Gaya Hidup

Pengasuhan Anak Jadi Infrastruktur Sosial, Orang Tua Makin Produktif

×

Pengasuhan Anak Jadi Infrastruktur Sosial, Orang Tua Makin Produktif

Sebarkan artikel ini
Berbagai aktivitas di lokasi daycare yang dikelola MainStory. (Ist)

SinarHarapan.id –  Selama ini, pengasuhan anak kerap dianggap sebagai urusan privat keluarga. Namun di balik satu keputusan menitipkan anak, tersimpan dampak domino yang jauh lebih luas, mulai dari produktivitas tenaga kerja, keberlanjutan karier perempuan, hingga fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

MainStory menegaskan bahwa pengasuhan anak (childcare) bukan sekadar layanan, melainkan bagian dari infrastruktur sosial yang berperan penting dalam membentuk kualitas generasi masa depan dan partisipasi tenaga kerja hari ini.

“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni Lewa, CEO MainStory.

Menurut Anthony, pengasuhan anak layak diposisikan sebagai infrastruktur sosial karena dampaknya lintas generasi, mulai dari stimulasi tumbuh kembang anak, keberlanjutan karier orang tua, khususnya perempuan, hingga produktivitas ekonomi jangka panjang.

Berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada pengasuhan anak berkualitas dapat memberikan return hingga 7-10 kali lipat serta membantu menyetarakan peluang ekonomi anak lintas latar sosial di masa dewasa.

Artinya, setiap rupiah yang dialokasikan negara untuk pengasuhan anak tidak hanya berdampak pada tumbuh kembang anak, tetapi juga menciptakan efek domino, mulai dari peningkatan partisipasi kerja orang tua, produktivitas tenaga kerja, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam konteks Indonesia, akses pengasuhan anak yang terjangkau dan berkualitas berpotensi meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan dari 53% menjadi 58%, yang dalam berbagai studi diperkirakan dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar terhadap PDB per tahun. Ini menunjukkan pengasuhan anak adalah fondasi sosial yang turut menentukan daya saing tenaga kerja di masa depan.

Salah satu sudut di daycare yang dikelola MainStory. (Ist)

Dampak Nyata terhadap Masyarakat

Sejak berdiri pada 2022, MainStory telah mengoperasikan lebih dari 30 unit daycare dan homecare di lima kota, melayani lebih dari  7.000 keluarga per Januari 2026, sekitar 4.500 di antaranya adalah ibu bekerja, serta mencatat lebih dari 150.000 hari pengasuhan anak.

Tingkat retensi keluarga mencapai 89%, dengan net promoter score sebesar 71% yang ditopang oleh faktor teknologi dan keamanan.

“Angka-angka ini bukan sekadar pertumbuhan bisnis. Ini mencerminkan kebutuhan riil keluarga bekerja hari ini dan kepercayaan yang mereka titipkan kepada kami,” ujar Antoni.

Survei internal MainStory memperlihatkan bagaimana dampak domino tersebut terjadi di tingkat keluarga.

Sebanyak 71,7% orang tua baru pertama kali menggunakan layanan pengasuhan anak dan memilih MainStory sebagai pengalaman pertamanya; 68% merasa lebih fokus bekerja; 54,7% (mayoritas ibu) dapat kembali bekerja atau batal mengundurkan diri.

Kemudian, sebanyak 55% menghemat biaya sekitar Rp 1 juta-Rp 4 juta per bulan; serta 48% menghemat 7–12 jam per hari yang sebelumnya terserap untuk urusan pengasuhan.

Rangkaian perubahan ini menunjukkan bagaimana satu keputusan pengasuhan dapat berlanjut dari ketenangan keluarga, ke produktivitas kerja, hingga kontribusi yang lebih luas bagi ekonomi.

Selain itu, MainStory berkomitmen terhadap pemberdayaan perempuan yang tercermin dari komposisi organisasinya, terdiri atas 73% karyawan kantor pusat adalah perempuan, 89% manajer adalah perempuan, dan 64% mitra pemilik daycare adalah perempuan.

Secara keseluruhan, 2000+ perempuan telah terberdayakan melalui peluang kerja layak, baik dampak langsung maupun tidak langsung, dengan jalur karier serta standar upah yang lebih stabil dibandingkan rata-rata pasar.

“Kami tidak hanya ingin membantu orang tua bekerja. Kami juga membangun ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan bagi para pengasuh dan mitra perempuan,” kata Antoni.

Salah satu sudut di daycare yang dikelola MainStory. (Ist)

Orang Tua Bekerja

Fakta di masyarakat, tiga kebutuhan utama paling sering muncul yaitu rasa aman saat menitipkan anak, kebutuhan stimulasi perkembangan yang tepat, serta kelelahan akibat sering berganti pengasuh atau asisten rumah tangga.

MainStory menjawab kebutuhan ini melalui pemantauan CCTV real-time, daily report, kurikulum stimulasi, serta pengelolaan rekrutmen, pelatihan, dan penggantian pengasuh secara terintegrasi.

Memasuki 2026, MainStory terus memperluas perannya sebagai platform parenting yang relevan dan mudah diakses oleh keluarga Indonesia dengan mengintegrasikan layanan offline dan online, memperluas jangkauan daycare dan homecare yang berkualitas serta terjangkau, dan berinvestasi pada digitalisasi serta fasilitas pelatihan pengasuh berbasis teknologi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga, di mana pun mereka berada, memiliki akses pada pengasuhan yang aman, terjangkau, dan bermutu,” tutup Antoni.

MainStory mengajak keluarga Indonesia memandang bantuan pengasuhan anak sebagai pilihan bijak. Pengasuhan anak adalah bentuk self-care, family-care, dan future-care. Meminta bantuan adalah tanda kesadaran dan keberanian untuk memilih yang terbaik bagi keluarga.

MainStory adalah penyedia layanan pengasuhan anak berbasis teknologi (tech-enabled childcare) yang menawarkan daycare dan homecare dengan sistem pemantauan digital real-time. Sejak berdiri pada 2022, MainStory telah mendampingi ribuan orang tua bekerja melalui jaringan daycare profesional di berbagai wilayah Indonesia.

Kesra

SinarHarapan.id – Hunian layak berupa rumah susun (Rusun) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak hanya menyasar…