SinarHarapan.id-Sebanyak 738 siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kini mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda: menyenangkan, aktif, dan penuh permainan. Itu hasil dari program “OREO Berbagi Seru” yang digelar oleh brand biskuit OREO bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, serta mendapat dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Purworejo.
Program yang berlangsung pada 4–7 Juni 2026 itu tidak hanya membagikan alat bantu belajar. Lebih dari itu, OREO menggerakkan kolaborasi tiga pilar utama pendidikan: guru, orang tua, dan komunitas. Total 37 guru, 70 orang tua, dan 29 anggota komunitas di Purworejo mengikuti pelatihan metode belajar sambil bermain. Mereka kemudian mempraktikkan langsung 270 alat belajar seru yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris—semua sesuai kurikulum nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.STP., M.M., menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Setiap pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab. Program ‘Purworejo Berseri’ menekankan daya saing sumber daya manusia sejak pendidikan dasar. Menyambut Indonesia Emas 2045, anak-anak kita hari ini yang akan mencapai puncak usia produktif saat itu,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keselarasan program OREO dengan kebijakan nasional “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Menurutnya, pendekatan pembelajaran menyenangkan sangat sesuai dengan usia bermain anak.
Baca juga :Dari OREO untuk Indonesia Emas: Alat Belajar Sambil Bermain Menyapa Tulang Bawang Barat
Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. “OREO telah membersamai keluarga Indonesia lebih dari tiga dekade. Kami percaya pembelajaran menyenangkan membuat anak lebih percaya diri, eksploratif, dan berani mencoba hal baru,” katanya. Sejak 2024, “OREO Berbagi” hadir secara konsisten. Tahun ini dengan tema “Berbagi Seru”, targetnya menjangkau 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk daerah 3T dan marginal.
Salah satu guru SDN Kalikotes, Ibu Barokah, mengaku terkesan saat melihat perubahan wajah murid-muridnya. “Mereka tidak merasa sedang mengikuti pelajaran. Mereka menikmati setiap aktivitas. Program ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus kreatif di kelas,” tuturnya. Hal senada disampaikan Sinta Surondari, perwakilan orang tua siswa. Ia mengakui selama ini terlalu fokus pada hasil belajar, bukan proses. “Sekarang saya sadar, bermain pun bisa menjadi momen seru untuk mengasah rasa ingin tahu dan kreativitas anak,” ujarnya.
Yang membedakan, masyarakat umum juga bisa ikut mendukung misi ini dengan cara sederhana: membeli OREO. Sebagian keuntungan penjualan didonasikan untuk penyelenggaraan program. Anggya menegaskan, ketika pemerintah, pelaku industri, guru, orang tua, dan komunitas bergerak bersama, maka pendidikan Indonesia tidak hanya lebih berkualitas, tetapi juga inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya “OREO Berbagi Seru” di Purworejo, harapan melahirkan Generasi SERU—Solutif, Eksploratif, Responsif, Unggul—semakin nyata. Bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk mengubah wajah belajar di tanah air.


