ASPOC 2026 Hadir di Jakarta: Digitalisasi dan Kepatuhan Wajib bagi Industri Sawit
Sebarkan artikel ini
PALMEX Jakarta 2026 Digelar, Targetkan Nilai Tambah Rp90 Triliun dari B40.(Doc: Istimewa)
SinarHarapan.id-Sebanyak lebih dari 7.000 profesional industri diproyeksikan memadati Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran pada 6–7 Mei 2026 mendatang. Mereka hadir dalam ajang PALMEX Jakarta edisi ke-16, pameran teknologi kelapa sawit internasional terbesar di Asia yang mengusung tema Mendorong Industri Kelapa Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital.
Ajang dua hari ini digelar PT Fireworks Indonesia di tengah posisi strategis Indonesia sebagai produsen dan eksportir minyak sawit terbesar dunia. Bersama Malaysia, kedua negara menyumbang lebih dari 80 persen produksi global. Namun, Indonesia unik karena juga menjadi konsumen terbesar, baik untuk minyak pangan maupun bahan baku biofuel.
Tahun ini, program hilirisasi dan implementasi biodiesel B40 menjadi sorotan. Kebijakan tersebut diperkirakan menciptakan nilai tambah hingga Rp90 triliun serta membuka lebih dari 500.000 lapangan kerja baru di sepanjang rantai pasok.
Group CEO Fireworks Trade Media, Kenny Yong, menegaskan bahwa PALMEX Jakarta bukan sekadar pameran biasa. “PALMEX Jakarta merupakan platform bagi pelaku bisnis industri kelapa sawit untuk terhubung, menemukan solusi, dan berkembang bersama. Di tengah tren global menuju efisiensi, digitalisasi, dan standar keberlanjutan yang makin ketat, pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas rantai nilai menjadi kunci,” ujarnya.
Pameran Sawit Terbesar Asia Kembali, Buka Peluang 500.000 Lapangan Kerja Baru.(Doc: Istimewa)
Lebih dari 300 merek internasional dari Asia dan Eropa akan memamerkan teknologi di bidang pengolahan, milling, otomasi, digitalisasi, hingga manajemen lingkungan. Para pembeli serius dari sektor perkebunan, pabrik, dan kilang minyak sawit dipastikan hadir mencari solusi langsung dari pemasok global.
Sorotan utama acara meliputi ASEAN Palm Oil Conference (ASPOC) dengan tema Transformasi Industri Kelapa Sawit Asia melalui Teknologi, Digitalisasi & Kepatuhan. Konferensi ini menghadirkan asosiasi terkemuka seperti PTPN IV, DMSI, RPOI, serta Palm Oil Crushing Mill Association dari Thailand. Selain itu, ada Indonesia Palm Oil Technology Seminar dan Workshop Seminar yang menyajikan teori serta kerangka operasional industri.
Tiket masuk gratis bagi pengunjung bisnis berusia 18 tahun ke atas. Panitia menganjurkan pra-registrasi di www.palmex-indo.com untuk menghindari antrean.
Judul Terbaik:
PALMEX Jakarta 2026 Digelar, Targetkan Nilai Tambah Rp90 Triliun dari B40
Lebih dari 7.000 Profesi Sawit Siap Serbu JIEXPO, Teknologi Digital Jadi Andalan
Edisi ke-16 PALMEX Jakarta: Kolaborasi Lintas Rantai Kunci Hadapi Standar Keberlanjutan Global
Pameran Sawit Terbesar Asia Kembali, Buka Peluang 500.000 Lapangan Kerja Baru
ASPOC 2026 Hadir di Jakarta: Digitalisasi dan Kepatuhan Wajib bagi Industri Sawit