SinarHarapan.id – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meluncurkan website resmi sebagai sarana penyebaran kajian dan rekomendasi kebijakan ekonomi berbasis data. Platform tidak hanya menjadi pusat informasi, tetapi juga sebagai ruang dialog publik yang terbuka, kredibel, dan berimbang mengenai arah kebijakan ekonomi nasional.
Kehadiran website menjadi bagian dari langkah strategis DEN untuk memperkuat perannya sebagai penasihat Presiden dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang berbasis bukti dan analisis yang terukur.
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan bahwa tantangan ekonomi global dan domestik yang semakin kompleks menuntut kualitas perumusan kebijakan yang semakin tajam dan berbasis data.
Baca Juga: Hilirisasi sebagai Jalan Panjang Menuju Kemandirian Ekonomi
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, kebijakan ekonomi perlu lebih tajam, berbasis data dan bukti, dengan metode analisis yang kredibel. DEN berupaya membantu mengkomunikasikan dan mengedukasi berbagai kebijakan ekonomi serta perkembangan indikator ekonomi kepada publik secara objektif,” ujar Luhut dalam sambutannya.
Menurutnya, kualitas diskursus publik soal ekonomi perlu terus diperkuat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang jernih dan tidak terjebak pada persepsi yang keliru.
Rujukan bagi Pemangku Kepentingan
Dalam setahun terakhir, kondisi ekonomi global diwarnai ketidakpastian yang tinggi. Meski demikian, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas makro dan pertumbuhan ekonomi relatif baik.
Namun, DEN mengingatkan bahwa ketahanan ekonomi tidak hanya angka, tetapi juga oleh tata kelola dan persepsi publik. Karena itu, literasi dan komunikasi kebijakan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan.
Website resmi DEN akan memuat berbagai kajian strategis, analisis ekonomi mutakhir, serta rekomendasi kebijakan berbasis data. Seluruh konten harus dengan pendekatan lintas perspektif, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan ekonomi politik.
Platform dapat menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat luas untuk memahami kebijakan ekonomi secara lebih utuh.

Diskusi Kebijakan
Dalam diskusi kebijakan, hadir Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, serta Senior Advisor Prospera Vivi Alatas. Pemandu diskusi adalah Co-Founder Total Politik Budi Adiputro. Forum menjadi wadah pertukaran pandangan lintas bidang guna memperkaya kualitas analisis kebijakan.
Mari Elka Pangestu menyoroti pentingnya strategi menghadapi ketidakpastian global melalui diversifikasi dan penguatan ketahanan domestik. Ia menilai deregulasi dan perluasan pasar perlu lebih cepat, dengan kebijakan berbasis bukti yang fokus dan terukur.
“Kita perlu memastikan program prioritas Presiden tetap berjalan, namun pada saat yang sama menyadari bahwa terdapat agenda lain yang juga membutuhkan ruang fiskal. Evaluasi berbasis data terhadap program yang sedang berlangsung penting agar alokasi anggaran lebih presisi dan berdampak,” ujarnya.
Fondasi Resiliensi Ekonomi
Vivi Alatas menambahkan bahwa fondasi resiliensi ekonomi terletak pada stabilitas makro, disiplin fiskal yang tepat sasaran, penguatan kelas menengah. Juga, sektor swasta yang dinamis dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ia mengingatkan bahwa tidak ada kebijakan yang pasti berhasil sepenuhnya. Karena itu, desain kebijakan harus memiliki tujuan yang jelas dan ukuran keberhasilan yang terdefinisi sejak awal.
Vivi menjelaskan bahwa kebijakan yang kuat perlu rancangan rasional, pendanaan proporsional, indikator terukur, serta strategi komunikasi yang efektif sejak tahap perencanaan.
Adapun Burhanuddin Muhtadi memaparkan perkembangan persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah. Ia menyebut tingkat persetujuan terhadap Presiden meningkat pada Januari, namun tingkat kepuasan yang sangat tinggi masih terbatas. Mayoritas responden berada di kategori “cukup puas”, yang masih dapat berubah mengikuti dinamika kebijakan dan kondisi ekonomi.
“Dalam kebijakan publik, yang paling penting adalah overdeliver dan underpromise, bukan sebaliknya. Ekspektasi publik perlu dikelola secara realistis agar kepercayaan dapat dijaga dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ke depan, DEN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi sebagai think tank strategis berbasis bukti. Melalui platform digital dan forum dialog, DEN ingin menjadi mitra diskusi yang konstruktif dalam menjaga stabilitas. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.











