VoB akan tampil di Festival Glastonbury, Inggris. Foto: Facebook

SinarHarapan.id- Nama grup band ini unik, gabungan dari bahasa Inggris dan Sunda. Voice of Baceprot (VoB): voice berarti suara, baceprot bermakna berisik atau cerewet. Hanya butuh tiga tahun sejak dibentuk bagi band yang diawaki tiga gadis asli Desa Banjarwangi, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk tersohor di Eropa dan Amerika Serikat.

Ciri khasnya lagi, ketiga personel itu – Firda Marsya Kurnia (vokalis dan gitar), Widi Rahmawati (bass), dan Euis Siti Aisyah (drum) – berjilbab. Tiga awak VoB ini sudah bersahabat sejak sekolah di madrasah. Meski perempuan, mereka memilih genre rock progresif metal.

Dalam jumpa pers yang digelar Kementerian Luar Negeri secara virtual di Jakarta, Jumat (21/6), Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya menjelaskan VoB terpilih sebagai band Indonesia pertama yang akan tampil di festival musik bergengsi Glastonbury di Inggris.

Dia menambahkan Festival Glastonbury di gelar setiap tahun di Desa Pilton, Somerset. Festival ini setara dengan festival musik prestisius Woodstock di Amerika Serikat. Grup band dan penyanyi dunia lainnya juga akan tampil di Festival Glastonbury, adalah Coldplay dan Dua Lipa. Lagu-lagu karya VoB memang sarat makna.

“Melalui karya musik, VoB tidak hanya menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan cinta damai, lebih penting dari itu mengangkat isu-isu sosial, kemanusiaan, hingga lingkungan,” katanya.

Desra mencontohkan lagu VoB yang berjudul “God, Allow Me (Please) to Play Music” menjawab kritik terhadap imej buruk ketiga personel VoB sebagai muslimah karena bermain musik. Sementara itu, lagu The Enemy of Earth is You merupakan lagu bertema kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh manusia.

Diundang tampil di festival musik Glastonbury merupakan salah satu prestasi besar sekaligus bersejarah yang dicetak oleh VoB. Mereka akan berangkat ke Inggris Hari Minggu nanti.

“Seperti yang selalu saya tekankan kepada rekan-rekan diaspora di Inggris bahwa mereka inilah yang betul-betul sebagai duta besar Indonesia. Tentu saja misi mereka akan mengharumkan nama Indonesia di Inggris,” ujar Desra.

Voice of Baceprot saat sedang melakukan ‘sound check’ di Union Stage, Washington, D.C. (dok: VOA)

Pada kesempatan itu, Firda bercerita VoB dibentuk pada 14 Februari 2014. VoB mulai menggaet penggemar setelah mengunggah di YouTube penampilan mereka saat membawakan sebuah lagu dari grup rock legendaris asal Amerika Serikat, Rage Against the Machine pada 2015. VoB melanjutkan dengan membawakan lagu-lagu dari beragam grub band terkemuka di dunia, seperti Red Hot Chilli Peppers, Metallica, dan Slipknot.

Pada 2017, VoB mulai menarik perhatian media global ketika membawakan lagu mereka sendiri yang berjudul “The Enemy of Earth is You” di festival musik di Garut dan di studio. Setahun kemudian, lagu ini dikumandangkan oleh Erwin Gutawa Orchestra di Jakarta.

Dia menambahkan lagu “The Enemy of Earth is You” itu pula yang membuat VoB diundang oleh gitaris grup rock legendaris asal Amerika Serikat, Rage Against the Machine, untuk manggung di sana. Namun, kesempatan itu terbuang karena visa terlambat keluar. Meski begitu, VoB masih terus berkarya.

“Sampai akhirnya pada 2021, kami menjalankan tur Eropa yang pertama. Lalu pada 2022 kembali menjalankan tur Eropa. Saat itu kami berkesempatan tampil di Wacken Open Air 2022 (di Jerman). Tahun selanjutnya, 2023, kami melakukan tur Amerika Serikat di sembilan titik,” tutur Firda.

Prestasi lain diraih adalah lewat lagu “God, Allow Me (Please) To Play Music” membuat VoB mendapat penghargaan sebagai grup rock terbaik dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada 2022. Setahun berselang, album Retas masuk 50 album metal terbaik versi majalah Kerrang.

Tahun lalu, lagu “The Enemy of Earth is You” masuk menjadi 50 lagu metal terbaik versi majalah Metal Hammer terbitan Inggris.

Sejak Oktober 2023, VoB memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan sebuah perusahaan rekaman di Jakarta, yang berlangsung sejak 2020, dan kembali ke kampung halaman di Garut. Firda, Widi, dan Euis merasa VoB lebih cocok menjadi band independen.

“Saat ini, kami kembali ke Garut, tepatnya di daerah Banjarwangi, masih tiga jam dari Garut kota, dan kembali menjadi musisi independen di sana. Di kampung, kami bertiga berniat membangun ekosistem bermusik dan menggerakkan komunitas di sekitarnya yang sejak awal (VoB) berdiri sudah terlibat bersama secara erat,” ujarnya.

VoB menerima undangan untuk tampil di festival musik Glastonbury melalui surat elektronik pada 26 Maret 2024. Di Glastonbury, VoB diberi waktu untuk tampil selama 30-45 menit.

Firda menegaskan VoB akan memanfaatkan kesempatan itu untuk menampilkan budaya Indonesia, seperti memasukkan beberapa unsur nada Sunda. Selain itu, Firda, Widi, dan Euis akan tampil dengan busana bercorak modern dan tradisional Indonesia.

VoB akan menampilkan sejumlah lagu, termasuk (Not) Public Property, The Enemy of Earth is You menceritakan manusia sebagai perusak alam, lagu baru berjudul Mighty Island tentang manusia yang serakah sebagai perusak alam nomor satu, dan God, Allow Me (Please) To Play Music.

Sebagai orang desa, ketiga personel VoB memiliki pengalaman berkesan ketika pertama kali ke luar negeri. Widi Rahmawati (bass) mengaku kaget karena roti isi daging atau burger di Eropa berukuran lebih besar ketimbang di Indonesia.

Firda pernah ditahan pihak imigrasi karena dikira anak kecil. Ketiganya bahkan sering mendapat diskon harga jika makan di restoran, karena lagi-lagi dikira masih kecil. Sementara itu, Euis Siti Aisyah (drum) merasa terkejut karena tidak menemukan sampah di tempat-tepat umum di Denmark. Ketiganya memang dari desa, namun VoB pekan depan akan berusaha mengguncang Glastonbury. (VoaIndonesia/atp)