Internasional

UEA Gelontorkan Dana Besar untuk Dukung Operasi Kemanusiaan PBB 2026

×

UEA Gelontorkan Dana Besar untuk Dukung Operasi Kemanusiaan PBB 2026

Sebarkan artikel ini

Atas arahan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, UEA mengumumkan komitmen US$550 juta untuk mendukung Tinjauan Kemanusiaan Global (GHO) PBB. Dana ini akan membantu upaya penghimpunan US$33 miliar pada 2026 untuk mendukung sekitar 135 juta orang di 23 operasi kemanusiaan dunia, termasuk program bagi pengungsi dan migran..

Staf Bulan Sabit Merah UEA membagi-bagikan makanan di pusat distribusi Afgoye, Somalia. Bantuan ini merupakan bagian dari program Ramadan, yang menyalurkan makanan untuk lebih dari 5.000 pengungsi internal (IDP) dengan dukungan pasukan AMISOM. (Foto: AU UN IST / Tobin Jones. AMISOM Public Information, CC0, via Wikimedia Commons)

SinarHarapan.id – Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan komitmen pendanaan sebesar US$550 juta untuk mendukung Global Humanitarian Overview (GHO) 2026, paket respons kemanusiaan PBB yang menargetkan penghimpunan dana US$33 miliar. Dana tersebut ditujukan membantu sekitar 135 juta orang dalam 23 operasi kemanusiaan di berbagai kawasan krisis, termasuk program bagi pengungsi dan migran.

Komitmen itu disampaikan sesuai arahan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Fokus awal pendanaan adalah membantu melindungi hingga 87 juta warga yang membutuhkan dukungan mendesak, dengan kebutuhan dana mencapai US$23 miliar.

Langkah ini menegaskan posisi UEA sebagai salah satu negara yang aktif mendorong kerja sama multilateral dalam menangani bencana dan krisis kemanusiaan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai badan PBB, termasuk Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA).

Komitmen untuk Respons Cepat

Menteri Negara Urusan Kerja Sama Internasional, Reem bint Ebrahim Al Hashimy, menyatakan bahwa kontribusi tersebut merupakan wujud dari komitmen UEA untuk memastikan bantuan menjangkau kelompok paling terdampak.

“Dukungan ini mencerminkan keyakinan kami bahwa solidaritas global mutlak diperlukan untuk merespons kebutuhan kemanusiaan secara efektif dan berkelanjutan, demi menjaga martabat manusia dan melindungi kehidupan,” ujarnya.

Apresiasi dari Badan-Badan PBB

Sejumlah pimpinan badan kemanusiaan PBB menyambut positif langkah UEA tersebut. Tom Fletcher, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan sekaligus Koordinator Bantuan Darurat, menilai dukungan itu sebagai sinyal kuat di tengah meningkatnya krisis dunia. “Ini tentang menyelamatkan hidup mereka yang paling terdampak. Dukungan cepat dan besar dari UEA memberi dorongan signifikan bagi rencana 2026,” katanya.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan pentingnya dukungan ketika sistem kesehatan di banyak negara mulai melemah. “Ketika dunia bergerak bersama, layanan kesehatan dapat dipulihkan dan nyawa dapat diselamatkan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell menyoroti dampaknya bagi perlindungan anak. “Anak-anak selalu menjadi kelompok paling rentan saat krisis terjadi. Dukungan UEA datang pada saat yang sangat kritis,” ujarnya.

Filippo Grandi, Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, menyebut komitmen UEA sebagai harapan bagi jutaan pengungsi yang terdampak pemangkasan dana global.

Adapun Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain menyebut bantuan itu sebagai “lifeline” di tengah ancaman kelaparan akut. “WFP siap bekerja sama dengan UEEA untuk memastikan bantuan menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” katanya.

Peran Strategis UEA

Komitmen terbaru ini memperkuat posisi UEA sebagai mitra strategis sistem kemanusiaan PBB. Negara Teluk tersebut selama beberapa tahun terakhir menempatkan bantuan kemanusiaan sebagai bagian utama kebijakan luar negerinya, termasuk target mempercepat respons di wilayah-wilayah yang rentan konflik dan bencana.

Pemerintah UEA menegaskan dukungan ini selaras dengan arahan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang menekankan pentingnya respons cepat, kolaborasi global, dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa di tengah meningkatnya tantangan kemanusiaan dunia.