Internasional

Kanada Buka Akses Modal bagi UMKM Perempuan Indonesia

×

Kanada Buka Akses Modal bagi UMKM Perempuan Indonesia

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada bersama Impact Investment Exchange meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI),  di Jakarta, Senin (12/1).

SinarHarapan.id – Upaya memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pimpinan para pengusaha perempuan di Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada bersama Impact Investment Exchange meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI),  di Jakarta, Senin (12/1).

Program berdurasi lima tahun ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan investasi usaha berdampak yang berfokus pada perempuan di sejumlah provinsi terpilih. Pendekatannya tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha dan ekosistem pendukung.

Melalui pelatihan bisnis dan keuangan yang disesuaikan dengan konteks lokal, pendampingan kesiapan investasi, serta kemitraan dengan investor dan lembaga keuangan, IIRI diharapkan mampu membantu pelaku usaha berkembang dan memperluas peluang pasar.

Baca Juga: Kanada Resmi Akui Negara Palestina

UMKM Perempuan dan Tantangan Akses Pembiayaan

UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Lebih dari 65 juta UMKM menyumbang sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 64,5 persen dimiliki atau dikelola oleh perempuan.

Namun, kontribusi besar itu belum sepenuhnya memiliki akses permodalan yang memadai. Kesenjangan pembiayaan UMKM di Indonesia mencapai sekitar 220 miliar dollar AS. Banyak usaha masih berada pada tahap awal dan belum memiliki model bisnis, laporan keuangan, serta data dampak untuk berinteraksi dengan investor.

Di sisi lain, aliran investasi masih terkonsentrasi di wilayah tertentu, terutama Jawa dan Bali. Akibatnya, UMKM di berbagai daerah lain menghadapi keterbatasan pendanaan dan akses sumber daya.

Komitmen Kanada untuk Pertumbuhan Inklusif

Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai menegaskan bahwa kemitraan dengan IIX mencerminkan komitmen Kanada dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia.

Menurut dia, melalui IIRI, Kanada akan memberikan bantuan teknis sekaligus membantu menarik investasi bagi usaha yang memberdayakan perempuan. Program ini akan memperkuat UMKM sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan dan mempererat kerja sama kedua negara.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia dengan ekosistem UMKM yang berdaya saing global dan partisipasi ekonomi perempuan yang lebih kuat.

Menyiapkan Usaha agar Siap Bertemu Investor

Pendiri dan CEO IIX Durreen Shahnaz menilai pengusaha perempuan merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia. Namun, mereka masih membutuhkan perangkat dan jalur yang tepat untuk mengakses permodalan.

Melalui IIRI, IIX berencana melatih dan mendampingi ratusan usaha yang berfokus pada perempuan agar siap menarik investasi. Selain itu, pelaku usaha juga akan terhubung langsung dengan investor yang memahami potensi dampak sosial dan ekonomi yang mereka hasilkan.

Dengan meningkatnya kapasitas tersebut, usaha perempuan akan mampu memperluas perdagangan, baik di pasar domestik maupun internasional, sekaligus mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Melanjutkan Orange Movement

Program IIRI merupakan kerja sama jangka panjang IIX di Indonesia dalam mengembangkan ekosistem investasi berdampak. Upaya tersebut berjalan dengan Orange Movement, sebuah inisiatif global untuk mengintegrasikan kesetaraan gender, aksi iklim, dan dampak sosial ke dalam sistem keuangan.

Bersama pemerintah dan regulator, seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, IIX telah memfasilitasi lahirnya berbagai instrumen keuangan inklusif. Di antaranya penerbitan Orange Bond pertama di Indonesia dan Orange Sukuk pertama di dunia oleh PT Permodalan Nasional Madani.

Hingga kini, inisiatif tersebut telah memobilisasi puluhan juta dollar AS bagi UMKM berdampak tinggi dan mendukung perempuan pengusaha di berbagai daerah.

Belajar dari Pengalaman Negara Lain

Pengalaman di Vietnam menunjukkan potensi program serupa. Sejak 2022, inisiatif dengan dukungan Kanada di negara tersebut telah memperkuat hampir 250 usaha berdampak sosial dan memobilisasi lebih dari 17 juta dollar AS modal swasta.

Di Indonesia, harapannya IIRI dapat mengkatalisasi transformasi serupa. Dengan mempertemukan kesiapan usaha dan aliran modal, program dapat membuka potensi ekonomi yang lebih luas dan mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.