusi terhadap percepatan transformasi digital nasional.
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Bnetfit tidak hanya bermodal slogan. Perusahaan ini mengadopsi teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) generasi terbaru. Teknologi asal Amerika ini memungkinkan peningkatan kapasitas jaringan fiber optik secara drastis—mendukung lebih dari 96 sinyal data dengan kecepatan hingga 800 Gbps—tanpa perlu membangun jaringan baru dari nol.
Dari sisi konektivitas internasional, Bnetfit telah terintegrasi dengan sistem kabel bawah laut SEA Cable Exchange-1 (SeaX-1) yang membentang 250 km menghubungkan Malaysia, Singapura, dan Batam. Sementara untuk domestik, kabel laut BTI‑1 sepanjang 4.500 km dari Batam hingga Manado akan menjadi tulang punggung trafik data nasional, dengan percabangan ke Gresik, Makassar, dan Balikpapan.
“Indonesia harus terhubung kuat, bukan hanya secara nasional tetapi juga secara regional,” tambah Victor.
Sayap Kupu-Kupu dan Kolaborasi Terbuka
Sebagai simbol perubahan, Bnetfit meluncurkan logo baru berbentuk kurva menyerupai sayap kupu-kupu dengan elemen infinity line. Perpaduan warna biru dan hijau merepresentasikan kepercayaan, stabilitas, dan kehidupan—sejalan dengan filosofi Connected Living, Shared Growth, dan Infinity Support yang diusung.
Di sisi ekspansi pasar, Bnetfit tidak bekerja sendiri. Melalui skema open access, perusahaan ini berkolaborasi dengan PT Linknet Tbk dan Asianet untuk memaksimalkan lebih dari 7 juta homepass di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini memungkinkan Bnetfit menjangkau area lebih luas tanpa harus membangun infrastruktur dari dasar secara membabi buta.
Galuh Kusumah, GM Business Development, menegaskan bahwa ekspansi akan dimulai dari Jakarta sebelum merambah ke kota-kota lain di Indonesia. “Kami ingin menjadi mitra strategis transformasi digital, menghadirkan layanan yang skalabel, aman, dan andal untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan masyarakat secara nasional,” pungkasnya.
Dengan identitas baru, kepemimpinan yang diperkuat, serta dukungan teknologi modern, Bnetfit kini resmi bertarung di liga baru: bukan sekadar Internet Service Provider (ISP), melainkan penggerak ekosistem digital Indonesia masa depan.





