SinarHarapan.id- Sebuah benjolan kecil di leher kerap diabaikan banyak orang. Padahal, tanda yang tampak sepele tersebut dapat menjadi pintu masuk awal kanker tiroid, penyakit ganas yang mengancam jika tidak segera ditangani.
Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel abnormal pada jaringan tiroid tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu ini terletak di bagian depan leher, menempel pada trakea. Dalam kondisi normal, ukuran tiroid hanya sekitar 28 hingga 30 gram dan tidak terlihat dari luar. Meski kecil, fungsinya sangat vital: menghasilkan hormon pengatur metabolisme tubuh, suhu tubuh, kinerja jantung, hingga sistem saraf dan otak.
Data Globocan pada 2020 mencatat, kanker tiroid menempati urutan ke-12 dari seluruh jenis kanker di Indonesia dengan total 13.114 kasus baru per tahun. Fakta mencengangkan lainnya, penyakit ini lebih sering terjadi pada wanita hingga empat kali lipat dibandingkan pria. Mayoritas kasus ditemukan pada usia produktif, sekitar 50 hingga 54 tahun.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, Dr. dr. Diani Kartini, mengungkapkan bahwa gejala kanker tiroid kerap tidak khas dan menyerupai kondisi ringan lainnya. Namun, masyarakat diminta waspada jika menemukan benjolan di leher yang ikut bergerak saat menelan, perubahan suara serak yang menetap, rasa mengganjal atau sulit menelan makanan, serta sesak napas atau batuk yang tidak kunjung sembuh.
Baca juga : Penyakit Jantung Bawaan: Ancaman Tersembunyi yang Sering Terlambat Disadari Orang Tua
“Jika mengalami salah satu atau beberapa tanda tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis bedah subspesialis bedah onkologi,” tegasnya.
Pemeriksaan Tidak Cukup Hanya dengan Tes Darah
Yang perlu dipahami, hasil tes darah fungsi hormon yang normal bukan jaminan benjolan tersebut bebas dari kanker. Faktanya, banyak pasien kanker tiroid memiliki hasil pemeriksaan darah normal. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG, CT Scan, hingga Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) atau biopsi jarum halus. Prosedur ini cepat, aman, dan menjadi cara terbaik menentukan langkah pengobatan.
Penanganan kanker tiroid bergantung pada jenis dan ukuran kanker serta kondisi kesehatan pasien. Metode pengobatan meliputi pembedahan pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi), terapi nuklir dengan yodium radioaktif, terapi hormon pengganti, hingga radiofrequency ablation untuk mengecilkan jaringan abnormal.
Peluang Sembuh Sangat Tinggi
Kabar baiknya, kanker tiroid termasuk penyakit dengan tingkat kesembuhan tertinggi. Dengan diagnosis dan pengobatan tepat, sebagian besar pasien tetap dapat menjalani hidup aktif dan produktif. Kuncinya hanya satu: jangan ragu berkonsultasi sejak dini jika menemukan perubahan sekecil apa pun di leher Anda.
