Gaya Hidup

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Guardian dan Kenvue Siapkan Solusi NRT untuk 70 Juta Perokok Aktif

×

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Guardian dan Kenvue Siapkan Solusi NRT untuk 70 Juta Perokok Aktif

Sebarkan artikel ini
70 Juta Perokok Aktif di Indonesia, Kampanye #SehatTanpaRokok Libatkan Ratusan Apoteker Guardian.(Doc)
70 Juta Perokok Aktif di Indonesia, Kampanye #SehatTanpaRokok Libatkan Ratusan Apoteker Guardian.(Doc)

SinarHarapan.id-Pemerintah bersama swasta dan organisasi profesi medis meluncurkan kampanye nasional #SehatTanpaRokok, Rabu (3/6/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Langkah ini menjadi jawaban atas krisis ketergantungan tembakau yang tengah melanda Indonesia, di mana jumlah perokok aktif telah menembus 70 juta orang.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan 7,4 persen dari total perokok tersebut berusia 10 hingga 18 tahun. Lebih mengkhawatirkan lagi, penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja melonjak sepuluh kali lipat, dari 0,3 persen menjadi 3 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Kesehatan RI, Kenvue, Guardian Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sinergi bertajuk #SehatTanpaRokok itu dirancang untuk menekan prevalensi perokok dari hulu ke hilir melalui pendekatan edukasi, penguatan tenaga kesehatan, dan penyediaan akses terapi medis.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa akselerasi penurunan angka perokok merupakan agenda krusial yang tidak bisa dijalankan pemerintah sendirian. “Tantangan kesehatan dan beban ekonomi akibat ketergantungan tembakau ini terlalu besar. Kami mengapresiasi sinergi strategis ini untuk membangun ekosistem pendukung yang kuat,” ujarnya.

Guardian Indonesia mengambil peran strategis sebagai garda depan di tingkat komunitas. Dengan lebih dari 350 gerai yang tersebar di 90 kota, jaringan ritel kesehatan ini mengerahkan ratusan apoteker untuk memberikan edukasi Upaya Berhenti Merokok (UBM). Masyarakat juga dimudahkan akses terhadap solusi Terapi Pengganti Nikotin (NRT) yang telah terbukti secara klinis.

Commercial Director Guardian Indonesia, Karlina Elisabet Wirian, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjadi mitra kesehatan terpercaya. “Kami meyakini akses terhadap informasi akurat serta pendampingan tepat dapat membantu masyarakat lebih percaya diri dalam memulai perjalanan berhenti merokok,” tuturnya.

Penanganan ketergantungan nikotin membutuhkan intervensi klinis, bukan sekadar kemauan. Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Penasihat Pengurus Pusat PDPI, memaparkan bahwa hambatan terbesar pasien adalah gejala putus nikotin atau withdrawal. “Terapi Pengganti Nikotin (NRT) telah terbukti melipatgandakan peluang keberhasilan berhenti merokok, terutama jika dipadukan dengan konseling perilaku,” jelasnya.

Kenvue, sebagai penyedia Nicorette®—satu-satunya NRT berstatus farmakoterapi resmi di Indonesia—turut mendukung penuh ekosistem ini. Marketing Director Kenvue Indonesia, Fika Yolanda, menyatakan bahwa produk tersebut kini telah digunakan di sejumlah klinik UBM Puskesmas di wilayah Jakarta dan Bogor.

Sebagai tindak lanjut kampanye, digelar Workshop Upaya Berhenti Merokok yang melibatkan 150 tenaga kesehatan, terdiri dari 100 konselor klinik UBM dari berbagai puskesmas serta 50 apoteker dan staf lapangan Guardian. Kurikulum pelatihan mencakup kebijakan pedoman UBM, aspek medis dampak rokok, hingga teknik wawancara motivasional.

BPOM turut memastikan keamanan produk terapi yang beredar. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, dr. William Adi Teja, menekankan pentingnya standarisasi. “Perlindungan konsumen adalah prioritas mutlak. Produk terapi yang memiliki izin edar resmi memberikan kepastian keamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Praktisi kesehatan sekaligus mantan perokok berat, dr. Tirta Mandira Hudhi, membagikan pengalamannya. “Berhenti merokok butuh tekad, tapi niat saja kalah oleh withdrawal syndrome. Perokok butuh solusi terukur, bukan sekadar imbauan,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, kampanye #SehatTanpaRokok diharapkan mengubah lanskap penanganan adiksi tembakau di Indonesia, sekaligus melindungi generasi muda dari bahaya rokok yang mengancam masa depan bangsa.