SinarHarapan.id-Tungkai bawah anak kerap menunjukkan variasi bentuk seperti kaki O (bow legs) dan kaki X (knock knees). Kondisi ini umum terjadi seiring dinamika pertumbuhan tulang namun memerlukan pemahaman tepat untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Kedua kelainan ini menggambarkan ketidaksejajaran antara tulang paha dan tulang kering.
Kaki O atau genu varum membuat kedua lutut tampak terpisah lebar saat pergelangan kaki rapat. Sebaliknya, kaki X atau genu valgum membuat kedua lutut saling menempel sementara pergelangan kaki justru berjauhan. Kedua kondisi ini memengaruhi pola berjalan atau gait anak.
Pada banyak kasus, kondisi ini bersifat fisiologis dan akan membaik seiring waktu tanpa penanganan khusus. Namun, orang tua perlu waspada jika keluhan muncul di luar rentang usia normal, memburuk dengan cepat, atau hanya terjadi pada satu sisi kaki hingga mengganggu aktivitas harian.
Prosedur guided growth surgery menawarkan solusi efektif untuk mengoreksi bentuk tungkai dengan aman. Dokter memasang implan khusus di lempeng pertumbuhan untuk mengarahkan ulang pertumbuhan tulang secara bertahap sesuai anatomi normal.
Baca juga : RSPI Kasih Tips Pola Hidup Sehat Jelang Liburan
Orang tua dapat melakukan upaya pencegahan dengan memastikan asupan nutrisi, menjaga berat badan ideal anak, dan memantau perkembangannya secara rutin. Deteksi dan konsultasi dini ke dokter spesialis menjadi kunci utama mencegah kondisi ini menetap hingga dewasa.
dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp.OT, Subsp.A(K) menjelaskan variasi bentuk tungkai bawah seperti kaki O (bow legs) dan kaki X (knock knees) kerap muncul pada anak. Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Anak dari RS Pondok Indah – Puri Indah ini menegaskan kondisi tersebut umum terjadi seiring dinamika pertumbuhan tulang.(28/1)
“Kaki O membuat kedua lutut tampak terpisah saat pergelangan kaki rapat. Sebaliknya, kaki X membuat lutut menempel sementara pergelangan kaki berjauhan,” jelas dr. Aulia. Kedua kondisi ini dapat mempengaruhi pola berjalan atau gait si kecil.
Dokter Aulia menyebut banyak kasus bersifat fisiologis dan akan membaik sendiri tanpa penanganan khusus. “Orang tua harus waspada jika keluhan muncul di luar rentang usia normal, memburuk cepat, atau hanya terjadi pada satu sisi kaki,” tegasnya.
Menegakkan diagnosis memerlukan pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis. “Kami lakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan penunjang seperti scanogram untuk mengukur sudut kelainan secara akurat,” ujar dr. Aulia.
Penanganannya bervariasi tergantung penyebab dan tingkat keparahan. Opsi yang ada mulai dari pemberian suplemen, alat bantu (brace), hingga tindakan bedah seperti osteotomy atau prosedur minimal invasif guided growth surgery.
“Prosedur guided growth surgery menawarkan solusi efektif untuk mengoreksi bentuk tungkai dengan aman. Kami pasang implan khusus di lempeng pertumbuhan untuk mengarahkan ulang pertumbuhan tulang,” paparnya.
Dokter Aulia menekankan peran orang tua dalam pencegahan. “Pastikan asupan nutrisi, jaga berat badan ideal anak, dan pantau perkembangannya rutin. Deteksi dini menjadi kunci utama mencegah kondisi ini menetap,” tutupnya.

