SinarHarapan.id-Di sebuah showroom OLXmobbi di kawasan Arteri Cilandak, suasana Sabtu pagi itu berbeda dari biasanya. Puluhan anggota komunitas mobil tidak sedang sekadar kopdar atau pamer modifikasi. Mereka duduk rapi, menyimak paparan demi paparan. Bukan soal akselerasi atau kecepatan, melainkan sesuatu yang jauh lebih penting: bagaimana cara mudik dengan selamat.
Data Kementerian Perhubungan menyebut, sekitar 143,91 juta orang akan bergerak pada momen Lebaran 2026. Meski angka ini sedikit turun dari tahun lalu, potensi kepadatan dan risiko kecelakaan tetap mengintai. Menyadari hal itu, Garda Oto—produk asuransi mobil Asuransi Astra—berkolaborasi dengan OLXmobbi menggelar OtomoTALKS bertajuk “Ngobrolin Mudik Aman Agar Tenang Sampai Tujuan”.
Acara yang menjadi bagian dari kampanye #AlwaysDriveSafely ini menghadirkan tiga sesi edukasi yang dirancang khusus untuk para penggila roda empat.
Tiga Jurus Jitu Sebelum Putar Setir
Sesi pertama dibawakan oleh Branch Manager OLXmobbi Arteri Cilandak, Jilly Sasia. Di hadapan para peserta, ia menekankan bahwa perjalanan aman dimulai dari kendaraan yang laik jalan. OLXmobbi, menurutnya, berkomitmen menghadirkan mobil bekas berkualitas karena setiap unit telah melalui inspeksi ketat oleh tenaga profesional.
“Menjelang mudik dengan mobilitas tinggi, penting banget memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Jangan sampai di tengah jalan baru nyesel,” ujar Jilly.
Marketing Division Head OLXmobbi, Catherine Jennie, menambahkan bahwa proses inspeksi ini bukan sekadar formalitas. “Kami ingin memastikan kualitas dan kelayakan kendaraan lebih terjamin. Harapannya, anggota komunitas bisa lebih peduli terhadap kondisi mobilnya dan menerapkan perilaku berkendara aman, lalu menularkannya ke masyarakat luas,” tuturnya.
Sesi kedua menghadirkan Head of Desk Survey Asuransi Astra, Adry Arisgraha, yang membedah tuntas soal asuransi kendaraan. Banyak peserta yang baru paham bahwa memiliki polis saja tidak cukup. Mereka perlu memahami apa saja yang dijamin dan tidak dijamin, serta memastikan Surat Izin Mengemudi (SIM) aktif dan tidak melanggar rambu lalu lintas agar klaim tidak bermasalah.
“Kami juga sampaikan layanan Garda Oto selama periode mudik. Intinya, kami ingin pelanggan tenang karena ada yang membantu jika terjadi hal-hal tidak diinginkan,” jelas Adry.
Berkendara Defensif: Antisipasi, Jaga Jarak, dan Kenali Waktu Istirahat
Sesi paling dinanti adalah pemaparan dari Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas (IAABL) Trainer Astra, Soehartono. Dengan gaya bicara lugas, ia mengajak peserta membayangkan berbagai skenario di jalan raya. Defensive driving, katanya, bukan sekadar teori. Ini soal sikap antisipatif, pengendalian emosi, dan kemampuan membaca potensi bahaya di sekitar kendaraan.
“Jangan hanya fokus ke depan. Lihat spion, perhatikan kendaraan di samping dan belakang. Jaga jarak aman, karena jarak adalah waktu reaksi kita. Dan yang paling penting, kenali tanda-tanda lelah. Kalau sudah mengantuk, jangan dipaksakan. Istirahat,” tegas Soehartono di hadapan puluhan peserta yang manggut-manggut setuju.
Inspeksi 15 Mobil dan Penghargaan untuk Komunitas
Setelah sesi talkshow, acara berlanjut dengan Inspeksi & Safety Challenge. Sebanyak 15 mobil milik anggota komunitas diperiksa satu per satu oleh tim ahli OLXmobbi. Mulai dari kondisi ban, rem, lampu, hingga kelengkapan surat-surat, semua dicek untuk memastikan kendaraan benar-benar siap diajak mudik.
Tidak ketinggalan, Garda Oto juga memberikan penghargaan Car Community Awards 2025 untuk tiga kategori. #AlwaysDriveSafely Pioneer diraih White Car Community (WCC) sebagai komunitas paling aktif mengampanyekan keselamatan berkendara. Top Community Pelopor Sadar Asuransi dimenangkan Daihatsu Xenia Indonesia Club (DXCI). Sementara Social Media Trendsetter disabet Innova Community berkat konten kreatif dan viral di media sosial.
Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, komunitas mobil adalah ujung tombak penyebaran informasi keselamatan berkendara.
“Perjalanan yang paling berarti bukanlah yang paling cepat, melainkan yang membawa kita tiba di tujuan dengan selamat. Semoga rekan-rekan komunitas bisa menjadi pelopor dan menyebarkan edukasi ini lebih luas, sehingga mudik Lebaran 2026 bisa lebih peace of mind untuk kita semua,” pungkas Iwan.
Dengan persiapan matang dan kesadaran tinggi, harapannya 143,91 juta jiwa yang mudik tahun ini bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat, bertemu keluarga dengan senyum, bukan dengan duka.




